<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kenapa Harus PR &#187; Polri</title>
	<atom:link href="http://kenapaharuspr.com/tag/polri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kenapaharuspr.com</link>
	<description>Indonesian PR and Maketing Communication Guide</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 05:42:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Misi Briptu Norman di Televisi</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2011/04/misi-briptu-norman-di-televisi/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2011/04/misi-briptu-norman-di-televisi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 13:27:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Saifullah Kundo</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Norman Kamaru]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[rebranding image]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[Seakan menjawab spekulasi yang beredar, akhirnya pihak Humas Polri meng’iyakan’ adanya ‘misi khusus’ Briptu Norman ‘Chayya’ tampil roadshow di berbagai stasiun Televisi. Ingin mencitrakan POLRI sebagai sosok yang humanis. Sudah hampir dua pecan ini media kita diramaikan ‘pendatang’ baru, penyanyi dan ‘penjoged’ India asal Gorontalo. Uniknya lagi sosok ini bukan penyanyi biasa. Ia adalah anggota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Seakan menjawab spekulasi yang beredar, akhirnya pihak Humas Polri meng’iyakan’ adanya ‘misi khusus’ Briptu Norman ‘Chayya’ tampil roadshow di berbagai stasiun Televisi. Ingin mencitrakan POLRI sebagai sosok yang human</strong></em>is.</p>
<p>Sudah hampir dua pecan ini media kita diramaikan ‘pendatang’ baru, penyanyi dan ‘penjoged’ India  asal Gorontalo.  Uniknya lagi sosok ini bukan penyanyi  biasa. Ia adalah anggota Brigade Mobil Kepolisian Gorontalo  berpangkat Briptu, bernama Norman Kamaru.<br />
Sosoknya sepertinya sedang bersinar saat ini. Hampir di setiap tayangan ‘nyanyian’ sosok pria Gorontalo ini muncul. Tentu ini memunculkan spekulasi bahwa ini adalah upaya ‘Rebranding Polisi’ untu mengubah citra Polisi yang galak dan terkesan keras menjadi ramah, lucu, santun namun tetap tegas dan menjunjung hukum. (baca: Reality Show for Rebranding Image: Does it Work?)</p>
<p>Ini seperti yang diutarakan oleh Kepala Penerangan Umum Polri, Boy Rafli Amar, seperti yang dikutip Kompas.com Menurut Boy, citra polisi yang humanis pun menjadi tujuan misi yang diemban Norman. &#8220;Artinya Polri yang humanis. Polri yang humanis itu ya tentu Polri yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Tetapi dia (Norman) juga adalah seorang penegak hukum. Jadi kenapa Mabes memberikan arah bimbingan, karena diharapkan dapat menampilkan jati diri anggota Polri yang ideal. Oleh karena itu, kami berusaha melihat kegiatannya yang pas apa. Jadi Norman diharapkan tetap memakai identitas seperti ini,&#8221; kata Boy.</p>
<p>Komentar pun merebak menanggapi berita tersebut.   Sebagian besar justru meragukan efektifitas ‘kampanye reality show’ ini.  Satu yang terpenting menurut mereka, Polri  bukan sekadar menampilkan polisi yang pandai bernyanyi, namun justru yang terpenting adalah semua anggota Polri harus mampu menampilkan tauladan yang bisa diikuti oleh segenap lapisan masyarakat.</p>
<p>Hhm, setujukah Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2011/04/misi-briptu-norman-di-televisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SPIN = MISLEADING?</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2009/11/spin-misleading/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2009/11/spin-misleading/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 20:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Asia PR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Misleading]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Spin Doctor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini seorang teman iseng-iseng bertanya pada saya, “Mas, kalau kira-kira Mas jadi PRnya Kapolri saat ini, apa yang akan Mas lakukan supaya nama baik POLRI jadi bagus ?,” tanyanya. Saya tertegun sejenak. Ya, perkembangan wacana yang bertebaran belakangan ini yang menggambarkan perseteruan POLRI dan KPK sangat menyudutkan POLRI. Hampir semua pemberitaan menggambarkan POLRI dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-126" href="http://kenapaharuspr.com/spin-misleading.html/jika-saya-pr-polri"><img class="alignnone size-full wp-image-126" title="jika saya PR POLRI" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2009/11/jika-saya-PR-POLRI.jpg" alt="jika saya PR POLRI" width="460" height="388" /></a></p>
<p>Baru-baru ini seorang teman iseng-iseng bertanya pada saya, “<strong>Mas, kalau kira-kira Mas jadi PRnya Kapolri saat ini, apa yang akan Mas lakukan supaya nama baik POLRI jadi bagus ?,</strong>” tanyanya. Saya tertegun sejenak. Ya, perkembangan wacana yang bertebaran belakangan ini yang menggambarkan perseteruan POLRI dan KPK sangat menyudutkan POLRI. Hampir semua pemberitaan menggambarkan POLRI dan Kejaksaan sebagai lembaga yang sulit dipercaya dan diduga menjadi tempat praktek subur “mafia kasus”.</p>
<p>Bagi saya, ini tantangan menarik dari sisi Public Relation. Seorang public relationers atau lembaga public relation yang baik memang harus mampu menjalankan fungsinya untuk menjalin hubungan baik sebuah organisasi dengan para stakeholdernya (baik internal maupun eksternal) tentu terutama dengan publik. Apalagi, dalam dunia PR, Ronald Reagan menyebutnya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spin_%28public_relations%29">Spin Doctor</a>, adalah kegiatan yang mencoba menampilkan sisi baik dari sebuah organisasi untuk mendukung posisi sebuah organisasi/seseorang di tengah-tengah publik. Idealnya, praktik ini sebatas menampilkan fakat-fakta baik dan tidak menonjolkan yang buruk atau yang jelek. Well, sampai sebatas ini terkesan hal itu ok-ok saja.</p>
<p>Tapi, jika dipikir-pikir, apakah itu termasuk praktik ”membohongi publik” dengan halus? Apakah itu termasuk praktek misleading yang memang bertujuan untuk mengarahkan persepsi publik dari citra yang sebenarnya ke citra yang ”rekayasa”? Tentu, sebagaiamana profesi lainnya, seorang public relationers yang baik harus memiliki kode etik dan keberpihakan pada kebenaran serta tidak hanya client yang memberi uang semata.</p>
<p>Sambil senyam-senyum ga jelas, saya mencoba mengeles dari pertanyaan teman saya itu sambil berkata, ”Yah, itu kan kalau, nyatanya kan enggak. Ngapain juga mikirin yang enggak-enggak,” dan ngeloyor pergi. (ful)</p>
<p><em>*Ditulis oleh Saifullah Kundo, Strategic Content Specialist, Praktisi PR, dan Mantan Wartawan</em><br />
<em>Editing dan Illustrasi oleh <a href="http://padmanegara.wordpress.com">Takhta Pandu Padmanegara</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2009/11/spin-misleading/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

