<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kenapa Harus PR &#187; kontroversi</title>
	<atom:link href="http://kenapaharuspr.com/tag/kontroversi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kenapaharuspr.com</link>
	<description>Indonesian PR and Maketing Communication Guide</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 05:42:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mau Ngetop? Jadilah Kontroversi!</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2009/12/mau-ngetop-jadilah-kontroversi/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2009/12/mau-ngetop-jadilah-kontroversi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 20:44:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Asia PR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Bila Anda produser film dan ingin film Anda ngetop, jadilah kontroversi! Ya, belakangan ini jagad film kita diramaikan dengan konroversi beragam film. Mulai dari ”Menculik Miyabi” pada pertengahan September, disusul dengan film kiamat ”2012” beberapa minggu lalu dan yang terbaru film ”Balibo Five”. Film ”Menculik Miyabi” menjadi kontroversial karena menurut rencana awal akan dibintangi oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-171" href="http://kenapaharuspr.com/mau-ngetop-jadilah-kontroversi.html/miyabi"><img class="alignnone size-full wp-image-171" title="miyabi" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2009/12/miyabi.jpg" alt="miyabi" width="400" height="295" /></a></p>
<p>Bila Anda produser film dan ingin film Anda ngetop, jadilah kontroversi! Ya, belakangan ini jagad film kita diramaikan dengan konroversi beragam film. Mulai dari ”Menculik Miyabi” pada pertengahan September, disusul dengan film kiamat ”2012” beberapa minggu lalu dan yang terbaru film ”Balibo Five”.</p>
<p>Film ”Menculik Miyabi” menjadi kontroversial karena menurut rencana awal akan dibintangi oleh film porno asal Jepang, Maria Ozawa atau dikenal dengan Miyabi. Dan yang lebih kontroversial lagi, film itu akan syuting di Indonesia. Meski Ody Mulya Hidayat, sang produser film bersikukuh bahwa film tersebut bukan fim porno,tak pelak rencana tersebut menuai banyak tentangan. Berbagai pihak menolak kedatangan Miyabi. Mulai dari MUI, FPI, GP Anshor dan berbagai ormas keagamaan dan masyarakat. Blog-blog juga ramai mendiksusikan itu, pro maupun kontra. Media pun tak kalah heboh meliput sensasi ini. Kabar terakhir menyatakan bahwa akhirnya film itu batal tayang, untuk meredam gejolak protes masyarakat.</p>
<p>Namun,  apa benar ’promosi’ film dan ’Miyabi’ jadi terhenti? Eit tunggu dulu, diam-diam kini jusru banyak orang yang jadi ’pingin tahu’ isi film itu dan sosok ’Miyabi’. Lapak-lapak DVD dan VCD film porno bajakan diduga  menuai keuntungan atas ’curiosity’ masyarakat itu. Yang jelas, ini promosi gratis bagi film tersebut dan sosok ”Miyabi’.</p>
<p>Setelah Miyabi, lalu jagad kontroversi film Indonesia kembali diramaikan  oleh film kiamat ”2012”. Hal ini dimulai dari protes MUI Malang yang menyatakan bahwa film yang dianggap menggambarkan tentang kiamat itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan tendesius ke ajaran agama tertentu. Lalu bagaimana reaksi publik? Apakah kemudian film itu jeblok di pasaran?</p>
<p>Justru sebaliknya. Film itu justru menuai ’promosi gratis’ hingga antrian penonton mengular di bioskop-bisokop. Berbagai DVD bajakan ’2012’ pun ditawarkan hingga di atas jembatan penyeberangan di Jakarta. Tentu dengan sedikit rayuan maut para penjual, ”film ini bakal dicekal lo” kepada para pembeli.</p>
<p>Jelas, promosi gratis untuk film ini!  Kembali, alih-alih dijauhi, film kontroversial justru memancing minat banyak orang. Siapa yang untung? Jelas produser film dan para penjual film. Bayangkan,hanya dalam waktu tiga hari saja, kabarnya, film ini berhasil meraup untung Rp2,1 triliun. Wow, luar biasa.( <a href="http://movie.detikhot.com/commentpaging/2009/11/16/112557/1242402/229/2/diputar-tiga-hari-2012-raup-rp-21-triliun">http://movie.detikhot.com/commentpaging/2009/11/16/112557/1242402/229/2/diputar-tiga-hari-2012-raup-rp-21-triliun</a>)</p>
<p>Selesai Miyabi, kini muncul kontroversi atas film Balibo Five. Film ini dilatarbelakangi kondisi konflik bersenjata di Balibo, sebuah kota di Timor Leste pada masa integrasi Timor Timur pada 1975 lalu. Film semi dokumenter ini menceritakan terrbunuhnya lima jurnalis asing pada konflik bersenjata di sana. Lembaga Sensor Film melarang penayangan film ini karena dianggap tendensius menyudutkan peran ABRI pada masa itu. Panitia Jakarta Film Festifal (Jiffest)  protes Mereka terpaksa batal menayangkan film itu. Komisi  X DPR RI yang membidangi seni dan budaya juga ikut-ikutan protes. Komisi yang bertabur bintang ini berencana memanggil Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik dan LSF untuk menjelaskan fenomena ini. ”Film ini kan menceritakan sejarah dan harus diberitahukan. Jangan diedit,&#8221; ujar anggota Komisi X, Eko Hendro Purnomo di Jakarta, Kamis (3/12/2009) dengan lantang, seperti yang dikutip okezone.com</p>
<p>Lalu apakah pasca pelarangan LSF film ini akan ’hilang dari peredaran’? Justru sebaliknya. Tunggu saja sampai kita ketemu lagi dengan sang penjual DVD bajakan di jembatan penyebarangan yang menghamparkan belasan film ”Balibo Five” plus rayan mautnya.</p>
<p><strong>Kontroversi jadi promosi.</strong></p>
<p>Kontroversi menuai promosi. Meski bukan hal yang benar-benar baru, hal ini tetap menarik untuk dicermati. Entah di-desain dengan sengaja atau tidak, yang jelas para produsen film diuntungkan dengan promosi kontroversi gratis ini. Tudingan atau keberatan yang ditujukan pada suatu film malah berbalik melambungkan film tersebut.</p>
<p>Bila dikemas dengan apik oleh para produsen, hal ini dapat menjadi alternatif dari baiya promosi mahal yang disodorkan oleh berbagai agensi periklanan. Intinya,memancing keingintahuan konsumen. Kita pun, tanpa sadar, ataupun sadar namun tidak tertahan, ikut jadi alat promosi gratis bagi mereka. Apalagi kalau kita ikut ramai mendiskusikannya di media internet. Tentu promosi itu akan lebih ajeg dan menyebarluas tanpa batas. Bayangkan juga berapa biaya promosi yang dapat dihemat para produsen? Luar biasa. Bravo untuk kontroversi! (ful)</p>
<p><em>*Ditulis oleh Saifullah Kundo, Strategic Content Specialist, Praktisi PR, dan Mantan Wartawan<br />
Editing dan Illustrasi oleh <a onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');" href="http://padmanegara.wordpress.com/">Takhta Pandu Padmanegara</a></em></p>
<p><em>Image Source: </em>http://2.bp.blogspot.com/_tHp6L6LMgzk/SoY2TWVsyEI/AAAAAAAAAxA/QFLMZ6p109Q/s400/miyabi.jpg</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2009/12/mau-ngetop-jadilah-kontroversi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

