Piala Dunia dan Video Mesum Mirip Artis
Ada dua berita yang sedang hangat-hangatnya digadang-gadang media saat ini. Pertama tentang gempita piala dunia dan kedua tentang video mesum mirip artis. Kedua berita ini seakan membuat berita lain tersingkir jauh. Mulai dari polemik Century (yang kemudian jadi tak jelas ujung pangkalnya), kriminalisasi KPK, mafia hukum (Anggodo CS), apalagi tentang peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni lalu beserta polemik nya. Hhm, cukup sekali saja muncul di berita, setelah itu…. hilang deh
Kalau bicara bola, maka yang dinanti orang sebenarnya adalah kejutannya. Ada yang mungkin menjagokan Perancis, atau Italia sebagai juara dunia. Namun kenyataan berkata lain, mereka tersingkir bahkan sejak babak penyisihan. Jepang yang tak terlalu diunggulkan ternyata bisa masuk babak per delapan final. Kejutan bukan? Di sinilah justru letak serunya. Tak ada hitungan matematis yang bisa mensahkan bahwa tim ini bisa unggul, tim yang lain tidak. Citra yang terbentuk bahwa tim Italia yang 4 kali juara dunia sehingga layak unggul ternyata mentah di lapangan.
Lain pula dengan Ariel. Saat tulisan ini ditulis, ia sudah resmi ditahan sebagai tersangka pelaku video mesum. Sementara, pasangan mainnya di video itu belum ditangkap. Well, meski terkesan janggal, tapi sudahlah, biar itu jadi urusan kepolisian. Yang menarik dari kasus ini adalah, begitu video ini merebak, citra Ariel mendadak jadi anjlok. Semua pihak ramai-ramai menghujatnya. Bahkan, ada beberapa pihak yang sempat mengusirnya dari domisilinya di Bandung karena ia dianggap sudah mencemari kota Bandung dengan kelakuannya itu. Meski perlu ditanya lagi sih, pihak-pihak yang mengusirnya itu apakah lebih berhak memilki kota Bandung dibanding Ariel?
Spinning Citra
Nah tapi uniknya, ketika akhirnya Ariel menjadi tersangka dan resmi jadi tahanan, tudingan dan cercaan itu perlahan berubah menjadi dukungan yang semain menguat. Dimulai dari para fans-nya yang tak sudi lagu-lagu Peterpan yang dilantunkan Ariel dicekal, hingga para artis dan seniman yang juga ramai-ramai membela Ariel untuk terus berkarya. Kejutan antiklimaks bukan?
Kekalahan tim-tim sepakbola yang berawal cercaan dan cemooh juga demikian. Namun itu semua perlahan berbalik menjadi simpati ketika para pelatih dan tim secara sportif mengakui kekalahan mereka dan meminta maaf kepada publik pendukungnya. Dimulai dari Kim Jong Hun, pelatih tim Korea hingga Marcello Lippi, pelatih tim Italia. Publik menjadi simpati atas sikap sportif tersebut.
Ya, terjadi spinning citra di sini. Ibarat kata, kalau nasih sudah jadi bubur, tentu tidak bsa lagi jadi nasi Tapi bubur tetap bisa enak dimakan, bahkan bisa lebih mahal harganya dari nasi jika ditaburi ayam, bawang goreng dan diaduk dengan telur setengah matang. Mak nyus! Bagaimana menurut Anda?
Ditulis oleh Saifullah Kundo, Strategic Content Specialist, Praktisi PR, dan Mantan Wartawan
Editing dan Ilustrasi oleh Takhta Pandu Padmanegara




















ariel lagi..bosen ah
Menarik Pak…
Menurut saya ada beberapa berita yang memang di”sengaja”kan muncul sebagai kejutan untuk mengalihkan perhatian..
Betulkah?? hehehe..
Menurut saya spinning citra tersebut terjadi karena citra yang bersangkutan sebelum kasus itu terjadi cukup baik di mata masyarakat.
atau mungkin ini untuk menutupi kasus yg dianggap merugikan pihak yg berwenang yg lebih besar..
Betul betul betul.
[...] selengkapnya: kenapaharuspr.com » Blog Archive » Piala Dunia dan Video Mesum … [...]
Leave your response!
Kenapa Harus PR Facebook Fan Page
Tag
Abdurrahman Wahid brand Brand Communication brand community endorser Cyber PR! Cyber Spin david vs goliath ekuitas merk emotional branding facebook Facebookers Genuine PR government Public Relations Guerrilla Campaign Gus Dur jakarta banjir Kamuflase Knowledge katalisator merek kontroversi KPK market education marketing communication Misleading nenek minah omni Online Campaign online community Online Movement pertamina pluralis Polri PR dengan hati program buzz PR pemerintahan public relations Reality Show Research; Public Relations Shadow Boxing Social Media Social Movement Spin Doctor spinning image spinning issue switching skill tidak adil
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Jejak Lalu
Kategori
Blogroll
Internasional
Organisasi
Recent Comments
Most Commented
Recent Posts