<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kenapaharuspr.com &#187; Sosok!</title>
	<atom:link href="http://kenapaharuspr.com/category/sosok/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kenapaharuspr.com</link>
	<description>Indonesian Public Relations Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jul 2010 16:24:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Ratu Ommaya: Mengusung Values dengan Komunitas</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/ratu-ommaya-mengusung-values-dengan-komunitas.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/ratu-ommaya-mengusung-values-dengan-komunitas.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 10:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok!]]></category>
		<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[Ratu Ommaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Wajahnya sumringah ketika bertemu tim kenapaharusPR di sebuah kafe di Jakarta. “Saya Maya,” katanya ramah. Nama lengkapnya sendiri agak panjang . Ratu Maulia Ommaya Firhah. Di usia yang masih berkepala dua ia sudah menduduki posisi yang cukup tinggi yaitu PR Manager di sebuah perusahaan multinasional, The Body Shop Indonesia.  Jelas ini sebuah prestasi.  Buktinya, iapun dianugerahi sebagai juara pertama alumni award dari universitas tempat ia menimba ilmu ke-PR an yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relation. Ia dianggap berpestasi dan dicalonkan oleh banyak pihak karena dianggap mampu berkarir di dunia PR dengan baik .]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/03/pr-manager-the-body-shop-indonesia-copy1.png"><img class="alignnone size-full wp-image-327" title="pr manager the body shop indonesia copy" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/03/pr-manager-the-body-shop-indonesia-copy1.png" alt="pr manager the body shop indonesia copy" width="392" height="521" /></a><br />
</strong><strong> </strong></p>
<p>Wajahnya sumringah ketika bertemu tim kenapaharusPR di sebuah kafe di Jakarta. “Saya Maya,” katanya ramah. Nama lengkapnya sendiri agak panjang . Ratu Maulia Ommaya Firhah. Di usia yang masih berkepala dua ia sudah menduduki posisi yang cukup tinggi yaitu PR Manager di sebuah perusahaan multinasional, The Body Shop Indonesia.  Jelas ini sebuah prestasi.  Buktinya, iapun dianugerahi sebagai juara pertama alumni award dari universitas tempat ia menimba ilmu ke-PR an yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relation. Ia dianggap berpestasi dan dicalonkan oleh banyak pihak karena dianggap mampu berkarir di dunia PR dengan baik .</p>
<p>Sementara, tentang The Bodyshop sendiri adalah perusahaan yang unik karena sarat dengan berbagai kampanye nilai (values) yang membela kaum perempuan maupun lingkungan. Tentu masih kuat tertanam di benak kita kampanye dari merek ini yaitu ‘against animal testing’ lalu ada juga kampanye “stop kekerasan dalam rumah tangga”. Pendekatan kampanye seperti ini cukup unik karena ternyata dapat juga menopang pemasaran produk. Lalu bagaimana pendekatan ini dilakukan di Indonesia? Apa saja yang sudah dilakukan oleh The Bodyshop sejak  18 tahun lalu berada di Indonesia?</p>
<p>Pada sore yang basah oleh hujan itu, diselingi wedang jahe dan kudapan gorengan, kami berbincang-bincang tentang banyak hal.  Tentang diri, cita, cinta, karir, komunitas dan green campaign.  Berikut petikannya:</p>
<p><strong>kenapaharusPR: Bisa cerita sedikit tentang komunitas yang dikembangkan the Bodyshop Indonesia?</strong></p>
<p><em><strong>Maya:</strong> Ya, the Bodyshop Indonesia sangat peduli dengan values-values yang stands for women (membela kaum perepmpuan). Semisal dengan mengangkat value tentang KDRT, lalu tentang HIV AIDS.</em><br />
<strong><br />
Teknisnya bagaimana?</strong></p>
<p><em>Dalam mengusung setiap values, kami bekerjasama dengan NGO. Misalkan dalam mengusung values tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) the Bodyshop bekerja sama dengan Unicef. Lalu saat mengusung  values tentang korban HIV kami bekerjasama dengan Komnas Perempuan. Dalam mengusung values ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk peduli bahwa ada yang bisa kita kerjakan untuk kebaikan bersama.</em></p>
<p><strong>Bagaimana mengaitkan kampanye ini dengan produk?</strong></p>
<p><em>Nah, kami mencoba mengajak konsumen untuk turut serta dalam kampanye ini dengan pembelian produk. Hal yang pasti, 100% dari hasil penjualan produk ini kami sumbangkan untuk gerakan kampanye tersebut kepada NGO yang pendamping kami.</em></p>
<p><strong>Bagaimana komunitas terbentuk melalui kampanye ini?<br />
</strong><br />
<em>Selain mengajak para konsumen untuk turut serta membeli produk, kami juga memberikan edukasi dengan menyebarkan leaflet atau mengajak konsumen untuk bersama-sama mengisi petisi. Hingga saat ini beberapa values yang sudah kami kampanyekan di Indonesia adalah Green Campaign terutama tentang bahaya Global Warming, Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Bantu kaum Perempuan yang terkena HIV-AIDS. Untuk kampenye Green Campaign sendiri bahkan kantor kami di Bintaro  sempat memenangkan Juara Pertama Green Office 2009 serta mampu menularkan semangat untuk peduli dengan lingkungan ini kepada warga masyarakat di sekitar Bintaro.</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p style="margin: 0pt 0pt 10pt;"><span style="font-family: Calibri;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<div id="__ss_3363296" style="width: 425px;"><strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a title="Mengusung Values dengan Komunitas" href="http://www.slideshare.net/padmanegara/mengusung-values-dengan-komunitas" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/padmanegara/mengusung-values-dengan-komunitas?referer=');">Mengusung Values dengan Komunitas</a></strong><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=meettheprpractitioner-thebodyshopindonesia-100308041253-phpapp02&amp;stripped_title=mengusung-values-dengan-komunitas" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=meettheprpractitioner-thebodyshopindonesia-100308041253-phpapp02&amp;stripped_title=mengusung-values-dengan-komunitas" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<div style="padding:5px 0 12px">View more <a href="http://www.slideshare.net/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/?referer=');">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/padmanegara" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/padmanegara?referer=');">Takhta Pandu Padmanegara</a>.</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/ratu-ommaya-mengusung-values-dengan-komunitas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PR Hati ala Gus Dur</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/pr-hati-ala-gus-dur.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/pr-hati-ala-gus-dur.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 02:55:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok!]]></category>
		<category><![CDATA[Abdurrahman Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[Genuine PR]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[pluralis]]></category>
		<category><![CDATA[PR dengan hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Menjelang pergantian tahun 2010 yang lalu, kita kembali kehilangan salah satu tokoh yang dicintai banyak orang di Indonesia, Gus Dur. Mengenang kembali beliau, saya teringat pada suatu hari di bulan November, sebelas tahun lalu pada 1999. Pada masa itu baru sekitar sebulan Gus Dur memangku jabatan sebagai Presiden RI ke-4 menggantikan B.J. Habibie. Saya masih mahasiswa S-1 semester akhir pada saat itu. Dalam perjalanan di angkot menuju kampus di kawasan  GedongMeneng, Bandar Lampung, seorang anak SD yang duduk berhadapan dengan saya nyeletuk kepada ibunya saat  melihat poster Gur Dur terpampang di jalan. ”Ibu, presiden kita buta,” katanya polos. Saya terhenyak, terdiam sambil menunggu reaksi sang Ibunda. Namun, bukan membantah atau memarahi sang anak, sang ibu jusru dengan tenang dan  lembut membelai rambut putra tercitanya itu sambil berujar, ”Iya Nak, ia tidak melihat dengan mata, tapi dengan hati...”. Saya tertegun kagum. Masya Allah, pikir saya, begitu kuatnya kecintaan rakyat pada sosok beliau saat itu. Meski tetap saja, kekurangan fisik beliau menjadi bahan olok-olok bagi pihak-pihak yang berseberangan politik dengannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-207" href="http://kenapaharuspr.com/2010/01/pr-hati-ala-gus-dur/gusdur/"><img class="alignnone size-full wp-image-207" title="gusdur" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/gusdur.jpg" alt="gusdur" width="600" height="380" /></a></p>
<p><strong>PR Hati ala Gus Dur</strong></p>
<p><em>Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun</em>. Menjelang pergantian tahun 2010 yang lalu, kita kembali kehilangan salah satu tokoh yang dicintai banyak orang di Indonesia, <a href="http://gusdur.net/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/gusdur.net/?referer=');"><strong>Gus Dur</strong></a>. Mengenang kembali beliau, saya teringat pada suatu hari di bulan November, sebelas tahun lalu pada 1999. Pada masa itu baru sekitar sebulan Gus Dur memangku jabatan sebagai Presiden RI ke-4 menggantikan B.J. Habibie. Saya masih mahasiswa S-1 semester akhir pada saat itu. Dalam perjalanan di angkot menuju kampus di kawasan  GedongMeneng, Bandar Lampung, seorang anak SD yang duduk berhadapan dengan saya nyeletuk kepada ibunya saat  melihat poster Gur Dur terpampang di jalan. ”Ibu, presiden kita buta,” katanya polos. Saya terhenyak, terdiam sambil menunggu reaksi sang Ibunda. Namun, bukan membantah atau memarahi sang anak, sang ibu jusru dengan tenang dan  lembut membelai rambut putra tercitanya itu sambil berujar, ”Iya Nak, ia tidak melihat dengan mata, tapi dengan hati&#8230;”. Saya tertegun kagum. Masya Allah, pikir saya, begitu kuatnya kecintaan rakyat pada sosok beliau saat itu. Meski tetap saja, kekurangan fisik beliau menjadi bahan olok-olok bagi pihak-pihak yang berseberangan politik dengannya.</p>
<p>Peristiwa 11 tahun lalu itu berkesan kuat di kalbu saya. Sangat kuat. Hingga saya tak akan lupa hingga saat ini. Sebelas tahun sudah berlalu, namun kecintaan rakyat terhadap Gus Dur masih tinggi. Terbukti, ribuan orang berbondong-bondong ingin mengantarkan jenazahnya, memegang kerandanya, menyolatkannya, atau bahkan sekadar membawa pulang tangkai bunga yang ada di pusaranya. Terlepas dari pro-kontra terhadap fenomena ini, satu yang tidak terbantahkan, ia adalah sosok yang dicintai oleh banyak orang. Dari sudut PR, kita bisa gambarkan bahwa Gus Dur sudah mampu mem-PR kan dirinya dengan amat baik.</p>
<p><strong>”Gitu Aja Kok Repot”</strong></p>
<p>Jika kita mencoba menelaah bagaimana PR ala Gus Dur, maka semua asumsi dan aturan-aturan baku tentang PR harus dibuang jauh-jauh. Gus Dur akan dengan santai mengatakan apa yang ia rasakan, kapan saja, dimana saja, kepada siapa saja walau itu akan menuai kontroversi. Beliau akan mengenakan pakaian apa saja yang membuatnya nyaman, tanpa khawatir dengan tanggapan orang lain. Terbukti, ia dengan santai menyambut para pendukungnya di depan istana negara cukup dengan mengenakan celana pendek. Sekali waktu, kita juga dapat menemukannya sedang tertidur di ruang rapat, saat semua kamera TV menyorotnya. Ia juga akan santai melayani wawancara sambil tidur-tiduran di lantai. Kebiasaan yang sudah sering dilakukannya sejak dulu.</p>
<p>Ketidakpedulian terhadap audiens ini merupakan hal tabu dalam <strong>aturan PR konvensional</strong>. Apalagi jika itu dilakukan oleh seorang kepala negara, dimana citra seorang pemimpin akan mencerminkan negaranya. Akibatnya bisa diduga, banyak yang kontra terhadap perilaku Gus Dur tersebut. Banyak pula yang menganggap tak pantas. Namun ia cuek saja. Pun kalau ditanya mengapa, maka keluarlah celetukannya yang khas, ”Gitu aja kok repot!”</p>
<p><strong>PR dengan hati.</strong></p>
<p>Sebelas tahun berlalu, dan Gus Dur akhirnya dipanggil oleh sang Khalik setelah berjuang keras melawan penyakit komplikasi yang diderita. Lalu bagaimana sikap masyarakat terhada Gus Dur saat ini? Luar biasa! Dukungan dan simpati justru semakin banyak mengalir bahkan dari pihak-pihak yang dulu berseberangan dengannya. Masyakat ramai-ramai mengerek bendera merah putih setengah tiang di depan rumah mereka untuk menghormati beliau. Kecintaan terhadap beliau bukan saja terpatri di otak para simpatisannya namun tertanam jauh di lubuk hati. Tak peduli apakah itu dari kalangan santri yang percaya ia sebagai wali, sampai dengan akademisi yang ujung-ujungnya menyetujui semua pendapat kontroversialnya dulu. <strong><em>Lalu apa rahasia PR ala Gus Dur? Bukankah ia sudah melabrak aturan-aturan kepatutan PR yang kita ketahui secara umum?</em></strong></p>
<p>Saya coba mengistilahkan hal itu sebagai <strong>PR dengan hati</strong>. <em>PR yang berbasis kuat pada kejujuran untuk tampil apa adanya. PR yang berlandaskan kepada keyakinan bahwa apa yang ditempuh adalah benar dan keyakinan bahwa kebenaran selalu akan menang. </em>Seakan Gus Dur ingin berkata, ”tak perlu semua strategi itu, inilah aku apa adanya. Mencintai dan membela kalian semua, wahai rakyat Indonesia!” Unik dan mengharukan. Ini adalah PR tingkat tinggi. Tak ada kebohongan, tak ada <em>misleading</em>, semua tampil apa adanya. Beliau berkomunikasi dengan hati. Kita digiring untuk menyadari dan memahami bahwa beliau adalah orang baik, orang yang akan membela yang lemah, yang memiliki jalan sendiri untuk mengekespresikan diri. Dan beliau sudah berhasil meyakinkan kita dengan amat baik dengan menunjukkan jati dirinya secara konsisten. Hingga, kini kita benar-benar merasa kehilangan salah seorang sosok jujur dan pemberani di Indonesia tercinta.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-206" href="http://kenapaharuspr.com/2010/01/pr-hati-ala-gus-dur/gus-dur-copy-2/"><img class="alignnone size-full wp-image-206" title="Gus Dur" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/01/Gus-Dur-copy.jpg" alt="Gus Dur" width="324" height="400" /></a></p>
<p><strong><em>Selamat jalan Gus Dur, kami akan terus mengenang buah karyamu.</em></strong></p>
<p>(ful)</p>
<p><em>*Ditulis oleh Saifullah Kundo, Strategic Content Specialist, Praktisi PR, dan Mantan Wartawan<br />
Editing dan Illustrasi oleh <a onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');" href="http://padmanegara.wordpress.com/">Takhta Pandu Padmanegara</a></em></p>
<p>Image Source:<br />
<a href="http://www.flickr.com/photos/worldeconomicforum/962913999/sizes/o/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/worldeconomicforum/962913999/sizes/o/?referer=');">http://www.flickr.com/photos/worldeconomicforum/962913999/sizes/o/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/pr-hati-ala-gus-dur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Gus Dur&#8230;</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/selamat-jalan-gus-dur.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/selamat-jalan-gus-dur.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 09:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok!]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Turut Belasungkawa yang setinggi-tingginya, teriring doa dan harapan agar arwah mendiang diterima di sisi Yang Maha Kuasa&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_196" class="wp-caption alignnone" style="width: 334px"><a rel="attachment wp-att-196" href="http://kenapaharuspr.com/2009/12/selamat-jalan-gus-dur/gus-dur-copy/"><img class="size-full wp-image-196" title="Gus Dur copy" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2009/12/Gus-Dur-copy.jpg" alt="Kiai Orisinal dan Kontroversial" width="324" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Kiai Orisinal dan Kontroversial</p></div>
<p>Turut Belasungkawa yang setinggi-tingginya, teriring doa dan harapan agar arwah mendiang diterima di sisi Yang Maha Kuasa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/selamat-jalan-gus-dur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>in progress</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/in-progress.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/in-progress.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 12:42:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[
PR itu menarik
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-9" href="http://kenapaharuspr.com/?attachment_id=9"><img class="alignnone size-full wp-image-9" title="sarah-aprilia" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2009/09/sarah-aprilia.jpg" alt="sarah-aprilia" width="424" height="318" /></a></p>
<p>PR itu menarik</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/in-progress.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
