<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kenapa Harus PR &#187; Social Media</title>
	<atom:link href="http://kenapaharuspr.com/tag/social-media/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kenapaharuspr.com</link>
	<description>Indonesian PR and Maketing Communication Guide</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Apr 2012 08:28:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Social Media dan Industri Musik Indonesia</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2012/04/social-media-dan-industri-musik-indonesia/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2012/04/social-media-dan-industri-musik-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 08:18:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferdias Ramadoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[digital music]]></category>
		<category><![CDATA[fan base]]></category>
		<category><![CDATA[fans]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=1855</guid>
		<description><![CDATA[Jika sekitar 5-6 tahun yang lalu untuk mendengar musik-musik keren kita mesti pergi ke toko musik untuk membeli rekaman fisik berupa CD atau kaset, atau yang paling tega adalah dengan hunting CD atau kaset bajakan di pedagang CD bajakan pinggir jalan. Maka hal tersebut sudah berubah hampir 180 derajat akhir-akhir ini. Industri musik dunia, atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika sekitar 5-6 tahun yang lalu untuk mendengar musik-musik keren kita mesti pergi ke toko musik untuk membeli rekaman fisik berupa CD atau kaset, atau yang paling tega adalah dengan hunting CD atau kaset bajakan di pedagang CD bajakan pinggir jalan. Maka hal tersebut sudah berubah hampir 180 derajat akhir-akhir ini.</p>
<div id="attachment_1856" class="wp-caption alignleft" style="width: 287px"><img class=" wp-image-1856" title="Music_Panels" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2012/04/Music_Panels__Compiled_by_smashmethod.jpg" alt="" width="277" height="207" /><p class="wp-caption-text">image source : smashmethod.deviantart.com</p></div>
<p>Industri musik dunia, atau lebih tepatnya di Indonesia bagai merasakan kiamat setelah berkembangnya teknologi musik digital yang ditandai dengan maraknya penyebaran musik yang berformat <em>mp3</em> di mana-mana. Keadaan ini kontan membuat penjualan rekaman fisik menurun drastis, dan tentunya menuntut para label rekaman untuk lebih kreatif menjual “barang dagangan” mereka.</p>
<p>Perkembangan teknologi lagi-lagi membawa dampak yang sangat signifikan bagi gaya hidup manusia dan kali ini industri musik yang menerima dampaknya. Bagaimana tidak, kini para pemusik yang bernaung di bawah label besar hampir tidak ada bedanya dengan pemusik-pemusik independen yang memang sedari awal tidak mengandalkan penjualan rekaman fisik. Sekarang mereka (pemusik label maupun independen) pun dituntut untuk bisa menjalin hubungan yang baik dengan basis fans mereka bila ingin tetap bertahan di belantika musik Indonesia. Karena basis fans inilah yang ke depan akan menjadi market yang betul-betul menjanjikan dan bahkan bisa ikut dijadikan corong pemasaran yang sangat efektif.</p>
<p>Namun ternyata kemajuan teknologi tidak lantas menjadi sebuah “kiamat” bagi beberapa pemusik, yaa..!! maksud saya adalah para pemusik yang dengan pintarnya menggunakan jalur social media sebagai salah satu cara kreatif untuk membina hubungan yang baik dengan basis fansnya. Pemusik-pemusik yang saya sebut pintar di atas gak hanya sekedar punya akun di jejaring sosial yang ramai seperti di youtube, twitter, dan facebook tapi mereka membuka pintu <em>conversation</em> dengan basis fans, mereka mencari tahu apa yang fans inginkan dan apa yang fans pikirkan tentang mereka. Pemusik pintar ini juga tidak hanya profit oriented tapi juga customer oriented, karena mereka yakin ketika customer/fans mereka terpuaskan maka profit pun akan datang serta merta bersama loyalitas fans tersebut.</p>
<p>Sekarang coba Anda mulai perhatikan pemusik mana yang termasuk ke dalam kategori “pemusik pintar” yang saya maksud, apakah pemusik kesayangan Anda termasuk ke dalam kategori itu? Bila tidak, ada baiknya Anda mulai mencari kenikmatan suara dari “pemusik pintar”, yang tentunya akan selalu memanjakan Anda melalui komunikasi dua arah yang mereka bangun kepada Anda, Ya..!! Anda, yang tanpa sadar sudah menjadi basis fans para “pemusik pintar”. <img src='http://kenapaharuspr.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2012/04/social-media-dan-industri-musik-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media, Tools untuk Mendekatkan Brand dengan Konsumen</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2012/02/social-media-tools-untuk-mendekatkan-brand-dengan-konsumen/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2012/02/social-media-tools-untuk-mendekatkan-brand-dengan-konsumen/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 09:39:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amanda Putri Afrili</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[digital PR]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=1779</guid>
		<description><![CDATA[Social media saat ini menjadi salah satu tools yang digunakan oleh para praktisi komunikasi terutama Brand sebagai ajang promosi, tools komunikasi perusahaan ataupun sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan para konsumennya. Kini telah banyak ditemukan Brand baik dari perusahaan lokal maupun perusahaan multinasional yang menawarkan barang ataupun jasa dengan cara promosi melalui social [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft  wp-image-1781" title="SocialMediaLogos_edited" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2012/02/SocialMediaLogos_edited-300x231.jpg" alt="" width="210" height="162" />Social media saat ini menjadi salah satu tools yang digunakan oleh para praktisi komunikasi terutama Brand sebagai ajang promosi, tools komunikasi perusahaan ataupun sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan para konsumennya. Kini telah banyak ditemukan Brand baik dari perusahaan lokal maupun perusahaan multinasional yang menawarkan barang ataupun jasa dengan cara promosi melalui social media. Tidak hanya brand besar tapi pelaku usaha lainnya juga kini marak menggunakan social media sebagai ajang promosi produk dan jasa mereka.</p>
<p>Bagi beberapa brand, social media selain digunakan sebagai ajang promosi, tapi juga digunakan untuk sebagai media untuk berinteraksi secara langsung dengan konsumennya. Banyak tools social media yang bisa digunakan untuk menjadi platform utama media interaksi dengan konsumen, twitter salah satunya.</p>
<p>Menurut Frank Eliason, Director of Digital Care dari Comcast, Twitter adalah salah satu cara konsumen mengenal kita secara lebih personal, tidak kaku, dan bisa melahirkan interaksi yang segera. Dalam interaksi media sosial yang dilakukan oleh Brandnya, Eliason menggunakan twitter secara strategis. Selama interaksi dengan pelanggannya, banyak ditemukan pengguna twitter yang menjadi konsumennya yang mengeluh mengenai layanannya. Lalu Comcast, di bawah kepemimpinan Eliason, memonitor setiap media sosial yang relevan dengan mereka.</p>
<p>Dalam menjadikan twitter ataupun tools social media lainnya sebagai media untuk berkomunikasi dengan pelanggan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:</p>
<p>-          Petugas yang bertanggung jawab terhadap akun sosial media harus memberikan respon secara cepat kepada pelanggan</p>
<p>-          Perhatikan aspek manusia untuk menciptakan conversation yang alami</p>
<p>-          Diskusikan strategi dan setiap inisiatif dengan tim</p>
<p>-          Perhatikan setiap kata kunci yang tersaring dan di-<em>mention</em> oleh konsumen</p>
<p>-          Berikan informasi yang tepat kepada orang yang tepat secara cepat</p>
<p>-          Siapkan daftar kontak untuk hal-hal yang krusial</p>
<p>Tertarik? Jangan takut menjadikan social media sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan brand anda dengan konsumen.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2012/02/social-media-tools-untuk-mendekatkan-brand-dengan-konsumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Artis Kini (lebih) Mudah</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2012/02/menjadi-artis-kini-lebih-mudah/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2012/02/menjadi-artis-kini-lebih-mudah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 03:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferdias Ramadoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Case Study]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[artis dadakan]]></category>
		<category><![CDATA[briptu norman]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[sintajojo]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[udin majenun]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=1769</guid>
		<description><![CDATA[Ketenaran, uang yang berlimpah, atau bahkan teriakan histeris dari para penggemar merupakan barang mewah bagi masyarakat kebanyakan dan tidak sedikit pula orang yang menginginkannya hingga rela mengeluarkan sejumlah uang agar keinginanya bisa terwujud. Hal-hal tersebut lah yang biasa dimiliki oleh seorang artis yang memiliki talenta luar biasa di segala bidang tak terkecuali mulai dari seni [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1775" title="Increase-Link-Popularity4" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2012/02/Increase-Link-Popularity4.jpg" alt="" width="180" height="156" />Ketenaran, uang yang berlimpah, atau bahkan teriakan histeris dari para penggemar merupakan barang mewah bagi masyarakat kebanyakan dan tidak sedikit pula orang yang menginginkannya hingga rela mengeluarkan sejumlah uang agar keinginanya bisa terwujud. Hal-hal tersebut lah yang biasa dimiliki oleh seorang artis yang memiliki talenta luar biasa di segala bidang tak terkecuali mulai dari seni musik, seni peran, hingga komedi. Namun tahukah Anda bahwa ketenaran dan kawan-kawannya kini menjadi lebih mudah bisa kita dapatkan karena hadirnya media sosial seperti twitter, youtube, juga facebook?</p>
<p>Lalu apakah hanya ketiga media tersebut yang bisa memfasilitasi kita supaya bisa menjadi artis dengan lebih mudah? Untuk masyarakat Indonesia, saya jawab dan memang sudah faktanya  adalah, YA..!! ketiga media sosial tersebut yang memang banyak digunakan di negara ini dan sudah terbukti berhasil menelurkan artis-artis yang ketenarannya bahkan membuat artis-artis baru ini menjadi kaya mendadak karena kebanjiran tawaran tampil dari berbagai pihak teramasuk stasiun televisi nasional yang siarannya dapat disaksikan dari Sabang hingga Merauke.</p>
<p>Mengapa fenomena ini sampai terjadi, apa sih yang dilakukan oleh orang-orang yang konon disebut-sebut sebagai artis karbitan ini sehingga bisa sukses meraup popularitas dan menjadi buah bibir jutaan orang di seluruh Indonesia? Benarkah faktor keberuntungan belaka, atau memang ada orang-orang tertentu yang menjadi dalang dibalik fenomena yang cukup menarik ini?</p>
<p>Sejauh pengamatan saya paling tidak ada 4 hal di luar faktor keberuntungan yang muncul ke permukaan di beberapa kasus “mendadak jadi artis” ini, yaitu:<strong></strong></p>
<h3>1.       Konsistensi</h3>
<p>Di beberapa kasus seperti pada fenomena Briptu Norman, Sinta-Jojo, dan Udin Majenun terlihat bahwa rupanya mereka bukan kali pertama membuat video-video yang membuat mereka tenar melainkan memang sudah menjadi hobi mereka untuk merekam aksi/karya mereka ke dalam sebuah media visual bergerak atau yang sering kita sebut sebagai video, yah walaupun khusus untuk Briptu Norman video tersebut memang tidak secara sengaja diunggah oleh yang bersangkutan melainkan diunggah oleh pihak lain yang mengaku tertarik dan ingin memberitahukan ke semua orang tentang hal yang ia nilai sebagai sesuatu yang lucu dan menarik.  Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa konsistensi berkarya menjadi salah satu faktor yang mampu mengubah mereka dari orang yang biasa-biasa saja menjadi orang yang terkenal, hanya gara-gara aksi/karya mereka disaksikan di media sosial oleh beberapa orang namun disebarluaskan secara otomatis karena dinilai menghibur dan dapat menjadi bahan yang sangat menarik untuk dibicarakan.<strong></strong></p>
<h3>2.       Keberanian</h3>
<p>Inilah hal mutlak yang harus dimiliki oleh orang yang ingin dikenal banyak orang, dan hal inilah yang juga muncul di beberapa kasus-kasus “artis dadakan”. Salah satu contoh yang paling banyak terlihat adalah bagaimana pengguna twitter yang tadinya bukan siapa-siapa bisa mendadak jadi terkenal karena keberaniannya melawan gagasan atau pendapat yang diutarakan oleh salahsatu pengguna yang sudah lebih dulu terkenal di dunia <em>per-twitter-an </em>, akhirnya terjadilah yang biasa disebut sebagai twitwar atau perang tweet yang ujung-ujungnya tentu saja menguntungkan pengguna yang tadinya bukan siapa-siapa itu terlepas dari sentimen positif atau bahkan negatif yang didapatkannya.<strong></strong></p>
<h3>3.       Pemilihan Media</h3>
<p>Nah ini yang gak kalah penting perannya dalam proses peng-artis-an di ranah media sosial, artis-artis dadakan ini secara sengaja atau tidak telah memilih media yang tepat dalam menyampaikan ekspresinya di dunia maya. Coba saja bayangkan apakah Norman Kamaru akan setenar sekarang bila orang yang mengupload video-nya itu menggunakan media myspace yang sepi pengguna di Indonesia? Atau akankah @poconggg menjadi setenar sekarang bila ia memilih youtube sebagai tempat untuk berekspresi? Padahal @poconggg (a.k.a Arief Muhammad) ini kekuatannya ada pada kreatifitasnya dalam memainkan huruf dan kata.<strong></strong></p>
<h3>4.       Timing</h3>
<p>Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa timing atau pemilihan waktu yang tepat merupakan kunci rahasia yang tidak lagi merupakan rahasia (halah..), yang membuat banyak orang khususnya dalam urusan publisitas dan pemasaran menjadi sukses tak terkalahkan. Begitu juga dengan fenomena artis online dadakan ini, mereka pintar sekali memilih kapan waktu yang tepat untuk mengeluarkan ekspresi mereka, atau dalam menentukan ekspresi apa yang harus mereka buat di dunia maya supaya singkron dengan tren yang ada atau bahkan dengan sedikit rekayasa mereka bisa membuat tren yang ada sedikit bergeser ke arah mereka yang ujung-ujungnya menambah ketenaran mereka juga, pintar kan?</p>
<p>Lalu apa yang bisa kita ambil dari sini?</p>
<p>Sederhana saja, yaitu kini dengan adanya media sosial yang serba flat, yang semuanya punya kedudukan yang sama membuat siapapun dari kita memiliki peluang yang sama menjadi “artis” terkenal, hanya saja semua tergantung bagaimana kita menggunakan media sosial ini dalam berekspresi.</p>
<p>Media sosial ini juga bisa menjadi alat yang ampuh bagi individu dalam membangun <em>personal branding </em>yang diinginkannya, nah untuk yang ini silahkan nantikan tulisan saya berikutnya masih di tempat yang sama di kenapaharusPR.com tercinta ini,hehe&#8230;</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2012/02/menjadi-artis-kini-lebih-mudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Kesalahan Brand dalam ber-Facebook Ria</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2012/02/5-kesalahan-brand-dalam-ber-facebook-ria/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2012/02/5-kesalahan-brand-dalam-ber-facebook-ria/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 05:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferdias Ramadoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[fanpage]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=1756</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak mengenal Facebook sekarang ini, bahkan 3 tahun belakangan ini beberapa brand ternama sudah mulai masuk ke situs jejaring social terbesar ini dengan berbagai tujuan mulai dari riset pasar, mendongkrak angka penjualan, maupun sekedar branding atau pencitraan merek tanpa melakukan direct selling. Namun ternyata belum semua brand paham akan fungsi utama dari sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tidak mengenal Facebook sekarang ini, bahkan 3 tahun belakangan ini beberapa brand ternama sudah mulai masuk ke situs jejaring social terbesar ini dengan berbagai tujuan mulai dari riset pasar, mendongkrak angka penjualan, maupun sekedar <em>branding</em> atau pencitraan merek tanpa melakukan <em>direct selling</em>.</p>
<p>Namun ternyata belum semua brand paham akan fungsi utama dari sebuah situs jejaring social sebesar Facebook yang sebetulnya sangat sederhana yaitu komunikasi dua arah, dan kebelumpahaman inilah yang menyebabkan sebuah brand seringkali melakukan kesalahan yang tidak jarang malah berdampak kontra produktif dengan tujuan awal mereka terjun ke Facebook.</p>
<p>Yuk coba kita lihat beberapa kesalahan yang kerap dilakukan oleh brand yang sudah mau masuk ke Facebook namun sayangnya belum memahami facebook sepenuhnya:</p>
<h3>
<ol>
<li>Masih menggunakan akun profile personal</li>
</ol>
</h3>
<p>Semoga sudah tidak banyak brand yang melakukan kesalahan ini, karena sederhana saja itu artinya brand tersebut tidak mengenal aturan yang berlaku di facebook atau bisa dikatakan “brand bandel”. Perhatikan gambar berikut:</p>
<p><img class="alignleft  wp-image-1757" title="FireShot Screen Capture #010 - 'Converting Your Personal Account to a Facebook Page - Facebook Help Center I Facebook' - www_facebook_com_help_page=213602951994043.jpg" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2012/02/FireShot-Screen-Capture-010-Converting-Your-Personal-Account-to-a-Facebook-Page-Facebook-Help-Center-I-Facebook-www_facebook_com_help_page213602951994043.jpg.jpg" alt="" width="477" height="177" /></p>
<p>Di dalam kotak merah telah sangat jelas dinyatakan bahwa selain untuk urusan pribadi, menggunakan akun profile personal untuk keperluan bisnis, komunitas, organisasi atau apapun merupakan sebuah pelanggaran penggunaan facebook yang cukup keras sampai-sampai beresiko kehilangan akses ke akun tersebut.</p>
<h3>
<ol start="2">
<li>Komunikasi Searah</li>
</ol>
</h3>
<p>Kesalahan ini biasanya disebabkan oleh humas brand yang belum paham betul mengenai konsep dasar media jejaring social yang memang khusus didesain untuk meniadakan birokrasi atau batasan-batasan komunikasi seperti yang selama ini terjadi di media-media konvensional seperti media cetak maupun media elektronik seperti televisi dan radio.</p>
<p>Jangan biarkan fans di facebook page merasa terabaikan oleh brand, karena sudah jelas bahwa harapan semua fans ketika <em>ngeklik </em>tombol <em>like</em> di fanpage sebuah brand adalah agar bisa berkomunikasi langsung dengan brand yang awalnya sangat mereka sukai, namun bila fans potensial ini merasa terabaikan maka bukan tidak mungkin bahkan mereka berbalik memberi komentar negatif di facebook.</p>
<h3>
<ol start="3">
<li>Menghapus komentar negatif</li>
</ol>
</h3>
<p>Ini bisa dikatakan kesalahan paling fatal bagi sebuah brand dalam melakukan aktifitasnya di facebook, karena tindakan ini belum tentu mengurangi dampak akibat komentar negatif yang ditulis oleh fans, bahkan dampaknya bisa makin parah bila tindakan penghapusan komentar ini dibicarakan oleh yang bersangkutan di tempat lain plus dibumbui oleh rasa tidak senang yang meningkat karena merasa tidak dihargai oleh brand.</p>
<h3>
<ol start="4">
<li>Menggunakan fitur update otomatis dari Twitter</li>
</ol>
</h3>
<p>Karakter pengguna di masing-masing media sosial berbeda-beda dan tidak bisa disamakan, kebiasaan pengguna di twitter berbeda dengan pengguna di facebook karena memang masing-masing medianya juga punya fitur yang berbeda-beda. Akan sangat tidak sesuai bila karakter pesan di twitter yang hanya sebatas 140 karakter dimasukan ke facebook page yang kapasitasnya jauh lebih banyak.</p>
<h3>
<ol start="5">
<li>Spamming</li>
</ol>
</h3>
<p>Aktifitas ini juga kerap dilakukan oleh brand yang “kurang menghargai” audiencenya di facebook. Bentuk spamming pun bermacam-macam, mulai dari tag foto yang bahkan tidak ada hubungannya dengan produk dan biasanya tanpa seizin yang bersangkutan hingga berupa mengirimkan pesan jualan secara langsung ke dalam inbox facebook. Bila kegiatan ini dilakukan berkali-kali maka bukan <em>image </em>positif yang didapat namun sebaliknya, orang-orang di facebook akan muak dengan kehadiran brand tersebut dan ini tentu tidak diinginkan oleh brand manapun yang masuk ke ranah facebook.<br />
</br><br />
Semoga lima kesalahan di atas tidak lagi dilakukan oleh brand-brand yang sudah cukup lama hadir di facebook, maupun brand-brand yang baru mau <em>nongol </em>di media jejaring sosial terbesar di dunia ini. Karena potensi di media ini masih terlalu sayang untuk dilewatkan apalagi salah dalam pengelolaan bagi brand yang ingin menunjukkan eksistensinya yang secara tidak langsung juga akan meningkatkan angka penjualan yang berujung pada naiknya keuntungan bagi brand itu sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2012/02/5-kesalahan-brand-dalam-ber-facebook-ria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Content is the Fuel of the Social Web. Riset Terbaru dari AOL &amp; Nielsen</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2011/05/content-is-the-fuel-of-the-social-web-riset-terbaru-dari-aol-nielsen/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2011/05/content-is-the-fuel-of-the-social-web-riset-terbaru-dari-aol-nielsen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 03:55:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Valent Mustamin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[aol]]></category>
		<category><![CDATA[content]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[nielsen]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=1550</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mempelajari lebih dari 10.000 percakapan di media sosial, mensurvei lebih dari seribu anggota online panel mereka sejak pertengahan tahun kemarin, Nielsen &#38; AOL, kemudian merilis hasil riset terbaru mereka tentang &#8220;Content is the Fuel of the Social Web&#8221;, 2 minggu yang lalu. Hasil riset ini menggambarkan hubungan antara pemilihan konten dan pemanfaatan media sosial [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah mempelajari lebih dari 10.000 percakapan di media sosial, mensurvei lebih dari seribu anggota online panel mereka sejak pertengahan tahun kemarin, Nielsen &amp; AOL, kemudian merilis hasil riset terbaru mereka tentang &#8220;Content is the Fuel of the Social Web&#8221;, 2 minggu yang lalu. <span id="more-1550"></span>Hasil riset ini menggambarkan hubungan antara pemilihan konten dan pemanfaatan media sosial untuk membaginya ke pengguna lain.</p>
<p>Is content the fuel of the social web? Yes! Salah satu hasil survei membuktikan, 23% dari percakapan yang ada di media sosial menyertakan tautan ke konten di dalamnya.</p>
<p>[slideshare id=7859663&amp;doc=aolsocialweb1-110506063528-phpapp01&amp;w=475]</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2011/05/content-is-the-fuel-of-the-social-web-riset-terbaru-dari-aol-nielsen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Twitter Mengubah Dunia Public Relation</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2011/05/bagaimana-twitter-mengubah-dunia-public-relation-2/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2011/05/bagaimana-twitter-mengubah-dunia-public-relation-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 03:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abang Edwin SA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Public Relations]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=1428</guid>
		<description><![CDATA[Hadirnya Facebook dan Twitter mampu mengubah pandangan tentang Public Relations.  Bagaimana Twitter,  media micro-blogging dengan keterbatasan 140 karakternya bisa efektif digunakan untuk aktivitas public relations? Berikut bahasannya. Sejak kehadirannya,  social media dianggap sebagai kompetitor bagi teknik-teknik PR konvensional. Hingga, para social media analis sempat memprediksi bahwa dunia PR sudah mati yang kemudian disanggah dengan pendapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hadirnya Facebook dan Twitter mampu mengubah pandangan tentang Public Relations.  Bagaimana Twitter,  media micro-blogging dengan keterbatasan 140 karakternya bisa efektif digunakan untuk aktivitas public relations? Berikut bahasannya.<span id="more-1428"></span></p>
<p>Sejak kehadirannya,  social media dianggap sebagai kompetitor bagi teknik-teknik PR konvensional. Hingga, para social media analis sempat memprediksi bahwa dunia PR sudah mati yang kemudian disanggah dengan pendapat bahwa sebenarnya social media tak cocok untuk hal-hal  ke-PR-an. Seakan PR konvensional bermusuhan dengan PR berbasis Social Media a</p>
<p>Lalu muncullah Twitter. Yang seiring dengan pupularitasnya, bisa mengurangi “jarak” antara social media dan dunia PR. Dan kini, kita bisa mendengar ribuan cerita tentang keberhasilan PR melalui Twitter. Hingga kini Twitter dikenal luas sebagai teknik PR terbaik di era Web 2.0.</p>
<p><strong>PR konvensional mati?</strong></p>
<p>Lalu apakah PR konvensional sudah mati? Tentu saja tidak! Twitter adalah cara yang mengagumkan dalam menambah kemampuan PR organisasi Anda. Twitter bukanlah alat untuk menggantikan teknik PR yang sudah ada tapi melainkan alat bantu untuk memperluas daya sebar “pesan” ke audience yang lebih luas. Anda bisa mentweet press release tentang sebuah acara untuk organisasi Anda dan bisa Anda lihat bagaimana ia menyebar di Twitterverse.</p>
<p><strong>Nilai tambah Twitter</strong></p>
<p>Memiliki layanan yang baik sangatlah penting bagi sebuah organisasi untuk mendapatkan publikasi yang baik. Untuk hal itu Twitter memiliki kelebihan yang belum bisa tertandingi berkaitan dengan kemampuan layanan instan dan real-time. Pertanyaan bisa langsung dijawab dan pesan bisa tersebar dengan sangat cepat.</p>
<p>Banyak perusahaan sudah menyadari bahwa Twitter tidak hanya alat yang baik untuk membantu kebutuhan marketing tapi juga media yang unik untuk membantu kebutuhan customer service, yang akhirnya bisa mengarahkan pada pencapaian reputasi yang baik di masyarakat dan ke-PR-an yang kuat.</p>
<p>Twitter juga tempat yang tepat untuk memonitor reputasi brand Anda di dunia online. Anda akan bisa mengetahui apa yang dibicarakan oleh orang-orang tentang brand Anda. Andapun bisa mencari orang-orang yang memiliki potensi bakal menyukai brand Anda. Bahkan dengan menggunakan fungsi advanced search yang dimiliki Twitter serta beberapa produk pihak ketiga, Anda bisa menetapkan apakah brand Anda kehilangan daya tarik diantara para pengguna dan dengan itu Anda bisa melakukan hal-hal yang dibutuhkan untuk segera memperbaikinya.</p>
<p>Dunia PR berkembang dengan pengetahuan, dan ini bisa didapat dengan mudah pada Twitter. Begitu Anda memfollow dan beinteraksi dengan banyak orang, Anda akan mendapatkan pengetahuan. Anda bisa menjadi rekan, sebagai kompetitor ataupun klien, mengikuti mereka di Twitter menjadi sebuah langkah yang masuk akal mengingat Anda akan bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam tentang opini mereka.</p>
<p>Twitter tidak pernah “tidur” karena akan selalu terjadi sesi berbagi ataupun percakapan selama 24 jam, 7 hari dalam seminggu, tentunya dengan orang-orang yang berpengetahuan banyak dan juga bijaksana, jadi tidak ada ruginya jika kita ikut mengambil manfaat dari kehadiran Twitter ini.</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p>Tulisan ini sebelumnya <a href="http://bangwinissimo.com/2010/10/bagaimana-twitter-mengubah-dunia-public-relation/" target="_blank">pernah dimuat</a> di Bangwinissimo.com, sebuah blog yang dikhususkan sebagai tempat untuk berbagi opini, analisis atau bahkan apapun yang dirasakan oleh penulis layak dan penting untuk dishare. Dan atas permintaan redaksi, tulisan ini kembali dimuat dengan sedikit revisi tanpa mengubah makna di blog ini, dengan semangat yang sama, untuk berbagi.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2011/05/bagaimana-twitter-mengubah-dunia-public-relation-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rotaract Semanggi Gelar Social Movement Festival 2011</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2011/05/rotaract-semanggi-gelar-social-movement-festival-2011/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2011/05/rotaract-semanggi-gelar-social-movement-festival-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 13:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amanda Putri Afrili</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[rotaract]]></category>
		<category><![CDATA[rotaract semanggi]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[social media festival]]></category>
		<category><![CDATA[social media festival 2011]]></category>
		<category><![CDATA[social media movement]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=1354</guid>
		<description><![CDATA[Sosial media saat ini telah banyak digunakan untuk banyak hal, sebagai microblog pribadi, alat promosi, strategi komunikasi perusahaan hingga untuk gerakan sosial. Bahkan ada banyak gerakan sosial yang dilakukan dan berdampak besar melalui sosial media, seperti &#8220;Koin Prita&#8221; dan &#8220;Indonesia Unite&#8221; yang selama ini telah menghiasi timeline sosial media kita. Karena itu,  Rotaract Semanggi Jakarta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sosial media saat ini telah banyak digunakan untuk banyak hal, sebagai microblog pribadi, alat promosi, strategi komunikasi perusahaan hingga untuk gerakan sosial. Bahkan ada banyak gerakan sosial yang dilakukan dan berdampak besar melalui sosial media, seperti &#8220;Koin Prita&#8221; dan &#8220;Indonesia Unite&#8221; yang selama ini telah menghiasi timeline sosial media kita. Karena itu,  Rotaract Semanggi Jakarta bekerjasama dengan @America dan Indonesian National Comission for UNESCO mengadakan &#8220;<a href="http://www.rotaractsemanggi.org/smf/" target="_blank">Social Movement Festival 2011</a>&#8221; yang akan diadakan pada 21 Mei 2011 pada pukul 01.00 pm &#8211; 05.00 pm.<span id="more-1354"></span></p>
<p>Acara  ini ditargetkan untuk kelompok masyarakat yang berpikiran terbuka agar lebih terlibat dalam gerakan  sosial, ditengah lingkungan berteknologi tinggi, untuk menampilkan  seberapa efisien  gerakan yang dilakukan namun bisa berdampak besar bagi masing-masing kelompok.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gerakan Sosial Festival bertujuan untuk berkontribusi bagi Indonesia dan dunia melalui:</p>
<ul>
<li> Untuk  mendidik berbagai gerakan sosial pada penggunaan media sosial sebagai  alat yang efektif dan efisien untuk berkomunikasi, membangun hubungan  dan mempublikasikan kegiatan mereka, tujuan, acara dll</li>
<li>Untuk  menawarkanpeserta berbagai pilihan gerakan sosial yang sesuai kepribadian  mereka sendiri, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi sepenuhnya  berdasarkan gairah mereka.</li>
<li>Untuk  menjadi &#8220;titik pertemuan&#8221; yang menyatukan beberapa organisasi atau  individu yang bekerja atau memiliki ide mengenai pada gerakan sosial,  sehingga mereka dapat menjadi sinergi atau bisa bekerja bersama untuk  mencapai tujuan mereka dan memiliki dampak yang lebih luas dan mendalam  kepada masyarakat.</li>
<li>Untuk  mengumpulkan semua penggemar gerakan sosial untuk menandatangani petisi  sebagai janji untuk bekerja sama dan bersinergi untuk mencapai tujuan  BESAR bersama; yang lebih baik Indonesia melalui kegiatan gerakan  sosial.</li>
</ul>
<p>Adapun beberapa keynote speaker dalam acara ini antara lain Michael Jones sebagai Google&#8217;’s Chief Technology Advocate, Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd. (The Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO  and Professor at the State University of Jakarta) , Roby Muhamad (Sosiolog yang mengamati mengenai sosial media), dan masih banyak lagi. Acara ini pula menghadirkan lebih dari 30 komunitas social movement dan berbagai studi kasus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2011/05/rotaract-semanggi-gelar-social-movement-festival-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SalingSilang.com Kembali Merilis Laporan Media Sosial Indonesia</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2011/05/salingsilang-com-kembali-merilis-laporan-media-sosial-indonesia/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2011/05/salingsilang-com-kembali-merilis-laporan-media-sosial-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 01:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Valent Mustamin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[salingsilang]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=1337</guid>
		<description><![CDATA[Setelah laporan pertama, &#8212; &#8220;Snapshot of Indonesia Social Media Users&#8221; &#8212; yang dirilis Februari yang lalu, SalingSilang.com kembali merilis laporan kedua (untuk kuarter pertama 2011), berjudul &#8220;Indonesia Social Media Landscape, a Snapshot of Indonesian User Behaviour&#8220;. Ini merupakan laporan lanjutan tentang tren dan perkembangan media sosial di Indonesia yang rencana rilisnya akan dilakukan secara periodik. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah laporan pertama, &#8212; &#8220;<a href="http://www.slideshare.net/salingsilang/snapshot-of-indonesia-social-media-users-saling-silang-report-feb-2011" target="_blank">Snapshot of Indonesia Social Media Users</a>&#8221; &#8212; yang dirilis Februari yang lalu, <a href="http://salingsilang.com" target="_blank">SalingSilang.com</a> kembali merilis laporan kedua (untuk kuarter pertama 2011), berjudul &#8220;<a href="http://www.slideshare.net/salingsilang/indonesia-social-media-landscape-q1-2011-2nd-salingsilangcom-report" target="_blank">Indonesia Social Media Landscape, a Snapshot of Indonesian User Behaviour</a>&#8220;. <span id="more-1337"></span></p>
<p>Ini merupakan laporan lanjutan tentang tren dan perkembangan media sosial di Indonesia yang rencana rilisnya akan dilakukan secara periodik.</p>
<p>Untuk diketahui, data yang ada di SalingSilang.com berasal dari kanal-kanal media sosial di Indonesia dan juga situs-situs yang berada di dalam Jejaring Silang Silang seperti DagDigDug.com, Politikana.com dan lain-lain. SalingSilang.com sendiri merupakan sebuah situs yang menyediakan informasi terkini tentang apa yang sedang dipercakapkan di Internet, khususnya di berbagai kanal media sosial yang tersedia di Indonesia. Versi pertama SalingSilang.com hadir 30 Juni 2010, dan versi kedua pada 22 Februari yang lalu, sekaligus ditandai dengan pertama kalinya laporan media sosial Indonesia ini dirilis.</p>
<p>[slideshare id=7894357&amp;doc=salingsilang-socmed-id-report-q12011-110509080639-phpapp01&amp;w=475]</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2011/05/salingsilang-com-kembali-merilis-laporan-media-sosial-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Infografis: Pemetaan Media Sosial di Asia</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2011/05/infografis-pemetaan-media-sosial-di-asia/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2011/05/infografis-pemetaan-media-sosial-di-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 May 2011 09:28:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Valent Mustamin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Infographic]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[APAC]]></category>
		<category><![CDATA[edelman]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=1324</guid>
		<description><![CDATA[Bersumber data dari ComScore, Edelman Digital kemarin (16/05/2011) merilis infografis yang menggambarkan tentang pemetaan penggunaan media sosial di Asia (Pasifik). Dari 13 negara yang dipetakan, Facebook ternyata mampu mendominasi dengan “menguasai” 9 negara di antaranya, yaitu India, Vietnam, Malaysia, Singapura, Indonesia, Australia, Selandia Baru, Filipina, dan Hongkong. Adapun untuk penetrasi Internet, Selandia Baru menjadi negara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bersumber data dari ComScore, Edelman Digital kemarin (16/05/2011) merilis infografis yang menggambarkan tentang pemetaan <a href="http://www.edelmandigital.com/2011/05/16/social-media-mapping-apac-–-facebook-marches-on/" target="_blank">penggunaan media sosial di Asia</a> (Pasifik).<br />
<span id="more-1324"></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1328" title="socmedasia" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2011/05/socmedasia.jpg" alt="" width="442" height="513" /></p>
<p>Dari 13 negara yang dipetakan, Facebook ternyata mampu mendominasi dengan “menguasai” 9 negara di antaranya, yaitu India, Vietnam, Malaysia, Singapura, Indonesia, Australia, Selandia Baru, Filipina, dan Hongkong. Adapun untuk penetrasi Internet, Selandia Baru menjadi negara dengan tingkat pertumbuhan tertinggi yang mencapai 85.40%.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2011/05/infografis-pemetaan-media-sosial-di-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liputan: Seminar Social Media Metrics, 4 Mei 2011</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2011/05/liputan-seminar-social-media-metrics/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2011/05/liputan-seminar-social-media-metrics/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 May 2011 01:13:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amanda Putri Afrili</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[digital PR]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[FB]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[social media metrics]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=1025</guid>
		<description><![CDATA[Social Media saat ini merupakan salah satu media ‘terseksi’ di kalangan pebisnis, terutama di Indonesia. Kini banyak perusahaan yang menggunakan social media dalam strategi Brand, Marketing maupun Sales. Tetapi, apakah anda mengetahui bagaimana cara mengukur aktivitas Brand di Social Media? Beberapa waktu lalu tepatnya pada Hari Kamis, 5 Mei 2011,  Virtual Consulting, salah satu perusahaaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Social Media saat ini merupakan salah satu media ‘terseksi’ di kalangan pebisnis, terutama di Indonesia. Kini banyak perusahaan yang menggunakan social media dalam strategi Brand, Marketing maupun Sales. Tetapi, apakah anda mengetahui bagaimana cara mengukur aktivitas Brand di Social Media?<span id="more-1025"></span></p>
<p>Beberapa waktu lalu tepatnya pada Hari Kamis, 5 Mei 2011,  Virtual Consulting, salah satu perusahaaan jasa konsultan online strategi terbesar di Indonesia, mengadakan Seminar yang mengambil tema <strong>“Social Media Success Metrics: How to Measure &amp; Optimize Your Social Media Marketing Strategy”</strong>. Seminar yang diadakan di Hotel Mulia Senayan Jakarta ini menghadirkan beberapa ‘orang penting’ yang sudah <em>expertise</em> dan melalanglangbuana di dunia online digital strategy. Nukman Luthfie, seorang Technopreneur dan Online Strategist, dan Iim Fahima Jachja CEO Virtual Consulting dan Online MarComm Strategist menjadi pembicara utama pada kesempatan kali ini. Selain itu pembicara lainnya adalah Andi Primaretha, Tuhu Nugraha, Niken Suryo dan Meisia Chandra.</p>
<div id="attachment_1074" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-1074" href="http://kenapaharuspr.com/2011/05/liputan-seminar-social-media-metrics/socmed-metrics1/"><img class="size-medium wp-image-1074" title="socmed metrics1" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2011/05/socmed-metrics1-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150242225185400&amp;set=a.10150242223190400.371588.211964130399&amp;type=1</p></div>
<p>Nukman Luthfie, yang mengangkat tema sama dengan tema Seminar kali ini, mengungkapkan bahwa dalam Strategi menggunakan Sosial Media untuk kepentingan bisnis ada 7 Langkah yang harus dilakukan, yaitu: Identifikasi Tujuan (Identifying your goals); Jangkau Publik Anda (Reach your target); Identifikasi Pengaruh (Identifying Influence); Mengenali pendapat (Recognizing Sentiment); Memicu Tindakan (Triggering Action); Mendengarkan Pembicaraan/Percakapan (Hearing the Conversation); dan Menggiring/Mengendalikan Hasil Usaha (Driving Business Outcome).</p>
<p>Sedangkan Iim Fahima Jachja bersama Niken Suryo mengangkat dengan judul presentasi “Menjadi Makhluk Sosial di Media Sosial” yang merupakan pembahasan mengenai Studi Kasus <em>social movement </em>KlikHati.com yang dilakukan oleh PT. Merck. Pada sesi ketiga setelah istirahat makan siang, diadakan sharing session dengan Andi Primaretha yang mengusung ‘Twitter Tools Monitoring Overview’, Tuhu Nugraha yang membahas ‘Facebook Tools Monitoring Overview’ dan ditutup dengan bahasan ‘Google Analytics Overview’ oleh Meisia Chandra.</p>
<p>Seminar yang dibagi menjadi tiga sesi ini mendapat respon positif dari para peserta. Melihat dari banyaknya respon yang diungkapkan para peserta seminar di akun twitter mereka dengan mengangkat hashtag #socmedmetrics dan diadakan penilaian dan hadiah untuk peserta dengan nilai Klout tertinggi.</p>
<p>Menarik? Ya. Seminar semacam ini yang sangat dibutuhkan untuk menambah khazanah wawasan di dunia komunikasi Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2011/05/liputan-seminar-social-media-metrics/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

