Home » Featured, Ide Kreatif!

SPIN = MISLEADING?

25 November 2009 2 Comments

jika saya PR POLRI

Baru-baru ini seorang teman iseng-iseng bertanya pada saya, “Mas, kalau kira-kira Mas jadi PRnya Kapolri saat ini, apa yang akan Mas lakukan supaya nama baik POLRI jadi bagus ?,” tanyanya. Saya tertegun sejenak. Ya, perkembangan wacana yang bertebaran belakangan ini yang menggambarkan perseteruan POLRI dan KPK sangat menyudutkan POLRI. Hampir semua pemberitaan menggambarkan POLRI dan Kejaksaan sebagai lembaga yang sulit dipercaya dan diduga menjadi tempat praktek subur “mafia kasus”.

Bagi saya, ini tantangan menarik dari sisi Public Relation. Seorang public relationers atau lembaga public relation yang baik memang harus mampu menjalankan fungsinya untuk menjalin hubungan baik sebuah organisasi dengan para stakeholdernya (baik internal maupun eksternal) tentu terutama dengan publik. Apalagi, dalam dunia PR, Ronald Reagan menyebutnya Spin Doctor, adalah kegiatan yang mencoba menampilkan sisi baik dari sebuah organisasi untuk mendukung posisi sebuah organisasi/seseorang di tengah-tengah publik. Idealnya, praktik ini sebatas menampilkan fakat-fakta baik dan tidak menonjolkan yang buruk atau yang jelek. Well, sampai sebatas ini terkesan hal itu ok-ok saja.

Tapi, jika dipikir-pikir, apakah itu termasuk praktik ”membohongi publik” dengan halus? Apakah itu termasuk praktek misleading yang memang bertujuan untuk mengarahkan persepsi publik dari citra yang sebenarnya ke citra yang ”rekayasa”? Tentu, sebagaiamana profesi lainnya, seorang public relationers yang baik harus memiliki kode etik dan keberpihakan pada kebenaran serta tidak hanya client yang memberi uang semata.

Sambil senyam-senyum ga jelas, saya mencoba mengeles dari pertanyaan teman saya itu sambil berkata, ”Yah, itu kan kalau, nyatanya kan enggak. Ngapain juga mikirin yang enggak-enggak,” dan ngeloyor pergi. (ful)

*Ditulis oleh Saifullah Kundo, Strategic Content Specialist, Praktisi PR, dan Mantan Wartawan
Editing dan Illustrasi oleh Takhta Pandu Padmanegara

Mari berbagi artikel ini:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Blogosphere News
  • email
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Posterous
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter

2 Comments »

  • Muhammad Nasrullah said:

    wah susah juga yahh untuk menjadi seorang pr’a polisi… untung saja ini cuma “kalau”… jika beneran saya ga bisa bayangin gimana kerja keras’a serang pr polisi… karena nama polisi sudah cukup jelek d mata masyarakat dari kasus” kecil seperti tilang, sampai kasus besar seperti korupsi,jadi butuh mental baja untuk menjadi seorang pr polisi karena pasti public susah untuk di berikan pemahaman yang baik karena nama polisi sudah cukup kurang bagus.

  • Saifullah Kundo said:

    Betul itu. Aku lihat dilema juga sih. Di satu sisi, itu bisa jadi tantangan tuk PR. Di sisi lain, bs juga ada tentangan batin buat PRnya, apa iya ini misleading apa bukan hehe. Yah, semua hal tentu ada sisi positif en negatifnya sih..tergantung kita mau lihat dari sisi mana:-)

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.