<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kenapaharuspr.com</title>
	<atom:link href="http://kenapaharuspr.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kenapaharuspr.com</link>
	<description>Indonesian Public Relations Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 10:47:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ratu Ommaya: Mengusung Values dengan Komunitas</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2010/03/ratu-ommaya-mengusung-values-dengan-komunitas/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2010/03/ratu-ommaya-mengusung-values-dengan-komunitas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 10:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok!]]></category>
		<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[Ratu Ommaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Wajahnya sumringah ketika bertemu tim kenapaharusPR di sebuah kafe di Jakarta. “Saya Maya,” katanya ramah. Nama lengkapnya sendiri agak panjang . Ratu Maulia Ommaya Firhah. Di usia yang masih berkepala dua ia sudah menduduki posisi yang cukup tinggi yaitu PR Manager di sebuah perusahaan multinasional, The Body Shop Indonesia.  Jelas ini sebuah prestasi.  Buktinya, iapun dianugerahi sebagai juara pertama alumni award dari universitas tempat ia menimba ilmu ke-PR an yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relation. Ia dianggap berpestasi dan dicalonkan oleh banyak pihak karena dianggap mampu berkarir di dunia PR dengan baik .]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/03/pr-manager-the-body-shop-indonesia-copy1.png"><img class="alignnone size-full wp-image-327" title="pr manager the body shop indonesia copy" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/03/pr-manager-the-body-shop-indonesia-copy1.png" alt="pr manager the body shop indonesia copy" width="392" height="521" /></a><br />
</strong><strong></strong></p>
<p>Wajahnya sumringah ketika bertemu tim kenapaharusPR di sebuah kafe di Jakarta. “Saya Maya,” katanya ramah. Nama lengkapnya sendiri agak panjang . Ratu Maulia Ommaya Firhah. Di usia yang masih berkepala dua ia sudah menduduki posisi yang cukup tinggi yaitu PR Manager di sebuah perusahaan multinasional, The Body Shop Indonesia.  Jelas ini sebuah prestasi.  Buktinya, iapun dianugerahi sebagai juara pertama alumni award dari universitas tempat ia menimba ilmu ke-PR an yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relation. Ia dianggap berpestasi dan dicalonkan oleh banyak pihak karena dianggap mampu berkarir di dunia PR dengan baik .</p>
<p>Sementara, tentang The Bodyshop sendiri adalah perusahaan yang unik karena sarat dengan berbagai kampanye nilai (values) yang membela kaum perempuan maupun lingkungan. Tentu masih kuat tertanam di benak kita kampanye dari merek ini yaitu ‘against animal testing’ lalu ada juga kampanye “stop kekerasan dalam rumah tangga”. Pendekatan kampanye seperti ini cukup unik karena ternyata dapat juga menopang pemasaran produk. Lalu bagaimana pendekatan ini dilakukan di Indonesia? Apa saja yang sudah dilakukan oleh The Bodyshop sejak  18 tahun lalu berada di Indonesia?</p>
<p>Pada sore yang basah oleh hujan itu, diselingi wedang jahe dan kudapan gorengan, kami berbincang-bincang tentang banyak hal.  Tentang diri, cita, cinta, karir, komunitas dan green campaign.  Berikut petikannya:</p>
<p><strong>kenapaharusPR: Bisa cerita sedikit tentang komunitas yang dikembangkan the Bodyshop Indonesia?</strong></p>
<p><em><strong>Maya:</strong> Ya, the Bodyshop Indonesia sangat peduli dengan values-values yang stands for women (membela kaum perepmpuan). Semisal dengan mengangkat value tentang KDRT, lalu tentang HIV AIDS.</em><br />
<strong><br />
Teknisnya bagaimana?</strong></p>
<p><em>Dalam mengusung setiap values, kami bekerjasama dengan NGO. Misalkan dalam mengusung values tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) the Bodyshop bekerja sama dengan Unicef. Lalu saat mengusung  values tentang korban HIV kami bekerjasama dengan Komnas Perempuan. Dalam mengusung values ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk peduli bahwa ada yang bisa kita kerjakan untuk kebaikan bersama.</em></p>
<p><strong>Bagaimana mengaitkan kampanye ini dengan produk?</strong></p>
<p><em>Nah, kami mencoba mengajak konsumen untuk turut serta dalam kampanye ini dengan pembelian produk. Hal yang pasti, 100% dari hasil penjualan produk ini kami sumbangkan untuk gerakan kampanye tersebut kepada NGO yang pendamping kami.</em></p>
<p><strong>Bagaimana komunitas terbentuk melalui kampanye ini?<br />
</strong><br />
<em>Selain mengajak para konsumen untuk turut serta membeli produk, kami juga memberikan edukasi dengan menyebarkan leaflet atau mengajak konsumen untuk bersama-sama mengisi petisi. Hingga saat ini beberapa values yang sudah kami kampanyekan di Indonesia adalah Green Campaign terutama tentang bahaya Global Warming, Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Bantu kaum Perempuan yang terkena HIV-AIDS. Untuk kampenye Green Campaign sendiri bahkan kantor kami di Bintaro  sempat memenangkan Juara Pertama Green Office 2009 serta mampu menularkan semangat untuk peduli dengan lingkungan ini kepada warga masyarakat di sekitar Bintaro.</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p style="margin: 0pt 0pt 10pt;"><span style="font-family: Calibri;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<div style="width:425px" id="__ss_3363296"><strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/padmanegara/mengusung-values-dengan-komunitas" title="Mengusung Values dengan Komunitas" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/padmanegara/mengusung-values-dengan-komunitas?referer=');">Mengusung Values dengan Komunitas</a></strong><object width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=meettheprpractitioner-thebodyshopindonesia-100308041253-phpapp02&#038;stripped_title=mengusung-values-dengan-komunitas" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=meettheprpractitioner-thebodyshopindonesia-100308041253-phpapp02&#038;stripped_title=mengusung-values-dengan-komunitas" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object>
<div style="padding:5px 0 12px">View more <a href="http://www.slideshare.net/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/?referer=');">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/padmanegara" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/padmanegara?referer=');">Takhta Pandu Padmanegara</a>.</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2010/03/ratu-ommaya-mengusung-values-dengan-komunitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Confucious: Ajaran Nasionalisme ala Cina</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2010/03/confucious-ajaran-nasionalisme-ala-cina/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2010/03/confucious-ajaran-nasionalisme-ala-cina/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 04:35:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi!]]></category>
		<category><![CDATA[movie review]]></category>
		<category><![CDATA[resensi film]]></category>
		<category><![CDATA[strategi komunikasi dengan film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Memang wajar kalau Cina disebut sebagai pusat peradaban disamping Timur Tengah dan Eropa pada jaman dulu. Ajaran Kong Qie, yaitu Konfusiusisme, murid dari Lao Tse ini sudah ada dari masa sebelum masehi dan masih relevan untuk diterapkan di dunia yang serba kacau ini. Kebaikan, kejujuran, kesopanan, cinta tanah air dan sesama adalah nilai-nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em> </em></p>
<div id="attachment_317" class="wp-caption alignleft" style="width: 222px"><em><em><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/03/poster_confucius_01.jpg"><img class="size-medium wp-image-317 " title="poster confucius" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/03/poster_confucius_01-212x300.jpg" alt="Confucius Movie Poster" width="212" height="300" /></a></em></em><p class="wp-caption-text">Confucius Movie Poster</p></div>
<p><em>Memang wajar kalau Cina disebut sebagai pusat peradaban disamping Timur Tengah dan Eropa pada jaman dulu. Ajaran Kong Qie, yaitu Konfusiusisme, murid dari Lao Tse ini sudah ada dari masa sebelum masehi dan masih relevan untuk diterapkan di dunia yang serba kacau ini. Kebaikan, kejujuran, kesopanan, cinta tanah air dan sesama adalah nilai-nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. </em></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="560" height="340" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/fjrX1UZXI_A&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="340" src="http://www.youtube.com/v/fjrX1UZXI_A&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Film yang disutradarai oleh Mei Hu, dan diperankan secara total oleh Chow Yun-Fat sebagai Kong Qie ini memang sarat akan nasionalisme.  Dalam film ini karir politik Kong Qie di kerajaan Lu diperlihatkan oleh sang sutradara, bagaimana dari seorang walikota menjadi seorang menteri hukum dan kemudian menjadi pengganti perdana menteri. Confucious menentang ajaran-ajaran feodal, perbudakan, kekerasan pada wanita dan anak, korupsi, dan politik kotor.</p>
<p>Seperti film kolosal Cina lainnya, saya pasti terkagum-kagum melihat <em>setting </em>cerita ini yang ditata dengan sangat detail sehingga penggambaran era Cina sebelum masehi terlihat sangat indah dan menawan. <em>Mis en Scene </em>(pengadegan) yaitu pencahayaan, pewarnaan, koreografi gerak kamera, pemilihan <em>angle</em> kamera dan pemain-pemainnya sangat baik diterapkan oleh Mei Hu.</p>
<p><strong>Naik dan Datar</strong></p>
<p>Kekurangan pada film ini terletak pada membangun suasana untuk penonton. Pada awal film, penonton awam akan mulai beradaptasi dengan para tokoh yang muncul satu per satu dalam setiap adegan, kemudian penonton juga akan berusaha memahami situasi hubungan Kerajaan Lu dengan kerajaan lainnya. Setelah itu, barulah suasana film terbangun dengan sangat baik, penonton akan tertawa dengan kecerdikan Kong Qie, dan bagaimana penggambaran perang dengan <em>Special Effect</em> yang menarik.</p>
<p>Akan tetapi pada saat pertengahan film menjelang akhir, penonton akan merasa bosan karena suasana setelah naik di awal berbenturan dengan suasana datar di tengah menuju akhir dari film ini. Ini cukup membuat penonton mengantuk sesaat, mulai bermain handphone mereka atau sekedar mengecek kembali apakah snack mereka masih cukup sampai akhir film atau tidak.</p>
<p><strong>Strategi Komunikasi Pemerintah Cina</strong></p>
<p>Dana pembuatan Confucious ditanggung seluruhnya oleh pemerintah Cina. Dalam film sangat jelas terlihat propaganda-propaganda nasionalis dan cinta tanah air negara adikuasa baru ini untuk rakyatnya (dan mungkin untuk masyarakat dunia).</p>
<p>Film Confucious merupakan salah satu implementasi dari strategi komunikasi pemerintah Cina untuk mengangkat semangat Nasionalisme rakyat Cina. Bagaimana seorang rakyat harus rela berkorban untuk negaranya, kesetiaan, dan menunjukkan bahwa <em>The Great Empire of China </em>akan bangkit.</p>
<p>Saat ini, Cina memang sudah menguasai ekonomi dunia, lihatlah barang-barang Cina, meskipun kualitas masih nomor dua, tapi kehadirannya yang ada dimana-mana di seluruh belahan dunia ini membuat ekonomi barat dan timur dibuat pusing. Para ilmuwan Cina yang ada di seluruh dunia diajak untuk kembali ke negaranya memperkuat penelitian di Cina. Terlihat juga bagaimana ketidakberdayaan Google yang ditunggangi oleh pemerintah AS melawan tekanan pemerintah Cina untuk menanamkan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi macet di tengah jalan. Hebat!</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan Indonesia, seberapa jauh sih apresiasi pemerintah Indonesia terhadap dunia film dan apakah dalam strategi komunikasi, film masuk didalamnya? Tanya saja kepada rumput yang bergoyang, dan mungkin rumput yang bergoyang akan menjawab “Pemerintah Indonesia justru sudah membuat film dengan dana milliaran, dan berhasil membuat rakyat bingung, investor bingung, dan membuat penonton muntah semuntah-muntahnya?”</p>
<p>“Memang filmnya film apa?”</p>
<p>“Itu loh film Pansus Century dan Politikus Genit!”</p>
<p><em>*Ditulis oleh <a onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F2010%2F02%2Fwahana-kebaikan-alam-aqua-aktivasi-brand-melalui-edukasi-konsumen%2F');" href="http://padmanegara.wordpress.com/">Takhta Pandu Padmanegara</a>, Cyber Public Relations Specialist, Blogger, dan Visual Thinker</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2010/03/confucious-ajaran-nasionalisme-ala-cina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengontrol Reputasi Brand di Social Media</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2010/02/mengontrol-reputasi-brand-di-social-media/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2010/02/mengontrol-reputasi-brand-di-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 03:58:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus!]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[brand reputation]]></category>
		<category><![CDATA[crisis management]]></category>
		<category><![CDATA[damage control]]></category>
		<category><![CDATA[mario teguh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Karena kejadian motivator Mario Teguh yang menghebohkan dunia twitter dengan komentarnya dan akhirnya menutup akun twitternya, saya jadi ingin sharing tentang damage control di social media... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/control-brand-reputation-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-311" title="control brand reputation copy" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/control-brand-reputation-copy.jpg" alt="control brand reputation copy" width="532" height="384" /></a></p>
<p>Karena kejadian motivator <a href="http://www.detiknews.com/read/2010/02/21/111840/1303690/10/sebut-wanita-perokok-tak-layak-dinikahi-mario-teguh-dikecam-di-twitter" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.detiknews.com/read/2010/02/21/111840/1303690/10/sebut-wanita-perokok-tak-layak-dinikahi-mario-teguh-dikecam-di-twitter?referer=');">Mario Teguh yang menghebohkan dunia twitter</a> dengan komentarnya dan akhirnya menutup akun twitternya, saya jadi ingin sharing tentang <strong>damage control di social media</strong>.</p>
<p>Sebagai pemilik bisnis online yang berlandaskan service, dan memutuskan untuk terjun total di social media, saya dan <a href="http://Kutukutubuku.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/Kutukutubuku.com?referer=');">Kutukutubuku.com</a> tentu tak luput dari kesalahan yang memungkinkan customer komplain langsung di social media yang bisa dibaca dan menyebar ke ribuan orang dalam sekejap.</p>
<p>Karena saya anggap kita sebagai personal juga mempunyai posisi sama dengan brand, maka saya coba kasih beberapa tips sesuai pengalaman selama ini untuk mengontrol reputasi brand di social media:<br />
<strong>Respond Quickly.</strong> Meskipun hanya untuk bilang, “mohon menunggu kami segera melakukan pengecekan.”</p>
<p><strong>Lakukan Perbaikan. Don’t Argue</strong>. <em>It only make things worst &amp; make you look bad already</em>. Jika ada satu orang yang complain/mengkritik bisnis Anda, dekati dan selesaikan masalahnya secara personal baik via email atau DM. Minta maaf terlebih dahulu, bahkan jika Anda belum mengetahui duduk perkaranya. Jika ternyata Anda yang benar atau jika masalah sudah diselesaikan, customer akan kembali ke social media dengan komentar positif untuk brand Anda tanpa diminta.</p>
<p><strong>Have Conversation.</strong> Jika Anda diserang dari segala arah seperti Mario Teguh, meskipun Anda pikir yang Anda katakan di twitter itu benar dan tak ada salahnya, Anda tetap harus berbesar hati untuk melihat pendapat orang banyak, dan melakukan conversation untuk menerima pendapat mereka. Kembali lah ke twitter dan rebut kembali hati para follower dengan twit-twit yang bermanfaat.</p>
<p><strong>Siapkan Crisis Management Plan.</strong> Untuk damage besar yang terlanjur terjadi pada satu customer, siapkan special plan untuk recover ‘kerugian’ apapun yang dialami customer</p>
<p><strong>Awasi channel social media yang Anda miliki.</strong> Untuk bisnis, sebaiknya ada staf khusus yang dilatih untuk mencermati channel-channel social media yang Anda miliki untuk mendeteksi potensi krisis secara dini. Jangan lupa untuk mengajari staf Anda menggunakan bahasa-bahasa yang layak untuk mendinginkan situasi</p>
<p><em><strong>Ada yang mau menambahkan?</strong></em></p>
<p><em>*Ditulis oleh <a href="http://www.salsabeela.com/about/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.salsabeela.com/about/?referer=');">Aulia Halimatussadiah (Ollie)</a>, Pemilik <a href="http://Kutukutubuku.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/Kutukutubuku.com?referer=');">Kutukutubuku.com</a>, <a href="http://Heartyboutique.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/Heartyboutique.com?referer=');">Heartyboutique.com</a>, <a href="http://tukusolution.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/tukusolution.com?referer=');">TukuSolution.com</a>, Novelis dan Blogger</em></p>
<p><em>Editing dan Ilustrasi oleh <a href="http://padmanegara.wordpress.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com?referer=');">Takhta Pandu Padmanegara</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2010/02/mengontrol-reputasi-brand-di-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gong Xi Fat Choi!</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2010/02/gong-xi-fat-choi/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2010/02/gong-xi-fat-choi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 08:29:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus!]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[spinning issue]]></category>
		<category><![CDATA[valentine; chinese new year]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Xi nian Kuai Leu. Gong Xi Fat Choi. Selamat tahun baru dan semoga banyak rejeki!. Demikian ucapan dan tulisan yang bertaburan di mana-mana pada pertengahan Februari lalu. Semua mall, restoran hingga toko-toko kelontong berukuran kecil pun sekaan tak mau ketinggalan turut serta mencantumkan tulisan itu. Pernak-pernik khas Tionghoa bergelantungan di pintu-pintu masuk pertokoan. Ya, inilah perayaan tahun baru imlek. Tahun ini, jatuh pada tahun macan. Uniknya, imlek tahun ini juga dengan tanggal perayaan valentine 14 Februari 2010. Tragedi menjadi Komoditi . . . ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/valentine-and-chinese-new-year.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-300" title="valentine and chinese new year" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/valentine-and-chinese-new-year.jpg" alt="valentine and chinese new year" width="500" height="391" /></a></p>
<p><em>Xi nian Kuai Leu. Gong Xi Fat Choi</em>. Selamat tahun baru dan semoga banyak rejeki!. Demikian ucapan dan tulisan yang bertaburan di mana-mana pada pertengahan Februari lalu. Semua mall, restoran hingga toko-toko kelontong berukuran kecil pun sekaan tak mau ketinggalan turut serta mencantumkan tulisan itu. Pernak-pernik khas Tionghoa bergelantungan di pintu-pintu masuk pertokoan. Ya, inilah perayaan tahun baru imlek. Tahun ini, jatuh pada tahun macan.</p>
<p>Uniknya, imlek tahun ini juga dengan tanggal perayaan valentine 14 Februari 2010. Maka semakin lengkaplah pernak-pernik yang ditampilkan. Ada gambar hati (simbol khas Valentine) yang berpadu dengan macan lucu, ada paduan antara warna merah (yang khas imlek) dengan warna merah jambu (yang khas Valentine). Semuanya berpadu meriah, membuat banyak orang tergiur untuk membeli pernak-pernik yang ditawarkan.</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/perayaan-imlek-dan-valentine.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-308" title="perayaan imlek dan valentine" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/perayaan-imlek-dan-valentine.jpg" alt="perayaan imlek dan valentine" width="500" height="375" /></a></p>
<p><strong>Tragedi jadi Komoditi</strong></p>
<p>Tak berbeda dengan perayaan hari besar maupun hari keagamaan lain, saatnya Valentine adalah saatnya berjualan. Semua toko dan produk berlomba memanfaatkan momen yang ’dianggap penting’ ini untuk meraup untung besar. Kontroversi yang meliputi, seperti seruan MUI  yang mengharamkan Valentine Day, bukannya meredupkan perayaan ini malah semakin membuat orang yang tidak tahu menjadi tahu dan akhirnya larut dalam ’perayaan ini’. Perayaan ini juga membuka peluang usaha bagi banyak orang, bunga mawar yang biasanya 4 ribu rupiah, melonjak jadi 10 bahkan 15 ribu rupiah</p>
<p>Hal menarik di sini adalah bagaimana kecerdikan para pelaku pasar mengambil momentum ini. Padahal, hari Valentine pada asal muasalnya adalah hari tragedi yang mengerikan karena merupakan saat dibunuhnya seorang pendeta, Santo Valentinus oleh kaisar Romawi saat itu, kaisar Claudius. Santo Valentinus berkeras tetap mau menikahkan pasangan muda-mudi waktu itu meski dilarang Kaesar Caludius. Momen ini dialihkan sedemikian rupa oleh para industrialis Amerika pada ada 20 sebagai momen perayaan cinta. Perayaan tentu indentik dengan konsumtivisme. Dimulai dari penjualan kartu cinta secara massal, hingga pernak-pernik ’cinta’ lainnya saat ini.</p>
<p>Itu lah pemasaran; bisa merubah tragedi jadi komoditi. Pertentangan pun jadi semakin meninggikan nilai komoditi yang dijual. Dan sebetulnya, tanpa sadar, sudah begitu banyak perubahan dalam diri kita yang dilakukan oleh orang-orang pemasaran.</p>
<p>Saat saya kecil, masakan yang menggunakan bumbu masak hanya mie rebus dan bakso. Sekarang? Rasanya hampir semua masakan menggunakan bumbu masak. Bahkan ketika kita memasaknya dengan bumbu tradisional, masih saja merasa kurang mantap bila tidak ditambah bumbu masak.</p>
<p>Dalam keseharian, dulu juga kita lebih berbekal sapu tangan untuk mengelap sesuatu. Sekarang, fungsi sapu tangan diganti dengan tissue. Hal yang juga jelas terasa ketika ponsel menjadi barang wajib yang tak boleh tertinggal bagai dompet. Padahal, dulu, kita dapat terus beraktivitas lancar cukup mengandalkan telpon rumah atau kantor.  Namun mengapa kini kita seakan tak bisa hidup tanpa ponsel di genggaman? Itulah hebatnya pemasaran, yang dapat menciptakan kebutuhan dan pasar.</p>
<p>Memang, seperti yang digambarkan oleh Pedro Guido, konsultan pemasaran Italia dalam bukunya The No-Need Society (Masyarakat yang tak butuh apa-apa) ketika semua kebutuhan konsumen sudah terpenuhi maka harapan bagi pemasaran adalah dengan menciptakan ’pasar-pasar’ dan ’kebutuhan’ baru. Tanpa itu, maka  produk akan kehilangan pasar</p>
<p>Seperti juga yang dikemukakan oleh Philip Kottler dalam bukunya <em>Marketing Insights from A to Z: 80 Concepts Every Manager Needs to Know</em>, P adalah untuk Public Relation. Menurut Kottler dalam buku itu, pemasar memang harus mampu memanfaatkan strategi public relation dan tidak melulu mementingkan iklan untuk memasarkan produk. Apalagi resistensi audiens saat ini terhadap PR semakin kuat. Perkembangan metode ini kemudian memunculkan pola MarketingPR yang mencoba memanfaatkan pendekatan PR untuk memasarkan barang dan bahkan menciptakan pasar.</p>
<p><strong>Asosiasi Momentum</strong></p>
<p>Beberapa merek memang sengaja mengasosiasikan produknya dengan momen tertebntu. Produk-produk itu di-PR kan sedemikian rupa sehingga menjadi seakan tak terlepaskan dari sebuah momentum. Hasilnya berupa ekuitas merek yang kuat. Kita bisa lihat beberapa produk retail diasosiasikan dengan momen-momen tertentu. Misal, tak lengkap rasanya merayakan Valentine tanpa memberikan coklat Toblerone berbentuk hati kepada sang kekasih.  Imlek tak lengkap rasanya jika tidak dirayakan dengan buah jeruk atau buah naga. Bagi umat Islam, tak lengkap rasanya menjalani puasa tanpa berbuka dengan sirup Marjan. Atau berlebaran dengan sarung Gajah Duduk. Begitu pula dengan momen tahun baru yang tak lengkap jika tak dirayakan dengan petasan dan kembang api.</p>
<p>Oleh sebab itu tak heran jika banyak merek yang mencoba mengaitkan momen-momen tersebut dengan produk mereka. Meski sebenarnya, jika dipikir-pikir hal itu tak terlalu terkait. Sebagai contoh, teh sari wangi mencoba mengaitkan mereknya dengan momentum ’berbincang-bincang santai’. Tag line ”Mari ngeteh, mari bicara” dicoba ditanamkan dengan kuat di benak konsumen. Tag line itu seakan bicara bahwa jika kita ingin berbincang santai baiknya sambil minum teh dan tehnya adalah sariwangi. Lain pula tag line yang digencarkan oleh Teh botol Sosro. Merek ini muncul dengan tagline ”apapun makananya, minumnya teh botol Sosro”. Seakan berbicara, jangan lupa minum teh sosro ketika Anda selesai makan.</p>
<p>Sekalipun terkadang kita tahu, bahwa momentum itu dibangun sebagai asosiasi merek; tetap saja kita melihat dengan anggukan kepala tanda setuju. Bahkan ketika tahu bahwa diskon memang dibuat untuk membuat laku sebuah produk, tetap saja kita merangsek diantara pembeli-pembeli lain untuk memanfaatkan diskon.</p>
<p>Itu lah kreativitas; dia melesat melewati batas-batas kesadaran normal. Kita tahu bahwa itu hasil rekayasa, tapi kita dengan ikhlas ikut dalam permainannya. Ini mirip dengan ketika kita nonton film horor; sudah tahu bahwa film tersebut akan menakutkan, akan mengejutkan,  tapi tetap saja kita masuk ke bioskop dan bayar pula. Kita rela untuk membayar, sekalipun akan ditakuti.</p>
<p>Itu kreativitas momentum yang mampu menembus batas-batas kesadaran konsumen. Jadi, mari kita ikut menikmati bagaimana kreativitas tersebut dikembangkan. Dan tidak perlu menjadi konsumtif pula, karena itu.</p>
<p>Jadi, sekali lagi Gong Xi Fat Choi, selamat tahun baru dan selamat berbelanja&#8230;yang perlu-perlu saja ya.</p>
<p><em>*Ditulis oleh Silih Agung Wasesa, Senior PR &amp; Marcomm Consultant, Managing Partner AsiaPR, Pengarang Buku Brand PR, dan Penulis</em><br />
<em>Illustrasi dan Editing oleh <a onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.google.com/profiles/padmanegara?referer=');pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.google.com/profiles/padmanegara?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F%3Fs%3Dsilih%2Bagung%2Bwasesa%26x%3D0%26y%3D0');" href="http://www.google.com/profiles/padmanegara">Takhta Pandu Padmanegara</a></em></p>
<p><em>Foto:<br />
http://www.flickr.com/photos/sunshee/4356166981/<br />
Koleksi Pribadi</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2010/02/gong-xi-fat-choi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>In the Name of Wordpress…</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2010/02/in-the-name-of-wordpress%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2010/02/in-the-name-of-wordpress%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 08:43:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cyber PR!]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus!]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[online community]]></category>
		<category><![CDATA[wikinomics]]></category>
		<category><![CDATA[worcampid]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Untuk yang kedua kalinya Wordpress Enthusiast (sebutan untuk pecinta Wordpress) di Indonesia berkumpul dalam satu konferensi besar, Wordcamp Indonesia 2010 (Wordcampid). Wordcampid 2010 tahun ini diadakan di Universitas Gunadarma, Depok, Sabtu, 30 Januari 2010 dengan mengangkat tema “Developer’s Spotlight”. Jumlah peserta yang ikut dalam acara ini mencapai ± 350 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan ada beberapa peserta yang berasal dari luar Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wordpress-.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-290" title="wordpress" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wordpress-.jpg" alt="wordpress" width="500" height="335" /></a></p>
<p>Untuk yang kedua kalinya <strong><span style="color: #3366ff;">Wordpress Enthusiast </span></strong>(sebutan untuk pecinta <a href="http://wordpress.org" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/wordpress.org?referer=');">Wordpress</a>) di Indonesia berkumpul dalam satu konferensi besar,<strong> <span style="color: #3366ff;">W</span><span style="color: #333333;"><span style="color: #3366ff;">ordcamp</span> Indonesia 2010 <span style="color: #000000;"><a href="http://id.wordcamp.org" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/id.wordcamp.org?referer=');">(Wordcampid</a>)</span></span></strong>. Wordcampid 2010 tahun ini diadakan di Universitas Gunadarma, Depok, Sabtu, 30 Januari 2010 dengan mengangkat tema <strong><span style="color: #3366ff;">“Developer’s Spotlight”</span></strong>. Jumlah peserta yang ikut dalam acara ini mencapai ± 350 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan ada beberapa peserta yang berasal dari luar Indonesia.</p>
<p>Wordcamp Indonesia 2010 kembali dikejutkan oleh data yang diberikan oleh Wordpress. Jakarta adalah kota dengan trafik tertinggi di dunia untuk Wordpress.com, mengalahkan Sao Paolo, London, dan Mexico sedangkan dalam lingkup negara Indonesia berada di urutan kelima (lihat grafik dibawah).<br />
<a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wordpress-kota-terbanyak1.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-280" title="wordpress kota terbanyak" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wordpress-kota-terbanyak1-1024x614.jpg" alt="wordpress kota terbanyak" width="547" height="327" /></a></p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wordpressnegara-terbanyak.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-281" title="wordpressnegara terbanyak" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wordpressnegara-terbanyak-1024x588.jpg" alt="wordpressnegara terbanyak" width="546" height="312" /></a></p>
<p>Perkembangannya terlihat sangat signifikan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan analisis dari <a href="http://www.google.com/trends" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.google.com/trends?referer=');">Google Trends</a> terhadap trafik wordpress.com dari Indonesia,</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/Google-Trends-wordpress.com-graphic-1.png"><img class="alignnone size-full wp-image-283" title="Google Trends- wordpress.com graphic" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/Google-Trends-wordpress.com-graphic-1.png" alt="Google Trends- wordpress.com graphic" width="591" height="235" /></a></p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/Google-Trends-wordpress.com-rates.png"><img class="alignnone size-large wp-image-284" title="Google Trends- wordpress.com rates" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/Google-Trends-wordpress.com-rates-1024x300.png" alt="Google Trends- wordpress.com rates" width="576" height="168" /></a></p>
<p>Pada tahun sebelumnya <a href="http://ma.tt" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/ma.tt?referer=');">Matt Mullenbeg</a>, pendiri <a href="http://automattic.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/automattic.com?referer=');">Automattic</a>, perusahaan dibalik Wordpress, datang sebagai Keynote Speaker. Untuk tahun ini, Keynote Speaker diisi oleh <a href="http://dentedreality.com.au" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/dentedreality.com.au?referer=');">Beau Lebens</a>, Code Wrangler (Developer) dari Automattic , yang juga Founder &amp; Chief Technology Officer (CTO) dari <a href="http://www.mybabyourbaby.com/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.mybabyourbaby.com/?referer=');">My Baby Our Baby</a>, dan konsultan IT.  Sedangkan untuk speaker lainnya diisi oleh praktisi, konsultan, dan entrepreneur IT dari berbagai spesialisasi.</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/Beau-Lebens.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-285" title="Beau Lebens" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/Beau-Lebens-1024x682.jpg" alt="Beau Lebens" width="464" height="308" /></a></p>
<p>Presentasi Beau Lebens adalah sebagai berikut:</p>
<div id="__ss_3037528" style="width: 425px; text-align: left;"><a style="font:14px Helvetica,Arial,Sans-serif;display:block;margin:12px 0 3px 0;text-decoration:underline;" title="What's up with WordPress" href="http://www.slideshare.net/beaulebens/whats-up-with-wordpress" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/beaulebens/whats-up-with-wordpress?referer=');">What&#8217;s up with WordPress</a><object style="margin:0px" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=keynote-wcid-100130214940-phpapp02&amp;stripped_title=whats-up-with-wordpress" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed style="margin:0px" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=keynote-wcid-100130214940-phpapp02&amp;stripped_title=whats-up-with-wordpress" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object>Presentasi ini bisa didownload di sini &gt;&gt; <a href="http://www.box.net/shared/aam0x4lhjv " onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.box.net/shared/aam0x4lhjv?referer=');">What&#8217;s up with Wordpress</a></div>
<p>Pada kesempatan ini, Beau Lebens juga akan memberikan informasi perkembangan WordPress teranyar. Pada 19 Desember 2009 yang lalu WordPress telah merilis versi 2.9 yang diberi kode nama Carmen yang berasal dari nama Carmen McRae seorang musisi jazz legendaris.  Per 20 Januari 2010, WordPress 2.9 telah diunduh sebanyak 2,600,000 kali di seluruh dunia. April mendatang, WordPress akan segera memperkenalkan versi 3.0 yang  menurut Beau Lebens memiliki perkembangan yang signifikan dibandingkan dengan versi-versi sebelumnya. “Kami berharap pengguna WordPress di seluruh dunia yang pada September tahun lalu mencapai 202 juta pengguna dapat terus meningkat dengan semakin berkembangnya versi WordPress,” tambah Lebens. Selain itu, WordPress juga akan meluncurkan versi betanya pada 1 Maret 2010. Pada versi beta ini akan terjadi penggabungan antara Wordpress MU (WordPress Multi-User) dan WordPress Standalone.</p>
<p><strong>Besar Berkat Komunitas</strong></p>
<p>Komunitas adalah kunci dalam membesarkan sebuah Brand. Apalagi untuk Brand yang memposisikan diri sebagai Brand “Open Source”. Yup, <a href="http://www.opensource.org/docs/osd" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.opensource.org/docs/osd?referer=');">Open Source</a>, adalah kunci utama untuk menjadi besar di era <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Freemium" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/id.wikipedia.org/wiki/Freemium?referer=');">Freemium</a> ini, terutama di bidang <em>software</em>, sistem operasi, sampai dengan suatu aplikasi. “Besar berkat komunitas” dan Wordpress, adalah salah satunya.</p>
<p>Wordpress dibesarkan oleh komunitas. Setiap orang dari berbagai belahan dunia dapat mengembangkan wordpress. Para sukarelawan ini saling berbagi, memberikan masukan, ide, dan ikut menyebarluaskan wordpress. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat &#8220;Kopdar&#8221;nya wordpress enthusiast, yang disebut dengan Wordcamp.</p>
<p><strong>WordCamp </strong>adalah pertemuan atau konferensi informal yang fokus pada apapun yang berhubungan dengan WordPress. Siapa saja, dari pengguna biasa sampai dengan pengembang menghadiri acara ini. Susunan acara tersebut biasanya diisi dengan pembicara dari beberapa kalangan terkait. Tahun 2006 adalah tahun pertama diselenggarakannya WordCamp di San Fransisco. Di beberapa penjuru dunia, WordCamp diadakan di Cape Town, Manila, Beijing, Portland, Salt Lake City, Birmingham, Raleigh-Durham, Toronto, Honolulu, Sydney, Filipina, dan Washington D.C.</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wordcamp-.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-288" title="wordcamp" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wordcamp-.jpg" alt="wordcamp" width="574" height="286" /></a></p>
<p>WordCamp pertama digelar pada Juli 2006 (<a href="http://central.wordcamp.org/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/central.wordcamp.org/?referer=');">http://central.wordcamp.org</a>) dihadiri tiga ratus orang di Swedish American Hall, San Francisco. WordCamp pertama di luar Amerika Serikat diadakan pada Oktober 2007 di Buenos Aires, Argentina dan Tel Aviv, Israel.</p>
<p>WordCamp di Indonesia pertama kali diadakan tahun 2009, bertempat di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta Selatan selama dua hari. WordCamp Indonesia 2009 adalah WordCamp kedua yang diselenggarakan di Asia Tenggara setelah di Filipina.</p>
<p><strong>Online Community &amp; Wikinomics</strong></p>
<p>Wordpress menerapkan konsep  Online Community -Connection,Engagement,Collaboration-.</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wordpress-online-community-concept.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-286" title="wordpress online community concept" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wordpress-online-community-concept.jpg" alt="wordpress online community concept" width="457" height="336" /></a></p>
<p>Komunitas saling terhubung dan memulai diskusi. Kemudian dari Conversation tersebut timbul value-value (nilai-nilai) yang mengikat antar individu. Dari situ  engagement muncul. Engagement ini akan membuat sekumpulan orang-orang yang ada di dalam lingkaran komunitas itu menjadi solid. Dan pada akhirnya kolaborasi tercipta.</p>
<p>Konsep seperti ini juga dipakai oleh open source lain, seperti linux, joomla, wikipedia, hingga brand-brand dunia, seperti sun microsystem, starbucks, P&amp;G, cisco, dsb. Saya jadi teringat, suatu konsep seperti ini yang oleh Don Tapscott &amp; Anthony D. Williams, disebut Wikinomics. Wikinomics terdapat di Wordpress.</p>
<p>Dalam sistem kerjanya, wikinomics memiliki empat prinsip utama, yakni:</p>
<p><strong>1. <em>Openness</em></strong><br />
<em>Openness</em> yang dimaksud adalah terbuka bagi semua pihak yang ingin berpartisipasi di dalamnya, baik sebagai penulis maupun sebagai pembaca.<br />
<strong>2. <em>Peering</em></strong><br />
<em>Peering </em>menunjukkan bahwa wikinomics menggunakan sistem kerja kelompok yang berarti terdiri atas kelompok-kelompok partisipan, bukan individu saja.<br />
<strong>3. <em>Sharing</em></strong><br />
<em>Sharing </em>berarti semua pengguna wikinomics saling berbagi informasi yang ada dan bersama-sama dalam menggunakan semua fasilitas yang tersedia.<br />
<strong> <strong>4. <em>Actuating Globally</em></strong></strong><br />
<em>Actuating Globally</em><strong><em> </em></strong>artinya wikinomics dapat diakses oleh orang-orang dari manapun dan kapanpun, tanpa batasan-batasan tertentu, termasuk dari kalangan manapun.</p>
<p>Online Community dengan konsep Wikinomics, sangat lah powerful. Wordpress dengan wordcampnya adalah buktinya. Bagaimana dengan brand anda?</p>
<p><em>*Ditulis oleh <a onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F2010%2F02%2Fwahana-kebaikan-alam-aqua-aktivasi-brand-melalui-edukasi-konsumen%2F');" href="http://padmanegara.wordpress.com/">Takhta Pandu Padmanegara</a>, Cyber Public Relations Specialist, Blogger, dan Visual Thinker</em></p>
<p><em>Jika ingin foto yang lain bisa dilihat di <a href="http://www.flickr.com/photos/47184983@N04/sets/72157623342592658/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/47184983_N04/sets/72157623342592658/?referer=');">WordpressID Flickr Photoset</a> dan <a href="http://www.flickr.com/photos/borkazoid/sets/72157623175487245/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/borkazoid/sets/72157623175487245/?referer=');">Beau Lebens Flickr Photoset</a><br />
Untuk catatan Wordcamp versi Beau Lebens bisa dibaca di blognya <a href="http://dentedreality.com.au/2010/01/wordcamp-indonesia-2010/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/dentedreality.com.au/2010/01/wordcamp-indonesia-2010/?referer=');">Dented Reality </a></em></p>
<p><em>Sedangkan untuk presentasi lainnya bisa dilihat di:<br />
- <a href="http://www.slideshare.net/valentmustamin/pressing-words-with-a-cloud-wordpress-technical-overview-the-art-of-the-scale-and-the-cloud" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/valentmustamin/pressing-words-with-a-cloud-wordpress-technical-overview-the-art-of-the-scale-and-the-cloud?referer=');">Pressing Words with a Cloud: WordPress Technical Overview, the art of the Scale, and the Cloud by Hans Zaunere: </a><br />
- <a href="http://www.slideshare.net/valentmustamin/high-performance-wordpress-faster-cheaper-easier-pick-three" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/valentmustamin/high-performance-wordpress-faster-cheaper-easier-pick-three?referer=');">High-performance-wordpress-faster-cheaper-easier-pick-three by Harry Sufehmi </a><br />
- <a href="http://www.slideshare.net/valentmustamin/why-mysql" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/valentmustamin/why-mysql?referer=');">Why mySQL by Idris Khanafi</a><br />
- <a href="http://www.slideshare.net/valentmustamin/wordpress-as-a-content-management-system" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/valentmustamin/wordpress-as-a-content-management-system?referer=');">WordPress as a Content Management System, by Setyagus Sucipto</a><br />
- <a href="http://www.slideshare.net/valentmustamin/develop-and-run-php-on-windows-sayhello-to-wordpress-on-azure" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/valentmustamin/develop-and-run-php-on-windows-sayhello-to-wordpress-on-azure?referer=');">Develop and Run PHP on Windows. Say(Hello); to WordPress on Azure, by Risman Adnan &amp; Ronald Rajagukguk</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2010/02/in-the-name-of-wordpress%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wahana Kebaikan Alam Aqua: Aktivasi Brand melalui Edukasi Konsumen</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2010/02/wahana-kebaikan-alam-aqua-aktivasi-brand-melalui-edukasi-konsumen/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2010/02/wahana-kebaikan-alam-aqua-aktivasi-brand-melalui-edukasi-konsumen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 11:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus!]]></category>
		<category><![CDATA[aktivasi]]></category>
		<category><![CDATA[consumer education]]></category>
		<category><![CDATA[wahana aqua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Betapa gembiranya seorang anak dan ayah yang sedang bermain dengan senter sambil menembakkan cahayanya ke layar. Cahaya tersebut dipergunakan untuk mengontrol butiran-butiran air yang harus dimasukkan secepat mungkin ke dalam botol sebuah air mineralnya Pak Tirto Utomo, yang saya yakin 100% Anda semua pernah meminumnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Betapa gembiranya seorang anak dan ayah yang sedang bermain dengan senter sambil menembakkan cahayanya ke layar. Cahaya tersebut dipergunakan untuk mengontrol butiran-butiran air yang harus dimasukkan secepat mungkin ke dalam botol sebuah air mineralnya Pak <a href="http://kisah2orangsukses.blogspot.com/2009/09/kisah-sukses-aqua-rajanya-air-minum.html" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/kisah2orangsukses.blogspot.com/2009/09/kisah-sukses-aqua-rajanya-air-minum.html?referer=');">Tirto Utomo</a>, yang saya yakin 100% Anda semua pernah meminumnya.</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wahana-aqua.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-268" title="wahana aqua" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wahana-aqua.jpg" alt="wahana aqua" width="500" height="390" /></a></p>
<p>Di sudut lain ada sekelompok anak yang bermain puzzle tentang gunung-gunung besar di Indonesia, ada juga Ibu dan anaknya yang sangat aktif berlari-lari melewati jembatan, dan halang rintang sehingga membuat keringat bercucuran, sampai ada sekelompok anak yang sedang asyik menanam pohon. Kalau haus, mereka tidak perlu khawatir karena hampir setiap lima meter, ada dispenser yang  menyediakan air minum, lengkap dengan gelas  plastik lengkap dengan brandingnya.</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wahana-aqua2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-269" title="wahana kebaikan alam" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wahana-aqua2.jpg" alt="wahana kebaikan alam" width="512" height="400" /></a></p>
<p>Yap, itulah program aktivasi Aqua.  <a href="http://www.aqua.com/aqua_v3/ina/danoneaqua_about.php" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.aqua.com/aqua_v3/ina/danoneaqua_about.php?referer=');">Aqua</a> mengadakan aktivasi brand, 30 – 31 Januari lalu, dengan mengadakan Wahana Kebaikan Alam di Plaza Utara Senayan, Jakarta, pukul 6:00 – 20:00 WIB. Acara ini merupakan salah satu rangkaian program AKSI 2010 (AQUA untuk Keluarga Sehat Indonesia).</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wahana-kebaikan-alam.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-270" title="wahana kebaikan alam" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/wahana-kebaikan-alam.jpg" alt="wahana kebaikan alam" width="451" height="338" /></a></p>
<p>George Yudistira, Marketing Manager, Danone AQUA mengatakan, “Di Wahana Seleksi, pengunjung dapat mencari tahu perbedaan kualitas air berdasarkan sumbernya dengan menggunakan alat peraga modern, menyaksikan demo siklus air, menguji sendiri kadar mineral mata air pegunungan, menyusun puzzle kebaikan alam, dan pengalaman tak terlupakan ketika masuk ke lorong 9-5-1 (pendekatan 9 kriteria, 5 tahapan pemilihan dan 1 tahun penelitian untuk menyeleksi sumber air terbaik). Wahana Seleksi memberi gambaran tentang betapa sangat selektifnya AQUA untuk mendapatkan sumber air terbaik karena kami ingin selalu menyajikan yang terbaik dari alam untuk kebaikan hidup dalam setiap tetes AQUA.”<sup> (vivanews.com)<br />
</sup><br />
Rangkaian Wahana Kebaikan Alam Aqua, diantaranya,tangkap kebaikan alam, burma bridge, terima kasih alam, panggung cerita kebaikan alam, melukis dengan bahan alam, aquapedia, kreativitas dari alam, bermain dengan binatang, permainan blind soccer, sahabat alam, foto ceria kebaikan alam, permainan alirkan air, permainan jejak petualang, permainan giant puzzle, permainan buta bisu normal, permainan kunci keutuhan air, national geographic indonesia, permainan dinosaurus, aquakustik, boincy castle, permainan buldozer, dan panggung ceria kebaikan alam, yang menyuguhkan penampilan artis-artis Idola Cilik, salah satunya Debo, dan pembawa acara Deni Chandra dan Sarah Sechan.</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/peta-wahana-aqua.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-271" title="peta wahana aqua" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/peta-wahana-aqua.jpg" alt="peta wahana aqua" width="434" height="325" /></a></p>
<p><strong>Edukasi konsumen untuk pasar masa depan</strong></p>
<p>Dalam aktivasi terlihat jelas bahwa Aqua kembali menggenjot aktivitas Below-The-Linenya untuk melakukan pendekatan Brand tidak hanya kepada masyarakat umum, tetapi kepada keluarga yang berfokus pada anak-anak. Kenapa anak-anak? Mereka kan tidak punya <em>buying power</em> yang besar? Justru itu, Aqua ingin membentuk <em>future market</em>. Sehingga pendekatan <em>consumer education</em> dengan konsep edutainment-lah yang dipilih.</p>
<p>Anak-anak ini tidak hanya akan menjadi <em>future market</em>, tetapi juga akan ikut mempengaruhi orang tua mereka dalam membuat keputusan, terutama ketika membeli air mineral kemasan. Disamping itu <a href="http://kenapaharuspr.com/2009/09/pr-yang-efektif-2/"><em>emotional branding</em></a> akan tercipta.</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/consumer-education.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-272" title="consumer education" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/consumer-education-1024x582.jpg" alt="consumer education" width="634" height="359" /></a></p>
<p>Dalam <em>consumer education/market education </em>pesan utama yang akan “ditanamkan” dalam kegiatan aktivasi harus sesuai dengan <em>key message </em>yang ingin disampaikan. <em>Key message</em> ini harus mempunyai <em>long-term objective</em>, karena tujuannya adalah pasar masa depan.  Sedangkan, peningkatan sales adalah bonus untuk <em>short-term objective</em>.</p>
<p>Aktivitas-aktivitas consumer education seperti ini sering dilakukan oleh brand-brand besar, seperti Pepsodent, Walls, Toyota, dsb. Saya ingat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jack_Trout" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Jack_Trout?referer=');">Jack Trout</a> dalam bukunya di tahun 1996,<a href="http://books.google.co.id/books?id=iltAFVzIVx4C&amp;dq=jack+trout,+the+new+positioning&amp;printsec=frontcover&amp;source=bn&amp;hl=id&amp;ei=kVJtS-HVDdGTkAWLwfzTBw&amp;sa=X&amp;oi=book_result&amp;ct=result&amp;resnum=4&amp;ved=0CBkQ6AEwAw" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/books.google.co.id/books?id=iltAFVzIVx4C_amp_dq=jack+trout_+the+new+positioning_amp_printsec=frontcover_amp_source=bn_amp_hl=id_amp_ei=kVJtS-HVDdGTkAWLwfzTBw_amp_sa=X_amp_oi=book_result_amp_ct=result_amp_resnum=4_amp_ved=0CBkQ6AEwAw&amp;referer=');"><em> The New Positioning</em></a>, menyatakan <strong><em>“PR is the first, advertising second. PR plants the seed. Advertising harvests the crop. The truth is that advertising can’t start a fire. It can only fan a fire after its been started.”<br />
</em></strong></p>
<p><em>*Ditulis oleh <a href="http://padmanegara.wordpress.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com?referer=');">Takhta Pandu Padmanegara</a>, Cyber Public Relations Specialist, Blogger, dan Visual Thinker</em></p>
<p><em>Image Source: Foto diambil langsung oleh penulis pada hari Minggu, 31 Januari pukul 08.30 &#8211; 13.00</em></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 684px; width: 1px; height: 1px;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Aktivitas-aktivitas consumer education seperti ini sering dilakukan oleh brand-brand besar, seperti Pepsodent, Walls, Toyota, dsb.</p>
<p class="MsoNormal">Saya ingat Jack Trout dalam bukunya di tahun 1996, <em>The New Positioning, </em>menyatakan “PR is the first, advertising second. PR plants the seed. Advertising harvests the crop. The truth is that advertising can’t start a fire. It can only fan a fire after its been started.”</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2010/02/wahana-kebaikan-alam-aqua-aktivasi-brand-melalui-edukasi-konsumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rekayasa Citra</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2010/02/rekayasa-citra/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2010/02/rekayasa-citra/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 10:47:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Kreatif!]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus!]]></category>
		<category><![CDATA[pencitraan politik]]></category>
		<category><![CDATA[politic]]></category>
		<category><![CDATA[political PR]]></category>
		<category><![CDATA[shaping image]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Rekayasa, atau dalam bahasa asalnya kita kenal dengan engineering, memang memiliki konotasi negatif ketika dikaitkan dengan masalah citra. Setidaknya, itulah yang terjadi dalam persepsi masyarakat Indonesia. Menariknya, istilah “rekayasa citra” begitu lekat pada profesi Public Relations dan politik. Rekayasa dipersepsikan sebagai hal yang negatif karena dikesankan sebagai upaya mengubah sesuatu demi kepentingan diri sendiri ataupun pihak tertentu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/rekayasa-citra-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-252" title="rekayasa citra copy" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/rekayasa-citra-copy.jpg" alt="rekayasa citra copy" width="432" height="557" /></a></p>
<p>Rekayasa, atau dalam bahasa asalnya kita kenal dengan <em>engineering</em>, memang memiliki konotasi negatif ketika dikaitkan dengan masalah citra. Setidaknya, itulah yang terjadi dalam persepsi masyarakat Indonesia. Menariknya, istilah “rekayasa citra” begitu lekat pada profesi Public Relations dan politik. Rekayasa dipersepsikan sebagai hal yang negatif karena dikesankan sebagai upaya mengubah sesuatu demi kepentingan diri sendiri ataupun pihak tertentu.</p>
<p>Seberapa jauh rekayasa menjadi negatif, tentu masing-masing pihak punya alasan tersendiri. Namun, masalahnya bukanlah terletak pada urusan rekayasa itu negatif atau positif. Masalahnya lebih terletak pada persepsi tentang  profesi Public Relations dan politik itu tadi. Maklum, baik Public Relations maupun politisi dipersepsikan suka melakukan rekayasa yang manipulatif. Persoalan berikutnya terkait cara memandang kerja Public Relations dan praktek politik itu sendiri. Sekadar contoh, saat Public Relations melakukan rekayasa penampilan seorang tokoh politik dengan  melatih cara berucap yang tegas. Seringkali, hal itu dipersepsikan sebagai sebuah upaya “membohongi” publik. Alasannya, mengubah penampilan dan menentukan apa yang (harus) dibicarakan oleh tokoh politik acapkali dianggap sebagai upaya untuk menutupi  realitas yang sebenarnya dari tokoh tersebut.</p>
<p>Dalam praktik, tidak dapat dimungkiri bahwa banyak proses pencitraan yang dilakukan lewat pemolesan luar biasa atas penampilan tokoh politik. Seorang jenderal yang begitu ringan tangan dan sering melakukan kekerasan misalnya, dengan serta merta diubah menjadi seorang humanis. Ia digambarkan begitu cinta dan dekat dengan rakyat kecil dan senyumnya terlihat begitu tulus. Tengok saja, dalam iklan yang ditebar melalui media massa, ia tampak begitu ringan merangkul pedagang pasar, menyapa ibu-ibu yang tengah menggendong anak, atau dalam bentuk-bentuk lain yang penggambarannya begitu menyentuh.</p>
<p>Buntutnya, dalam persepsi masyarakat, politisi dianggap menjadi semacam pembohong besar. Mau bukti? Bila Anda seorang politisi, silakan buat <em>facebook</em>, lalu tempel foto Anda lengkap dengan atribut partai, kemudian minta <em>add </em>pada seseorang yang belum Anda kenal. Hasilnya, penulis berani jamin 90 persen, para <em>facebooker</em> akan menolak ajakan Anda untuk menjadi teman.</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/kampanye-facebook.png"><img class="alignnone size-large wp-image-251" title="kampanye facebook" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/kampanye-facebook-1024x746.png" alt="kampanye facebook" width="536" height="389" /></a></p>
<p>Sejak Barack Hussein Obama, Presiden Amerika Serikat terpilih, kondang dengan strategi media sosialnya lewat jejaring dunia maya, banyak politisi yang (secara tidak langsung) mengeluh. Sebab, prestasinya kok tidak bisa sehebat Obama saat meminta sumbangan melalui <em>cyber media</em>, baik <em>website, weblog,</em> ataupun perangkat media sosial semacam <em>facebook, friendster</em> ataupun <em>plurk</em>.</p>
<p>Namun, penolakan yang besar terhadap politisi Indonesia bukan semata-mata karena perbedaan strategi jangka panjang yang diterapkan. Harap diingat, Obama sudah memanfaatkan <em>facebook</em> sejak dua tahun sebelum ia mencalonkan diri sebagai presiden. Ketika Obama masuk dalam <em>facebook</em>, dia sudah terlebih dahulu membangun kepercayaan dalam tataran off_line.</p>
<p>Tapi jika ditelusuri lebih mendasar, alasan yang lebih mendasar terkait penolakan politisi Indonesia di facebook, ya, karena persepsi negatif sudah sedemikian tertancap dalam benak masyarakat tentang politisi. Persepsi yang berawal dari ketidakpercayaan yang mereka buat sendiri dalam keseharian.   Dengan kenyataan seperti itu, sulit dimungkiri, persepsi akan berpengaruh pada setiap aktivitas program (politik) yang mereka jalankan. Dalam hal ini, media massa ataupun publik akan melihat bahwa setiap program diawali dengan kepentingan tersembunyi,  ketidaktulusan, atau apalah namanya, yang pada intinya (seolah) ada yang ditutup-tutupi oleh profesi tersebut.</p>
<p>Situasi seperti itu menjadi semakin menantang karena “politik” itu sendiri &#8211;sekalipun terlepas dari “citra” dan “Public Relations”&#8211; sudah masuk dalam kategori <em>rejection item </em></p>
<p>ke dalam benak masyarakat Indonesia.  Untuk mengukur seberapa jauh tingkat ketertolakan politik dalam benak masyarakat tersebut, mau tak mau, diperlukan sebuah riset independen, bukan riset oleh lembaga yang dipesan oleh sebuah partai politik. Sebab,  jika riset tersebut dilakukan oleh lembaga riset politik pesanan, maka hasilnya sangat mungkin akan berbeda. Bahkan, bukan tidak mungkin,  riset tersebut akan mendapati hasil bahwa politisi merupakan profesi yang paling dihargai.</p>
<p>Ditambah dengan situasi banyaknya organisasi politik dan politisi yang lebih  cenderung menggunakan <em>political advertising</em> ketimbang <em>political</em> Public Relations, maka makin kuatlah dugaan adanya rekayasa citra. Dalam urusan ini, <em>advertising</em> memang mampu membangun pesan secara lebih cepat, kontrol pesan yang lebih mudah, dan efek massal yang lebih luas. Namun, yang seringkali tak disadari, sebetulnya kredibilitas pesannya sangat rendah. Hal ini mengingat, iklan adalah bicara tentang diri sendiri.</p>
<p>Ini sangat berbeda dengan Political Public Relations. Karena Political Public Relations memanfaatkan orang ketiga untuk berbicara tentang tokoh ataupun organisasi politik. Dengan begitu, kepercayaan public pun menjadi lebih lebih tinggi. Tentu saja, dengan penggunaan yang tepat. Karena, seringkali, dalam banyak kasus, Public Relations hanya digunakan kulit luarnya saja. Sang tokoh dipoles tampilan luarnya saja, tapi konten dalamnya gak digarap sama sekali. Akibatnya? Masyarakat sering terkejut-kejut dengan sang tokoh. Seorang presiden yang mempersepsikan dirinya santun, mendadak bisa marah yang tidak penting, ketika di sebuah forum ada orang yang tampak ngantuk.  <em>Conflicting Image </em>yang seperti ini bisa terjadi, jika PR hanya dimanfaatkan sekedar polesan luar saja, bukan dalam konteks yang lebih mendalam yang berbasis pada kepribadian sang tokoh.</p>
<div id="attachment_261" class="wp-caption alignnone" style="width: 514px"><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/political-PR3.png"><img class="size-large wp-image-261" title="political PR" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/political-PR3-1024x643.png" alt="Political Public Relations" width="504" height="316" /></a><p class="wp-caption-text">Political Public Relations</p></div>
<p>Jadi, pencitraan bukan sekadar masalah persepsi belaka namun harus bersifat menyeluruh terhadap kepribadian sang tokoh.</p>
<p><em>Disarikan dari Buku Political Public Relations by Silih Agung Wasesa.</em></p>
<p><em>*Ditulis oleh Saifullah Kundo, Strategic Content Specialist, Praktisi PR, dan Mantan Wartawan<br />
Editing, Illustrasi, dan Visual Thinking oleh <a onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');" href="http://padmanegara.wordpress.com/">Takhta Pandu Padmanegara</a></em></p>
<p><em>Image Source:<br />
deviantart.com<br />
flickr.com<br />
facebook.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2010/02/rekayasa-citra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It’s time for YOU, again…</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2010/01/it%e2%80%99s-time-for-you-again%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2010/01/it%e2%80%99s-time-for-you-again%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 11:25:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cyber PR!]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ide Kreatif!]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus!]]></category>
		<category><![CDATA[Asean China Free Trade Area]]></category>
		<category><![CDATA[Personal PRoduct]]></category>
		<category><![CDATA[PR 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[
Kebutuhan terhadap keunikan personal kini semakin dipahami berbagai produk dan layanan. Jika kita perhatikan dengan seksama iklan Panasonic terbaru di televisi, maka kita akan menemukan tag line unik yaitu “It’s Your life ”.  Indikasi bahwa perusahaan ini sadar terhadap kebutuhan konsumen yang semakin personal.
Merunut ke belakang, mesin pencari Google sejak beberapa tahun lalu juga sudah memampilkan fitur unik yang memungkinkan penggunanya untuk mengubah tampilan sesuai selera pribadi. Demikian juga dengan berbagai layanan e-mail berbasis situs internet yang semakin personal. Berbagai situs media berita berbasis internet juga semakin banyak yang menyediakan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="560" height="340" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/6ILQrUrEWe8&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="340" src="http://www.youtube.com/v/6ILQrUrEWe8&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Kebutuhan terhadap keunikan personal kini semakin dipahami berbagai produk dan layanan. Jika kita perhatikan dengan seksama iklan <a href="http://panasonic.co.id/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/panasonic.co.id/?referer=');">Panasonic</a> terbaru di televisi, maka kita akan menemukan tag line unik yaitu “It’s Your life ”.  Indikasi bahwa perusahaan ini sadar terhadap kebutuhan konsumen yang semakin personal.</p>
<p>Merunut ke belakang, mesin pencari <a href="http://www.google.com/ig" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.google.com/ig?referer=');">Google</a> sejak beberapa tahun lalu juga sudah memampilkan fitur unik yang memungkinkan penggunanya untuk mengubah tampilan sesuai selera pribadi. Demikian juga dengan berbagai layanan e-mail berbasis situs internet yang semakin personal. Berbagai situs media berita berbasis internet juga semakin banyak yang menyediakan tempat ‘curhat’ bagi para pembacanya. Layanan ini terintegrasi dengan social media seperti <a href="http://www.facebook.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.facebook.com?referer=');">facebook</a>, <a href="http://www.twitter.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.twitter.com?referer=');">twitter</a> ,<a href="http://www.youtube.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.youtube.com?referer=');"> YouTube </a>dan lainnya. Interaksi menjadi fitur yang wajib ditampilkan. Pembaca harus disediakan tempat berkomentar agar ia tampil unik dan personal melalui pendapatnya. Dalam dunia maya, istilah interaksi ini dikenal dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Web_2.0" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Web_2.0?referer=');">Web 2.0</a> atau oleh praktisi PR yang menggunakan <em>tools</em> social media diistilahkan PR 2.0. <strong><em>Makna 2.0 sendiri mengindikasikan adanya interaksi dua arah antara pengirim pesan dan audiensnya.</em></strong></p>
<p>Namun personalisasi bukan ada di dunia maya saja. Merunut ke beberapa tahun silam, di Indonesia, dimulai dari Bandung, kemunculan beragam <em>outlet</em> distro di sana juga timbul berkat keinginan konsumen untuk tampil unik. Mereka ingin mengenakan pakaian dan aksesoris dengan model yang lain dari biasa, personal, jarang atau bahkan kalau bisa tak pernah dipakai sebelum maupun sesudahnya oleh orang lain. Ini menegaskan bahwa personalisasi  bukan melulu ada di wilayah dunia maya, tapi juga dunia nyata. Majalah Time sejak Januari 2007 lalu bahkan sudah membaca trend ke arah personalisasi ini dengan artikel utamanya yang berjudul “<em>the man of the year: is You!.</em></p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/time_person_of_year_2006-copy.jpg"><img class="size-full wp-image-246 alignnone" title="time_person_of_year_2006 copy" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/time_person_of_year_2006-copy.jpg" alt="time_person_of_year_2006 copy" width="400" height="533" /></a></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><strong>Makin Personal, makin Oke</strong></p>
<p>Ya, tak bisa dipungkiri di tengah tuntutan ‘standarisasi’ dunia global, diam-diam keinginan manusia untuk  tampil ‘beda’ dan ‘unik’ menjadi tinggi. Banyak orang sudah lelah dan jenuh untuk berbudaya dengan ‘standar Internasional’. Bekerja sesuai dengan sistem ISO, bergaya dengan model-model lifestyle ‘mainstream’ berkiblat Barat, berprestasi, beretika bahkan berselera sesuai dengan standard <em>mainstream</em>. Budaya massa yang ditumpahkan oleh media televisi membuat kehidupan menjadi seragam. <a href="http://us.levi.com/home/index.jsp" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/us.levi.com/home/index.jsp?referer=');">Celana jeans</a>, <a href="http://www.coca-colabottling.co.id" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.coca-colabottling.co.id?referer=');">Coca-Cola</a>, dan <a href="http://www.kfcindonesia.com/coverpage/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.kfcindonesia.com/coverpage/?referer=');">KFC </a>adalah beberapa produk massa yang dapat kita temukan dari New York, Jeddah, Pretoria, Tokyo, Jakarta, hingga kota kecil Metro di Lampung, Indonesia. Kerinduan akan keunikan personal  ini tertuang dalam bentuk komunitas-komunitas kecil penggemar sepeda, penggemar makanan, kumpulan bloggers dan sebagainya. Ini membuat kelompok itu menjadi unik di antara masyarakat kebanyakan.</p>
<p><strong><em>Mass Production? No Way!</em></strong></p>
<div id="attachment_236" class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/2010_01_06_China_Asean.jpg"><img class="size-full wp-image-236 " title="China Asean Free Trade Area" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/2010_01_06_China_Asean.jpg" alt="China Asean Free Trade Area" width="450" height="293" /></a><p class="wp-caption-text">China Asean Free Trade Area</p></div>
<p>Seiring dimulainya era perdagangan bebas Asean China Free Trade Area (ACFTA) 2010, maka keunikan dan personalisasi ini bisa jadi kekuatan kita, kekuatan lokal Indonesia. Berbagai produk <em>mass production</em> berharga murah yang jadi ciri khas produk asal China yang coba tembus pasar kita, kita lawan dengan keunikan personal produk dan jasa kita. Bila ada pakaian jadi impor yang ditawarkan, kita lawan dengan batik tulis yang unik, personal dan berkualitas. Jika ada <em>software </em>impor mahal yang ditawarkan, kita lawan dengan <em>software</em> lokal yang lebih <em>adjustable</em> dan lebih murah atau bahkan gratis. Kita gunakan <em>tools </em>Web2.0 dan mekanisme PR 2.0 untuk <em>campaign</em> produk lokal. Jadi, bagi perusahan yang hanya mengandalkan <em>mass production</em> dan harga murah, berhati-hatilah<em>!  Because now it’s time for YOU (and your personal products and services) to shine, again…..</em></p>
<p><em>*Ditulis oleh Saifullah Kundo, Strategic Content Specialist, Praktisi PR, dan Mantan Wartawan<br />
Editing dan Illustrasi oleh <a onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');" href="http://padmanegara.wordpress.com/">Takhta Pandu Padmanegara</a></em><em><br />
</em></p>
<p>Image Source:<br />
http://www.asiaobserver.com/images<br />
http://www.time.com</p>
<p><em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2010/01/it%e2%80%99s-time-for-you-again%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Days left&#8230;</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2010/01/7-days-left/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2010/01/7-days-left/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 13:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cyber PR!]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[idwordcamp]]></category>
		<category><![CDATA[wordcamp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Wordcamp Indonesia
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_240" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/teaser-1.png"><img class="size-full wp-image-240 " title="teaser 1" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/teaser-1.png" alt="Wordcamp Indonesia" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Wordcamp Indonesia</p></div>
<p><a href="http://id.worcamp.org" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/id.worcamp.org?referer=');">Wordcamp Indonesia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2010/01/7-days-left/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya Reality Show!</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/2010/01/saatnya-reality-show/</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/2010/01/saatnya-reality-show/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 02:04:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ide Kreatif!]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus!]]></category>
		<category><![CDATA[Hendri Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Laode Kamaluddin]]></category>
		<category><![CDATA[PR campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Reality Show]]></category>
		<category><![CDATA[Tareq and Michelle Salahi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat dengan nama Hendri Mulyadi? Itu lo penonton yang masuk ke arena pertandingan sepak bola saat berlangsung laga antara tim Indonesia dengan Oman di ajang kualifikasi Asia 2011 (6/1). Dengan gagah berani dia masuk ke lapangan bola dan menggiring bola ke gawang Oman yang dijaga penjaga gawang Ali-Alhabsi. Hasilnya? Tidak gol sih, namun upaya yang dilakukkannya itu terekam jelas di kamera TV maupun kamera fotografer media cetak. Dia memang tidak mampu menggolkan gawang lawan, namun beritanya jadi healine di surat kabar Nasional terkemuka, Kompas, masuk berita TVOne, Metro TV dan media lainnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_223" class="wp-caption alignnone" style="width: 306px"><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/icon-hendrimulyadi.jpg"><img class="size-full wp-image-223" title="hendrimulyadi" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/icon-hendrimulyadi.jpg" alt="Hendri Mulyadi Menggiring Bola" width="296" height="453" /></a><p class="wp-caption-text">Hendri Mulyadi Menggiring Bola</p></div>
<p>Masih ingat dengan nama Hendri Mulyadi? Itu lo penonton yang masuk ke arena pertandingan sepak bola saat berlangsung laga antara tim Indonesia dengan Oman di ajang kualifikasi Asia 2011 (6/1). Dengan gagah berani dia masuk ke lapangan bola dan menggiring bola ke gawang Oman yang dijaga penjaga gawang Ali-Alhabsi. Hasilnya? Tidak gol sih, namun upaya yang dilakukkannya itu terekam jelas di kamera TV maupun kamera fotografer media cetak. Dia memang tidak mampu menggolkan gawang lawan, namun beritanya jadi healine di surat kabar Nasional terkemuka, Kompas, masuk berita TVOne, Metro TV dan media lainnya.</p>
<p>Pesannya juga amat jelas. Ia, mewakili seluruh pendukung tim merah putih, baik yang menonton langsung di lapangan maupun di rumah, kecewa terhadap permainan yang ditampilkan tim Indonesia.   Saya melakukan itu karena kecewa atas prestasi timnas Indonesia yang tak pernah menang. Selalu kalah, bahkan selalu seri,&#8221; tuturnya saat ditanya wartawan di ruang interogasi keamanan yang terletak di area GBK seperti dikutip dari <a href="http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/01/06/220549/1273049/76/saya-masuk-lapangan-karena-kecewa-timnas" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/01/06/220549/1273049/76/saya-masuk-lapangan-karena-kecewa-timnas?referer=');">detik.com </a></p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/ljpwVaqGSl4&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/ljpwVaqGSl4&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p style="text-align: center;">Saat Hendri turun ke lapangan</p>
<div id="attachment_224" class="wp-caption alignleft" style="width: 146px"><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/coverkamal.jpg"><img class="size-full wp-image-224" title="laode kamaladdin" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/coverkamal.jpg" alt="Laode saat disergap polisi" width="136" height="124" /></a><p class="wp-caption-text">Laode saat disergap polisi</p></div>
<p>Selain Hendri, ada juga nama Laode Kamaludin. Namanya sontak terkenal ketika aktivis dari LSM Komite Aksi Masyarakat dan Anti Korupsi (KAPAK) meneriaki Wapres Boediono dengan teriakan “Boediono Maling!”, di gelar rapat pansus (12/1) di gedung DPR, Jakarta.  Setelah sempat diinterogasi, ia kemudian dilepaskan. Namun, ia meninggalkan jejak pesan di berbagai media bahwa ia, mewakili beberapa pihak yang seide, kesal baik dengan sikap Boediono maupun pansus.</p>
<p>Seperti yang dikutip dari <a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/01/12/19333738/Laode.Mengaku.Teriak.karena.Gemas.dengan.Boediono" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/nasional.kompas.com/read/2010/01/12/19333738/Laode.Mengaku.Teriak.karena.Gemas.dengan.Boediono?referer=');">kompas online:</a></p>
<p>&#8220;Bagi saya Boediono bukan seorang nasionalis yang tinggi tapi antek-antek asing yang merugikan uang rakyat. Akhirnya saya teriakan maling dan saya keluarkan poster (Boediono) dan saya sobek,&#8221; tambah dia.  Selain itu, pemicu kekesalan lain menurut Ketua Presidium Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (Kapak) itu adalah para anggota Pansus yang dianggapnya tidak serius mengorek keterangan dari mantan Gubernur BI. &#8220;Kami sayangkan Pansus bertanya bertele-tele. Banyak pertanyaan yang tak perlu ditanyakan,&#8221; lontar pemuda tambun berkepala botak itu.</p>
<p><strong>Campaign  Reality Show</strong></p>
<p>Tidak saja di dalam negeri, fenomena reality show juga terjadi di luar negeri.  Sekitar bulan November 2009 lalu, nama pasangan Tareq dan Michelle Salahi mencuat di berbagai media dunia ketika keduanya berhasil masuk ke Gedung Putih dan berjabat tangan dengan presiden AS Barrack Obama (<a href="http://www.kompas-tv.com/content/view/23688/2/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.kompas-tv.com/content/view/23688/2/?referer=');">http://www.kompas-tv.com/content/view/23688/2/</a>) meski tidak diundang oleh Gedung Putih. Secret Service bagai kebakaran jenggot dan bahkan sempat me-non aktifkan beberapa petugasnya yang bertanggung jawab pada malam tersebut.  Beberapa media bahkan menayangkan acara khusus talk show untuk mereka berdua agar dapat berbagi cerita dengan pemirsa.  Ini juga meninggalkan pesan bahwa Secret Service tidak sehebat yang diduga banyak orang selama ini.</p>
<p>Luar biasa. Dengan aksi reality show ini, seseorang dapat mendadak jadi terkenal dan ide/gagasan yang dicetuskannya dapat membetot perhatian public. Meski tidak dapat dijadikan metode campaign yang berkelanjutan, reality show cukup sukses untuk memberi kejutan sekali yang menohok perhatian public dan media. Tentu jika dibadingkan dengan campaign iklan berbiaya mahal dan kurang efektif karena sering diabaikan audiens, campaign reality show ini bisa jadi alternatif menarik. So, Ingin coba? Kenapa tidak?</p>
<p><em>*Ditulis oleh Saifullah Kundo, Strategic Content Specialist, Praktisi PR, dan Mantan Wartawan<br />
Editing dan Illustrasi oleh <a href="http://padmanegara.wordpress.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com?referer=');">Takhta Pandu Padmanegara</a></em><br />
<em>Illustrasi oleh Delio Ionik</em></p>
<p>Image Source:<br />
jagobola.com<br />
detik.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/2010/01/saatnya-reality-show/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
