Xi nian Kuai Leu. Gong Xi Fat Choi. Selamat tahun baru dan semoga banyak rejeki!. Demikian ucapan dan tulisan yang bertaburan di mana-mana pada pertengahan Februari lalu. Semua mall, restoran hingga toko-toko kelontong berukuran kecil pun sekaan tak mau ketinggalan turut serta mencantumkan tulisan itu. Pernak-pernik khas Tionghoa bergelantungan di pintu-pintu masuk pertokoan. Ya, inilah perayaan tahun baru imlek. Tahun ini, jatuh pada tahun macan. Uniknya, imlek tahun ini juga dengan tanggal perayaan valentine 14 Februari 2010. Tragedi menjadi Komoditi . . .
Untuk yang kedua kalinya Wordpress Enthusiast (sebutan untuk pecinta Wordpress) di Indonesia berkumpul dalam satu konferensi besar, Wordcamp Indonesia 2010 (Wordcampid). Wordcampid 2010 tahun ini diadakan di Universitas Gunadarma, Depok, Sabtu, 30 Januari 2010 dengan mengangkat tema “Developer’s Spotlight”. Jumlah peserta yang ikut dalam acara ini mencapai ± 350 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan ada beberapa peserta yang berasal dari luar Indonesia.
Betapa gembiranya seorang anak dan ayah yang sedang bermain dengan senter sambil menembakkan cahayanya ke layar. Cahaya tersebut dipergunakan untuk mengontrol butiran-butiran air yang harus dimasukkan secepat mungkin ke dalam botol sebuah air mineralnya Pak Tirto Utomo, yang saya yakin 100% Anda semua pernah meminumnya.
Rekayasa, atau dalam bahasa asalnya kita kenal dengan engineering, memang memiliki konotasi negatif ketika dikaitkan dengan masalah citra. Setidaknya, itulah yang terjadi dalam persepsi masyarakat Indonesia. Menariknya, istilah “rekayasa citra” begitu lekat pada profesi Public Relations dan politik. Rekayasa dipersepsikan sebagai hal yang negatif karena dikesankan sebagai upaya mengubah sesuatu demi kepentingan diri sendiri ataupun pihak tertentu.