<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kenapa Harus PR &#187; pansus century</title>
	<atom:link href="http://kenapaharuspr.com/tag/pansus-century/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kenapaharuspr.com</link>
	<description>Indonesian PR and Maketing Communication Guide</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 05:42:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Dari Gurita Hingga Bangsat</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2010/01/dari-gurita-hingga-bangsat/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2010/01/dari-gurita-hingga-bangsat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 07:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Asia PR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[gurita cikeas]]></category>
		<category><![CDATA[pansus century]]></category>
		<category><![CDATA[political campaign]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Arena perpolitikan kita minggu saat ini diramaikan oleh nama-nama binatang. Hal yang terbaru  adalah ”bangsat”. Merujuk kepada kamus besar Bahasa Indonesia, bangsat adalah hewan kecil sejenis kepinding atau bisa juga disebut kutu busuk. Istilah ini juga merupakan ungkapan bagi orang yang bertabiat jahat atau miskin. Binatang yang sejatinya lemah dan tak penting ini kini mendadak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/bangsat-dan-gurita.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-213" title="bangsat dan gurita" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/bangsat-dan-gurita.jpg" alt="bangsat dan gurita" width="504" height="366" /></a></p>
<p>Arena perpolitikan kita minggu saat ini diramaikan oleh nama-nama binatang. Hal yang terbaru  adalah ”bangsat”. Merujuk kepada <a href="http://kamusbahasaindonesia.org/bangsat">kamus besar Bahasa Indonesia</a>, bangsat adalah hewan kecil sejenis kepinding atau bisa juga disebut kutu busuk. Istilah ini juga merupakan ungkapan bagi orang yang bertabiat jahat atau miskin.</p>
<p>Binatang yang sejatinya lemah dan tak penting ini kini mendadak jadi penting saat dipopulerkan kembali oleh salah seorang anggota DPR di persidangan Panitia Khusus (Pansus) Bank Century yang diliput oleh banyak media. Saat itu, seorang peserta Pansus sedang beradu mulut dengan pimpinan sidang  sehingga terlontarlah ungkapan yang ‘tak pantas’ tersebut. Ungkapan itu tak pantas dilontarkan karena yang melontarkan adalah seorang anggota DPR (yang menurut asumsi umum merupakan orang-orang pilihan wakil rakyat) dan dilontarkan pada kegiatan rapat penting tentang skandal Bank Century (yang disumsikan banyak pihak sebagai agenda penting menyangkut nasib bangsa).</p>
<p><span id="more-212"></span></p>
<p>Hal ini kemudian jadi bahan ramai berita di media. Beberapa analis politik di talk show radio maupun TV, ramai mengomentari hal ini sebagai bukti tidak kredibelnya para wakil rakyat yang turut dalam pansus. Menurut mereka, jangankan untuk berkontribusi pemikiran, berkata-kata dengan cara yang baik saja mereka tidak mampu. Ujung-ujungnya adalah mempertanyakan kualitas dari lembaga DPR itu sendiri dan tentunya, kualitas kerja Pansus Century. Ada pula yang mengomentari “mau dibawa ke mana bangsa ini kalau kualitas wakil rakyatnya seperti itu? Ini juga, menurut sebagain pihak diduga merupakan upaya penggiringan opini untuk menyatakan bahwa tudingan terhadap tindakan penyelamatan Bank Century hanya upaya politisasi belaka.</p>
<p><strong>Sebelum Bangsat, ada Gurita…</strong></p>
<p>Sebelum istilah Bangsat ramai terdengar, ranah politik kita sempat dihebohkan dengan beredarnya “Gurita”.  Sang gurita ini terpampang di judul sebuah buku yaitu  “Membongkar Gurita Cikeas: di Balik Skandal Bank Century” karangan George Aditjondro. Buku ini menuai kontroversi karena berisi tuduhan terhadap mengalirnya dana Century ke beberapa yayasan, yang diduga si penulis, kemudian digunakan sebagai dana kampanye tim SBY-Boedino pada masa Pemilu lalu. Perhatian publik sempat terfokus pada buku ini. Terlebih, ketika buku ini mendadak sontak hilang di pasaran meski pemerintah menyatakan tidak menarik buku tersebut.  Ternyata, animo masyarakat yang sedemikian besarlah yang membuat buku tersebut cepat habis meski sudah dicetak ulang. Bahkan sangking tingginya permintaan, cetakan aspalnya pun (asli tapi palsu) laris manis dengan harga tinggi di toko-toko buku kecil pinggir jalan.</p>
<p>Pihak yang diserang tak tinggal diam. Semua pihak yang disebutkan secara negatif di buku tersebut ramai-ramai membantah keterlibatan mereka. Beragam talkshow dan bedah buku yang disponsori media massa diadakan untuk menampung ‘debat’ kedua belah pihak, tertuduh dan yang menuduh. Hal yang dikritik tertuju pada validasi data dan metodologi penulisan yang dilakukan oleh George. Salah satu kritikan itu bahkan sudah terformat rapih dalam bentuk buku baru yang berjudul “Hanya Fitnah dan Cari Sensasi:George Revisi Buku” karangan Setiyardi Negara.</p>
<p><strong>Apatis dan Jenuh?</strong></p>
<p>Publik benar-benar dihadapkan dengan perang campaign yang amat nyata. Di satu sudut ada pihak yang bersikukuh membenarkan tindakan penyelamatan Bank Century berlandasakan sejumlah alasan. Di sisi lain, ada pihak yang merasa hal tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dengan juga sejumlah alasan lain. Keduanya bertempur dengan sengit menggunakan strategi <em>campaign</em> mereka masing-masing.  Sedemikian sengitnya sehingga perang itu berisi tudingan-tudingan saling menyalahkan, menjatuhkan dan cenderung kasar. Kekerasan secara verbal bahkan fisik (seperti pelemparan buku oleh George kepada pihak yang mendebatnya) dipertontonkan secara jelas</p>
<p>Kini, publik terbelah dan ragu. Mayoritas bahkan bersikap apatis dan jenuh. Perang <em>campaign </em>yang terlalu vulgar seperti yang ditunjukkan oleh kedua belah pihak, justru menimbulkan rasa antipati di mata publik. Terlihat, bahkan kiprah Pansus Century DPR RI yang sejatinya mencoba mengungkap kasus ini juga dicermati dengan setengah hati.</p>
<p>Tercitra jelas di publik bahwa semua pihak sarat kepentingan. Terkesan, tak ada yang murni membela kepentingan rakyat. Dimulai dari kepentingan pribadi untuk cari sensasi, kepentingan golongan untuk mempertahankan kekuasaan dan kepentingan kelompok tertentu.</p>
<p>Fenomena ini merupakan tantangan bagi tim <em>public relation</em> kedua belah pihak untuk memposisikan dirinya dengan tepat di mata masyarakat. Perlu terobosan bentuk campaign yang baru. Campaign yang cantik, damai dan santun. Di atas semua itu, tentu harus dilandaskan pada etika dan keberpihakan pada kebenaran. Hanya dengan landasan itu maka semua strategi campaign dan PR akan mampu bukan saja mendapat pembenaran logis namun juga keberpihakan nurani masyarakat. Semoga pihak-pihak yang berseteru menyadari hal ini. Kita tunggu saja&#8230;</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/jagoan.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-214" title="jagoan" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/jagoan.jpg" alt="jagoan" width="600" height="377" /></a></p>
<p><em>*Ditulis oleh Saifullah Kundo, Strategic Content Specialist, Praktisi PR, dan Mantan Wartawan<br />
Editing dan Illustrasi oleh <a href="http://padmanegara.wordpress.com">Takhta Pandu Padmanegara</a></em><br />
<em>Illustrasi oleh Delio Ionik</em></p>
<p>Image Source:<br />
<a onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/worldeconomicforum/962913999/sizes/o/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');" href="http://www.flickr.com/photos/worldeconomicforum/962913999/sizes/o/">Flickr.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2010/01/dari-gurita-hingga-bangsat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

