“Berapa jumlah liputan medianya? Gimana eventnya sukses, berapa banyak yang datang? Wah, orang PR tuh memang cantik-cantik yah? Frameworknya apa? KPI nya gimana?” Begitulah sekelumit masalah dalam dunia Public Relations di Indonesia. PR sering diasosiasikan dengan banyaknya liputan media, wajah cantik yang menawan, KPI dan Framework yang masih di-nomor dua-kan, tidak ditempatkan pada posisi strategis, dsb, padahal PR adalah strategi dasar pencitraan sebuah organisasi, dimana setiap langkah harus bisa diukur dan diduplikasi secara sistematis.
Menjaga Rahasia Bisnis ,menyimpan informasi atau mengurangi kesempatan kompetitor untuk berkembang, adalah jurus-jurus bisnis yang jamak dilakukan untuk memperbesar usaha sendiri. Bagaimana kalau jurus itu dibalik? Memberikan rahasia bisnis, berbagi informasi dan memberi jalan kompetitor untuk maju?
Itulah value yang dianut oleh komunitas TDA, singkatan dari Tangan Diatas. Sebuah komunitas yang mendukung anggotanya satu sama lain untuk menjadi wirausaha. Berbeda dengan prinsip kewirausahaan umumnya yang menekankan pada pentingnya menjaga resep produk/jasa, komunitas ini justru menekankan pentingnya konsep berbagi di antara sesama. Di kalangan komunitas ini bahkan ada keyakinan bahwa semakin banyak …
Ketika melintasi jalan di daerah padat Gatot Subroto, Jakarta, penulis sedikit terhenyak melihat papan reklame besar yang terpampang di pinggir jalan: “Dukung si Anu, Calon Ketua Partai Anu”. Gambar reklame itu lengkap dengan tampilan tulisan menarik plus foto calon sedang tersenyum lucu. Luar biasa, berapa ya dana yang digelontorkan untuk menampilkan wajah tersenyum itu di billboard?
Sesampai di rumah, eh si Anu tiba-tiba muncul lagi. Kali ini dalam bentuk iklan yang biasa disetting untuk produk makanan balita namun kini disetting ulang jadi produk politik. Intinya pada akhir iklan berbunyi, “dukung si …