Home » Archive

Articles in the Studi Kasus! Category

Cyber PR!, Featured, Headline, Ide Kreatif!, Studi Kasus! »

[24 Jan 2010 | No Comment | ]
It’s time for YOU, again…

Kebutuhan terhadap keunikan personal kini semakin dipahami berbagai produk dan layanan. Jika kita perhatikan dengan seksama iklan Panasonic terbaru di televisi, maka kita akan menemukan tag line unik yaitu “It’s Your life ”.  Indikasi bahwa perusahaan ini sadar terhadap kebutuhan konsumen yang semakin personal.
Merunut ke belakang, mesin pencari Google sejak beberapa tahun lalu juga sudah memampilkan fitur unik yang memungkinkan penggunanya untuk mengubah tampilan sesuai selera pribadi. Demikian juga dengan berbagai layanan e-mail berbasis situs internet yang semakin personal. Berbagai situs media berita berbasis internet juga semakin banyak yang menyediakan …

Headline, Ide Kreatif!, Studi Kasus! »

[20 Jan 2010 | 2 Comments | ]
Saatnya Reality Show!

Masih ingat dengan nama Hendri Mulyadi? Itu lo penonton yang masuk ke arena pertandingan sepak bola saat berlangsung laga antara tim Indonesia dengan Oman di ajang kualifikasi Asia 2011 (6/1). Dengan gagah berani dia masuk ke lapangan bola dan menggiring bola ke gawang Oman yang dijaga penjaga gawang Ali-Alhabsi. Hasilnya? Tidak gol sih, namun upaya yang dilakukkannya itu terekam jelas di kamera TV maupun kamera fotografer media cetak. Dia memang tidak mampu menggolkan gawang lawan, namun beritanya jadi healine di surat kabar Nasional terkemuka, Kompas, masuk berita TVOne, Metro TV dan media lainnya.

Featured, Studi Kasus! »

[14 Jan 2010 | No Comment | ]
Dari Gurita Hingga Bangsat

Arena perpolitikan kita minggu saat ini diramaikan oleh nama-nama binatang. Hal yang terbaru  adalah ”bangsat”. Merujuk kepada kamus besar Bahasa Indonesia, bangsat adalah hewan kecil sejenis kepinding atau bisa juga disebut kutu busuk. Istilah ini juga merupakan ungkapan bagi orang yang bertabiat jahat atau miskin.
Binatang yang sejatinya lemah dan tak penting ini kini mendadak jadi penting saat dipopulerkan kembali oleh salah seorang anggota DPR di persidangan Panitia Khusus (Pansus) Bank Century yang diliput oleh banyak media. Saat itu, seorang peserta Pansus sedang beradu mulut dengan pimpinan sidang  sehingga terlontarlah ungkapan …

Cyber PR!, Featured, Studi Kasus! »

[30 Dec 2009 | 4 Comments | ]
Dukung Yo Dukung, Tapi Jangan Asal Dukung

Ketika melintasi persimpangan bioskop Megaria, Jakarta, pandangan saya tertuju pada satu spanduk unik yang dipasang menyolok terikat di tengah-tengah rambu lalu lintas. Macetnya lalu lintas  membuat spanduk itu pasti terbaca oleh sebagian besar pengemudi yang melintas. Tulisan di spanduk kira-kira berbunyi “ Dukung SBY: Usut Tuntas Kasus Century: Pansus Jangan Keluar Jalur”. Tertulis di sana nama sebuah kelompok Ormas yang mengeluarkan himbauan tersebut. Ternyata, spanduk sejenis juga saya temukan di kawasan patung tani dan beberapa titik keramaian lain di Jakarta.
Sementara, kemarin, saat menyaksikan tayangan televisi dan menyimak pemberitaan online, saya …

Featured, Studi Kasus! »

[15 Dec 2009 | No Comment | ]
Nenek Minah, Semangka, dan Bunuh Diri

Tatkala membaca berita tentang nenek Minah yang diganjar hukuman 1 bulan di dusun Sidoharjo, Banyumas, Jawa Tengah, hanya gara-gara mencuri tiga butir kakao, apa yang terbayang di benak kita? Kekesalan terhadap para penegak hukum yang menjatuhi hukuman padanya. Kesal karena rasa keadilan kita terusik.

Featured, Studi Kasus! »

[14 Dec 2009 | 2 Comments | ]
JIKA SAYA OMNI……

Kemarin, saya kesal sekali. Ada orang yang saya bantu eh malah nyalah-nyalahin saya. Pake nulis e-mail segala lagi ke temen-temennya. Bilang saya ga becus nolong lah, ga professional lah. Parahnya lagi, dia malah bilang ke temen-temennya supaya hati-hati kalau minta tolong sama saya. Saya bukannya nolong, katanya, malah nyelakain.
Saya ga terima digituin. Itu pencemaran nama baik namanya! Saya minta dia minta maaf! Plus klarifikasi ke temen-temennya bahwa saya ga seperti itu. Saya kan sudah ikutin prosedur. Kan saya ga mungkin dong muasin semua orang. Memang saya alat pemuas?
Apalagi saya bener …

Featured, Studi Kasus! »

[14 Dec 2009 | No Comment | ]
Mau Ngetop? Jadilah Kontroversi!

Bila Anda produser film dan ingin film Anda ngetop, jadilah kontroversi! Ya, belakangan ini jagad film kita diramaikan dengan konroversi beragam film. Mulai dari ”Menculik Miyabi” pada pertengahan September, disusul dengan film kiamat ”2012” beberapa minggu lalu dan yang terbaru film ”Balibo Five”.
Film ”Menculik Miyabi” menjadi kontroversial karena menurut rencana awal akan dibintangi oleh film porno asal Jepang, Maria Ozawa atau dikenal dengan Miyabi. Dan yang lebih kontroversial lagi, film itu akan syuting di Indonesia. Meski Ody Mulya Hidayat, sang produser film bersikukuh bahwa film tersebut bukan fim porno,tak pelak …

Studi Kasus! »

[25 Nov 2009 | 5 Comments | ]
Mbah Wir

Masa kecil memang selalu meninggalkan kenangan, apalagi kalau kita pernah tinggal di kerajaan seperti Jogjakarta. Menggeluti perilaku komunitas seperti sekarang, menjadikan kenangan-kenangan masa lalu itu menjadi applied experience yang sangat berguna. Setidaknya, ketika saya harus mengulas di titik-titik mana yang bisa disentuh dalam sebuah komunitas, sehingga mereka bergerak dengan sukarela. Tanpa dibayar.
Saya belajar hal itu dari mbah Wir, kita panggil saja begitu. Seorang kakek tua yang setiap pagi meminta air dari sumur di rumah. Yang tidak pernah berhenti dari mbah Wir, selain air yang terus menetes dari ember bocornya, adalah …

Featured, Studi Kasus! »

[25 Nov 2009 | 11 Comments | ]
Macet, Becek, Gak Ada Ojek

Macet, becek, ga ada ojek. Ungkapan yang dipopulerkan oleh Chinta Laura  ini  mungkin pas untuk menggambarkan kondisi Jakarta saat ini. Hampir bisa dipastikan bahwa semua pengguna jalan raya, apakah pejalan kaki, pengguna transportasi bus, pengendara sepeda motor hingga pengendara mobil kesal dengan kondisi tersebut. Waktu terbuang percuma karena jalan-jalan yang tergenang oleh air menyebabkan kemacetan panjang di jalan-jalan kota Jakarta. Mulai dari jalan-jalan protokol sekelas Jl. Thamrin dan Sudirman  hingga jalan-jalan sekelas jalan kampung dan ”jalan tikus” semua tak ada yang bebas dari genangan air dan kemacetan.
Menarik untuk menyimak fenomena …

Studi Kasus! »

[11 Sep 2009 | 7 Comments | ]
Emotional Pertamina Branding

oleh Silih Agung Wasesa
Saat Pertamina menghabiskan biaya 1,25 milyar untuk mengganti logo kuda lautnya dengan huruf P warna-warni cerah, banyak pertanyaan –mudah-mudahan disertai harapan dan doa- tentang seberapa jauh sebetulnya logo baru tersebut mampu membawa perubahan pada Pertamina. Ditambah dengan kedatangan Shell dan Petronas dalam bisnis pompa bensin, pertanyaan tadi menjadi lebih kuat lagi; mampukah Pertamina bersaing dengan dua pemain baru tersebut; yang notebenenya memiliki profesionalitas yang lebih teruji karena sudah berani bermain di luar kandang?
Memang, tidak mudah untuk mengalahkan Pertamina dalam bisnis bahan bakar ataupun oli. Tidak bisa dipungkiri …