<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kenapaharuspr.com &#187; Featured</title>
	<atom:link href="http://kenapaharuspr.com/category/featured/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kenapaharuspr.com</link>
	<description>Indonesian Public Relations Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jul 2010 16:24:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Spin Doctor di Perhumas</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/spin-doctor-di-perhumas.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/spin-doctor-di-perhumas.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 16:40:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus!]]></category>
		<category><![CDATA[opini publik]]></category>
		<category><![CDATA[presepsi]]></category>
		<category><![CDATA[public opinion]]></category>
		<category><![CDATA[public relations]]></category>
		<category><![CDATA[Spin Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[Spinning]]></category>
		<category><![CDATA[spinning image]]></category>
		<category><![CDATA[spinning issue]]></category>
		<category><![CDATA[Stuart Ewen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari diskusi di milis Perhumas  tentang Spin Doctor, sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut lagi. Diskusi dimulai pada saat Ridwan N. Baik, "melempar bola pemantik" tentang Petaka Sang Jubir, kemudian diskusi pun dimulai]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/07/spin-doctor.png"><img class="alignnone size-full wp-image-409" title="spin-doctor" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/07/spin-doctor.png" alt="" width="547" height="372" /></a></p>
<p>Berawal dari diskusi di milis <a href="http://www.perhumas.or.id/ " target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.perhumas.or.id/?referer=');">Perhumas</a> tentang Spin Doctor, sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut lagi. Diskusi dimulai pada saat Ridwan N. Baik, &#8220;melempar bola pemantik&#8221; tentang Petaka Sang Jubir, kemudian diskusi pun dimulai. Berikut <em>copy</em> dari diskusinya:</p>
<blockquote><p><em>From: &#8220;Ridwan Nyak Baik&#8221; &lt;rbaik@xxxxxx. com&gt;<br />
Date: Mon, 10 May 2010 12:12:38 +0700<br />
To: &lt;iPerhumas@yahoogrou ps.com&gt;<br />
Subject: [iPerhumas] Petaka Sang Jubir</em></p>
<p>Dear all;</p>
<p>Informasi datang bagai dikucur dari langit dalam hitungan second. Perkembangan yang mengharu biru akan kepergian Sri Mulyani Indrawati (SMI) ke Bank Dunia (lesas dari polemic “kehormatan” atau “melarikan diri”) sudah beredar sejak awal minggu lalu. Dan fakta sekarang semua kita mahfum kalau SMI sudah diijinkan SBY pergi untuk duduk diposisinya yang baru selaku Managing Director Bank Dunia.</p>
<p>Namun apa dan  mengapa sang jubir istana hingga rabu yll masih menggunakan kata bersayap: &#8220;Mundur itu nggak benar sama sekali. Tapi Istana mendapat kabar beliau ditunjuk jadi managing director,&#8221; kata Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha saat dihubungi detikcom, Rabu (5/5/2010).</p>
<p>Menurut saya, itulah petaka sang jubir (seorang PR) yang meski sudah terang benderang tetap saja masih memainkan jurus plintir spin doctor.</p>
<p>Mengingat (kini) informasi dengan mudah dapat diakses public dari 1001 sumber maka apakah jurus spin doctor main plintir masih laku diperagakan oleh seorang jubir atau  PRO lainnya. Menarik untuk didiskusikan.</p>
<p>Tabik;</p>
<p>RnB</p>
<p>============ =======</p>
<p>Managing Director Bank Dunia<br />
Jubir Presiden: Informasi Sri Mulyani Mundur Tak Benar<br />
Laurencius Simanjuntak &#8211; detikFinance</p>
<p>Jakarta &#8211; Istana Kepresidenan membantah kabar pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani per 1 Juni mendatang. Namun demikian, Istana sudah mendengar Sri Mulyani ditunjuk sebagai salah satu managing director Bank Dunia.</p>
<p>&#8220;Mundur itu nggak benar sama sekali. Tapi Istana mendapat kabar beliau ditunjuk jadi managing director,&#8221; kata Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha saat dihubungi detikcom, Rabu (5/5/2010).</p>
<p>Julian mengatakan Istana juga tidak pernah menerima surat menerima surat pengunduran diri Sri Mulyani.</p>
<p>&#8220;Surat belum pernah saya lihat. Pengunduran diri tidak benar sama sekali,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sebelumnya beredar kabar bahwa atas penunjukan Sri Mulyani di Bank Dunia itu, Sri Mulyani telah mengajukan mundur dari kursi Menteri Keuangan.<br />
(lrn/nrl)</p>
<p>http://us.detikfina nce.com/read/ 2010/05/05/ 100000/1351360/ 4/jubir-presiden -informasi- sri-mulyani- mundur-tak- benar</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8212;&#8211; Original Message &#8212;&#8211;<br />
<em>From: Erik Tapan<br />
To: Milis Iperhumas<br />
Sent: Monday, May 10, 2010 12:51 AM<br />
Subject: Re: [iPerhumas] Petaka Sang Jubir</em></p>
<p>Menarik untuk didiskusikan. <img src='http://kenapaharuspr.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Maaf, sebagai newbie, bolehkah saya menanyakan (agar bisa memperoleh pemahaman yang sama apa itu &#8220;jurus spin doctor&#8221;.<br />
Kenapa namanya begitu?</p>
<p>Terima kasih kalau ada yang bersedia menjelaskannya.</p>
<p>Btw, bukankah kita semua sudah mengetahui bahwa saat ini (untuk kalangan tertentu) kalau ada yang berbicara &#8220;bukan A&#8221;, berarti memang A?</p>
<p>Best Regards,<br />
eriktapan.com<br />
Sent from my BlackBerry®</p></blockquote>
<blockquote><p><em>From: &#8220;mediacare&#8221; &lt;mediacare@xxxx.net.id&gt;<br />
Date: Mon, 10 May 2010 18:21:17 -0700<br />
To: &lt;iPerhumas@yahoogrou ps.com&gt;<br />
Subject: Re: [iPerhumas] Petaka Sang Jubir</em></p>
<p>Kalau tak salah &#8220;spin doctor&#8221; itu semacam jurus memutar-balikkan fakta, alias tak sesuai dengan kasunyatan.CMIIW</p>
<p>Facebook: Radityo Djadjoeri<br />
YM: radityo_dj<br />
Twitter: @mediacare</p></blockquote>
<blockquote><p><em>From: silihaw@xxxx. com<br />
Date: Tue, 11 May 2010 03:37:05 +0000<br />
To: &lt;iPerhumas@yahoogroups.com&gt;<br />
Subject: Re: [iPerhumas] Petaka Sang Jubir</em></p>
<p>Sekedar menambahkan mas Radit,<br />
Spin Doctor itu merupakan salah satu keahlian dalam Public Relations untuk menguatkan pesan yang akan disampaikan. Sepertinya pola angin yang memutar, Spin juga demikian. Pesan diputar sedemikian rupa hingga mampu menembus sasaran. Biasanya jadi tidak terbantahkan, dan dilakukan secara elegan. Dan satu hal yang paling penting, Spin bukan berbohong apalagi memutarbalikkan fakta.<br />
Hanya saja, tidak semuanya setuju dengan pola ini. Banyak yang mengkonotasikan dengan pemutar balikan fakta. Dan memang pada kenyataannya, banyak PR yang memutarbalikkan fakta, dan menyebut taktiknya sebagai spin doctor. Bahkan dengan bangga menyatakan dirinya sebagai spin doctor.<br />
Selain itu, aplikasi Spinning juga belum tentu dalam bentuk kalimat belaka.</p>
<p>Studi kasus Clinton-Monica Lewinsky merupakan salah satu kisah sukses. Melalui pidato impeachment, Clinton bisa mengalihkan &#8220;kesalahan&#8221; slingkuhnya dari kesalahan presiden, menjadi kesalahan seorang kepala keluarga biasa.<br />
Saya ada bukunya History of Spin jika ada yang berminat.<br />
Silahkan mengkoreksi jika ada yang luput.<br />
Salam,</p>
<p>Silih</p>
<p>Sent from AsiaPR HeadOffice</p></blockquote>
<blockquote><p><em>Re: [iPerhumas] Petaka Sang Jubir<br />
Selasa, 11 Mei, 2010 20:54<br />
Dari:&#8221;Pandu Takhta&#8221; &lt;pandumonon@xxxx.com&gt;<br />
Kepada: iPerhumas@yahoogroups.com</em></p>
<p>Ini dari Spin Doctor, Frank Esser</p>
<p>The term “spin doctor” is an amalgam of “spin,” meaning the interpretation or slant placed on events (which is a sporting metaphor, referring to the spin a pool player puts on a cue ball), and “doctor,” derived from the figurative uses of the word to mean patch up, piece together, and falsify. The “doctor” part also derives from the employment of professionals rather than untrained amateurs to administer the spin.</p>
<p>The term “spin doctor” was coined by American novelist Saul Bellow, who spoke in his 1977 Jefferson Lecture about political actors “capturing the presidency itself with the aid of spin doctors.”</p>
<p>The word “spin” first appeared in the press on January 22, 1979, in a Guardian Weekly article; the phrase “spin doctor” first appeared in the press on October 21, 1984, in a New York Times editorial commenting on the televising of presidential debates. It took another decade until it was picked up by academics: Maltese (1994, 215–216) discussed the significance of spin doctoring for political communication, and Sumpter and Tankard (1994) for public relations.</p>
<p>Theoretical concepts most closely related to spin are priming and framing (? Framing of the News; Priming Theory). Medvic (2001), for example, considers “deliberate priming” as the main responsibility of spin doctors, by which he means producing campaign messages that focus on issues that are to a politician&#8217;s advantage and benefit..</p></blockquote>
<blockquote><p><em>From: arum yudarwati &lt;arum021@xxxx. com&gt;<br />
Subject: artikel tentang Spin doctor Re: [iPerhumas] Petaka Sang Jubir<br />
To: iPerhumas@yahoogroups.com<br />
Received: Wednesday, 12 May, 2010, 2:53 PM</em></p>
<p>Rekan-rekan,</p>
<p>Berikut ada cuplikan dari Platform Online Magazine berkaitan dengan Spin Doctor. Dalam artikel ini disebutkan ada konotasi negatif maupun positif. Silakan disimak.</p>
<p>Spin Doctors Make Music, Not PR</p>
<p>By Jessica Boyd</p>
<p>Online reference http://www.platform magazine. com/article. cfm?alias= Spin-Doctors- Make-Music- Not-PR</p>
<p>When you hear the words “spin doctor,” what image comes to mind? If you see the popular 90s music group The Spin Doctors, think again. Most people think about only one group of people: public relations professionals.</p>
<p>“Spin doctor” has almost become a synonym for “public relations professional.” The American public sees public relations as a way for its practitioners to spin the truth in order to boost their clients’ public image.</p>
<p>In a review for the book PR: A Persuasive Industry? Spin, Public Relations and the Shaping of the Modern Media, author Seth Brown said, “People tend to think that PR involves being manipulative and saying whatever is in the employer’s best interests.” He said the authors of the book view public relations as “amoral, a tool for good and evil purposes.”</p>
<p>Gini Dietrich, CEO of Arment Dietrich Inc. and author of “The Fight Against Destructive Spin” blog, gave her own definition of spin in the public relations world. She said, “People always refer to PR professionals as spin doctors, meaning they can take a client’s business and turn it into a newsworthy story that a reporter would want to write about, even if it means not telling the full truth.” According to Dietrich, public relations professionals are often lumped in with professions, such as used car salesmen, “because people believe we lie to tell our clients’ story.”</p>
<p>PR professionals are believed to spin the facts in a positive way in order to make headlines and gain press for their clients. Sometimes the “spin” is a simple omission of facts, but public relations professionals have been known to blatantly lie to protect their clients’ image.</p>
<p>“I did not have sexual relations with that woman.” Nine words ultimately defined former President Bill Clinton’s presidency and created one of the most complicated public relations crises in American history. President Clinton and his press squad continued to lie about the president’s infamous affair with his intern until the facts could no longer be ignored. The former president eventually came clean, but it was virtually forced after incriminating facts surfaced. Because of bad PR practices, Clinton’s public image has been forever tarnished.</p>
<p>Spin has a negative connotation, especially in the public relations field. But is spin always a negative practice?</p>
<p>Mike Cohen, executive vice president of Ackermann PR, has a somewhat different definition of spin doctor that removes the negative connotation. He said spin is simply trying to present the clients’ story and facts in the best way possible without lying. According to Cohen, honest spin in public relations is no different than a child explaining how he accidentally broke a vase: both the professional and the child present the facts in a way that will alleviate as much blame and criticism as possible.</p>
<p>Although he believes spin can be positive, Cohen also acknowledges unethical spinning practices. He said, “All we do is try and put a good face on facts. Now if anyone tries to make a bad thing sound like it’s really good — well, that can be a problem.”</p>
<p>Even if “good spin” does exist, public relations practitioners must continue to combat the lying associated with negative spin. This may seem like a daunting task, but there are some simple solutions to keep spin ethical and beneficial for clients.</p>
<p>Gini Dietrich combats negative spin through her blog “The Fight Against Destructive Spin.” She explained that public relations practitioners should be firm with clients. She said, “It’s even more important to tell the truth and never lie, even if it means conflict or uncomfortable situations.” Dietrich maintained that the best policy for addressing the spin doctor label is honesty. She said, “If we all remember that it’s our job to tell the truth, not to do everything the client asks, eventually the label will go away.”</p>
<p>People may define spin in different ways, either positively or negatively, but most will agree on one thing: honesty is the best policy when addressing a client’s needs. If this policy is upheld, “spin doctor” and its negative connotation could be erased from PR vocabulary. Maybe then The Spin Doctors would no longer be confused with people who doctor dishonest behavior.</p>
<p>regards,<br />
Gregoria Arum Yudarwati</p></blockquote>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/07/good-news-and-bad-news1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-406" title="good news and bad news" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/07/good-news-and-bad-news1.jpg" alt="" width="385" height="340" /></a></p>
<p>Memang memanipulasi persepsi dan menggiring opini publik adalah merupakan salah satu keahlian seorang Public Relations (PR). Tapi apakah sesuai dengan tujuan dari PR itu sendiri ;</p>
<blockquote><p>&#8220;A public relations practitioner is a social scientist, <strong>an advisor to organizations, who helps to educate and win over the public, to accept social goods or concept</strong>s.<br />
-Edward Bernays, the Father of PR-</p></blockquote>
<p>Bisa dibilang sesuai jika dalam konteks untuk menggiring persepsi. Tetapi ingatlah kode etik. Seperti ilmu lainnya, Komunikasi, dengan turunannya Public Relations, seperti pisau bermata dua: untuk kebaikan atau untuk <em>&#8220;to do very bad things&#8221;</em>. Oleh karena itu kode etik dalam dunia PR &#8220;is a must&#8221;.</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/07/stuart-ewen.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-407" title="stuart ewen" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/07/stuart-ewen.jpg" alt="" width="155" height="236" /></a>Beberapa kasus, sejarah, bahkan figur yang sangat berperan dalam perkembangan <em>&#8220;PR as a spin doctor&#8221;</em> dapat ditelaah dan difahami di buku <em><strong>PR! A Social History of Spin</strong> </em>oleh <strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stuart_Ewen" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Stuart_Ewen?referer=');">Stuart Ewen</a></strong>.</p>
<p>Untuk yang ingin tahu mengenai isi buku ini, bisa download rangkuman dari buku tersebut di <a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/07/history-of-spin.pdf" target="_blank">SINI</a><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/07/history-of-spin.pdf"> (history of spin)</a>.</p>
<p>Jadi, apakah anda pernah mengalami perubahan persepsi terhadap suatu organisasi, perusahaan, figur/tokoh, kejadian, dan hal-hal lain di kehidupan Anda sekari-hari? Jika YA, selamat anda sudah berhasil di-<em>spinning</em> ;P</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/07/spinning-wheel-illusion.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-408" title="spinning-wheel-illusion" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/07/spinning-wheel-illusion.gif" alt="" width="446" height="437" /></a></p>
<p><em>*Ditulis oleh <a onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F2010%2F02%2Fwahana-kebaikan-alam-aqua-aktivasi-brand-melalui-edukasi-konsumen%2F');" href="http://padmanegara.wordpress.com/">Takhta Pandu Padmanegara</a>,    Cyber Public Relations Specialist, Blogger, dan Visual Thinker</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/spin-doctor-di-perhumas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perayaan hari Social Media Sedunia di Jakarta</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/perayaan-hari-social-media-sedunia-di-jakarta.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/perayaan-hari-social-media-sedunia-di-jakarta.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 03:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cyber PR!]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[#smd]]></category>
		<category><![CDATA[#smdjkt]]></category>
		<category><![CDATA[mashable meetup Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[online community]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[social media day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[    Setiap Negara di seluruh dunia pasti mempunyai peringatan hari kemerdekaan, hari peringatan internasional, nasional, dan hari-hari perayaan lainnya, tentunya setiap warga negara-nya mempunyai perasaan dan ekspresi tersendiri untuk memperingatinya.

Lalu bagaimana dengan warga negara di dunia maya, yang biasa disebut Netizen? Apakah mereka punya sesuatu yang bisa dirayakan? ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_429" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/07/social-media-day-jakarta-in.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-390" title="social-media-day-jakarta-in" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/07/social-media-day-jakarta-in-300x176.jpg" alt="" width="300" height="176" /></a><p class="wp-caption-text">Social Media Day Jakarta</p></div>
<blockquote><p>Setiap Negara di seluruh dunia pasti mempunyai peringatan hari kemerdekaan, hari peringatan internasional, nasional, dan hari-hari perayaan lainnya, tentunya setiap warga negara-nya mempunyai perasaan dan ekspresi tersendiri untuk memperingatinya.</p></blockquote>
<p>Lalu bagaimana dengan warga negara di dunia maya, yang biasa disebut <span style="color: #ff0000;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Netizen" target="_self" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Netizen?referer=');">Netizen</a></span>? Apakah mereka punya sesuatu yang bisa dirayakan? Netizen ini merupakan “warga negara” terbesar di dunia, tidak peduli apapun warga negara aslinya, sukunya, bahasanya, pekerjaan, usia, status sosialnya, mereka semua terhubung dalam satu ikatan sakral: jejaring sosial (social media); Entah social media yang bersifat global seperti <a href="http://www.facebook.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.facebook.com?referer=');">facebook</a>, <a href="http://www.twitter.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.twitter.com?referer=');">twitter</a>, <a href="http://www.foursuare.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.foursuare.com?referer=');">foursquare</a>, <a href="http://www.friendster.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.friendster.com?referer=');">friendster</a>, <a href="http://www.myspace.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.myspace.com?referer=');">myspace</a>, <a href="http://www.youtube.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.youtube.com?referer=');">youtube</a>, <a href="http://www.flickr.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com?referer=');">flickr</a>, etc atau jejaring social dengan citarasa lokal seperti <a href="http://www.kaskus.us" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.kaskus.us?referer=');">kaskus</a>, <a href="http://www.koprol.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.koprol.com?referer=');">koprol</a>, <a href="http://www.salingsilang.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.salingsilang.com?referer=');">saling silang grup</a>, <a href="http://www.bundagaul.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.bundagaul.com?referer=');">bundagaul</a>, dll. Dan harus diakui bahwa kita sudah masuk menjadi bagian dunia social media ini.</p>
<p>Yakk, tepat pada 30 Juni 2010 kemarin, <a href="http://www.mashable.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.mashable.com?referer=');">Mashable.com</a> mengajak kepada mengajak warga dunia untuk kumpul-kumpul sesama pecinta social media untuk <a href="http://mashable.com/2010/06/30/happy-social-media-day/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/mashable.com/2010/06/30/happy-social-media-day/?referer=');">merayakan Social Media Day</a>. Seluruh Netizen di dunia merayakannya di tempat yang mereka sudah siapkan secara independen (lihat di <a href="http://www.meetup.com/Mashable/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.meetup.com/Mashable/?referer=');">Mashable Meetup)</a>.</p>
<p>Bagaimana dengan yg ada di negara kita? di Indonesia sendiri, tercatat ada dua tempat yg menyelenggarakan <a href="http://mashable.com/2010/07/01/social-media-day-photo-video/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/mashable.com/2010/07/01/social-media-day-photo-video/?referer=');">Mashable Meetup &#8211; Social Media Day</a>: Jakarta dan Bandung. Di Jakarta, Social Media Day diadakan di Mezzaluna Cafe, Kemang. Penyelenggaranya adalah para Social Media Enthusiast yang berasal dari <a href="http://www.freshyourmind.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.freshyourmind.com?referer=');">Fresh Forum</a>, <a href="http://obrolanlangsat.com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/obrolanlangsat.com/?referer=');">Obrolan Langsat,</a> <a href="http://www.kaskus.us" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.kaskus.us?referer=');">Kaskus</a>, dan tidak ketinggalan para sponsor yang menyelenggarakan acara ini.</p>
<div id="attachment_430" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-jakarta.jpg" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-jakarta.jpg?referer=');"><img class="size-full wp-image-430 " title="social media day jakarta" src="http://padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-jakarta.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana di Social Media Day Jakarta, ada sekitar 300 orang yang datang</p></div>
<p><span id="more-388"></span></p>
<p>Tidak hanya kumpul-kumpul saja, di acara Social Media Day yang pertama ini, <a href="http://www.facebook.com/pages/MIKEs-APARTMENT-Jakarta-INDONESIA/137393896324" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.facebook.com/pages/MIKEs-APARTMENT-Jakarta-INDONESIA/137393896324?referer=');">Mike&#8217;s Apartment</a> memeriahkan acara dengan membawakan beberapa lagu, ada juga sesi knowledge sharing dan bagi-bagi hadiah (7 BB dan 2 Netbook, ^_^). Dalam sesi sharing, pembicaranya antara lain, <a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/think.web.id/brain/ramya-prajna-s/?referer=');">Ramya Prajna</a> yang membuka acara dengan menampilkan video dari foundernya <a href="http://mashable.com/about/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/mashable.com/about/?referer=');">Mashable</a>, Pete Cashmore (terus terang, saya kagum dengan Pete dan Mashablenya. Sejak didirikan tahun 2005, sekarang Mashable rata-rata dalam sebulan mendapat kunjungan 25 juta pageviews. Fantastis. dan menjadi referensi mengenai news, tips, dan segala sesuatu mengenai perkembangan internet)</p>
<p><em>Pesan Pete Cashmore tentang Social Media Day</em></p>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Zdy13StgEAQ&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/Zdy13StgEAQ&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Setelah Ramya memberikan kata sambutan dan menampilkan video Pete, giliran <a href="http://enda.goblogmedia.com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/enda.goblogmedia.com/?referer=');">Enda Nasution</a> berbagi mengenai traffic di <a href="http://www.salinsilang.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.salinsilang.com?referer=');">Saling Silang</a>.  Setelah itu, dilanjutkan oleh Herman dari <a href="http://www.semutapi.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.semutapi.com?referer=');">Semut Api</a> mengumumkan tentang kegiatan penghargaan yang bekerja sama dengan <a href="http://www.dailysocial.net" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.dailysocial.net?referer=');">Daily Social</a>, yaitu<a href="http://www.sparxup.com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.sparxup.com/?referer=');"> Sparxup Award</a>.Tidak ketinggalan <a href="http://radityadika.com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/radityadika.com/?referer=');">Raditya Dika</a> (yang juga pernah talkshow bareng <a href="http://jelanguan.wordpress.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/jelanguan.wordpress.com?referer=');">Jelanguan</a> di Bogor) sharing tentang bagaimana Social Media sangat membantu dia untuk menjadi selebriti, promosi buku, film Kambing Jantan, dsb.IDS (International Design School) yang diwakili oleh <a href="http://twitter.com/adez3d" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/twitter.com/adez3d?referer=');">Ades Aulia</a>, berbagi tentang komunitas Kerja Kreatif yang bisa di-follow di twitternya <a href="http://www.twitter.com/kerjakreatif" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.twitter.com/kerjakreatif?referer=');">@kerjakreatif</a>, untuk mendapatkan info lowongan atau project di industri kreatif.</p>
<p>Kemudian,<a href="http://aulia.posterous.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/aulia.posterous.com?referer=');"> Aulia Masna</a>, saya lebih mengenalnya sebagai Apple Evangelist dan editor dari MacWorld, tapi disini dia mewakili <a href="http://fuckyeahjtug.tumblr.com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/fuckyeahjtug.tumblr.com/?referer=');">JTUG (Jakarta Twitter User Group)</a> yang berbagi mengenai <em>Bagaimana Twitter menjadi tren di dunia dan Indonesia, dan bagaimana para ABG membuat hal yang tidak penting menjadi <a href="http://help.twitter.com/forums/10711/entries/101125" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/help.twitter.com/forums/10711/entries/101125?referer=');">Trending Topic</a></em>. Di akhir Sesi ada penampilan dari <a href="http://www.facebook.com/saykoji" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.facebook.com/saykoji?referer=');">Igor Saykoji</a> dan <a href="http://www.facebook.com/jflowpage" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.facebook.com/jflowpage?referer=');">Jflowrighthere!</a>. Mantapp!!</p>
<p><object width="500" height="400"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/qEiqHCIJNJg&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/qEiqHCIJNJg&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><a href="http://padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-jakarta-2.jpg" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-jakarta-2.jpg?referer=');"><img class="alignnone size-full wp-image-431" title="social media day jakarta 2" src="http://padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-jakarta-2.jpg" alt="" width="404" height="537" /></a></p>
<p><a href="http://padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-enthusiast.jpg" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-enthusiast.jpg?referer=');"><img class="alignnone size-full wp-image-432" title="social media day enthusiast" src="http://padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-enthusiast.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p><a href="http://padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-jkt.jpg" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-jkt.jpg?referer=');"><img class="alignnone size-full wp-image-433" title="social media day jkt" src="http://padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-jkt.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p><a href="http://padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-jkt-2.jpg" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-jkt-2.jpg?referer=');"><img class="alignnone size-full wp-image-434" title="social media day jkt 2" src="http://padmanegara.files.wordpress.com/2010/07/social-media-day-jkt-2.jpg" alt="" width="379" height="504" /></a></p>
<p><strong><em>Postingan tentang Social Media Day yang lain:</em></strong><br />
<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/07/01/social-media-day/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/media-ide.bajingloncat.com/2010/07/01/social-media-day/?referer=');">Social Media Day oleh Pitra Savitka</a><br />
<a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/06/30/20245621/Social.Media.Day.Dirayakan.di.90.Negara" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/tekno.kompas.com/read/xml/2010/06/30/20245621/Social.Media.Day.Dirayakan.di.90.Negara?referer=');">Social Media Day dirayakan di 90 Negara (Kompas Tekno)</a><br />
<a href="http://freshyourmind.com/2010/07/01/social-media-day/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/freshyourmind.com/2010/07/01/social-media-day/?referer=');">Social Media Day by Fresh</a><br />
<a href="http://fanabis.blogdetik.com/2010/06/29/30-juni-diperingati-sebagai-social-media-day/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/fanabis.blogdetik.com/2010/06/29/30-juni-diperingati-sebagai-social-media-day/?referer=');">30 Juni diperingati sebagai hari Social Media Day oleh Fanabis</a><br />
<a href="http://media.kompasiana.com/group/new-media/2010/06/30/celebrate-social-media-day/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/media.kompasiana.com/group/new-media/2010/06/30/celebrate-social-media-day/?referer=');">Today is Social Media Day by Ibnu Azis</a><br />
<a href="http://i-rara.com/2010/07/02/social-media-day/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/i-rara.com/2010/07/02/social-media-day/?referer=');">Social Media Day by Rara</a><br />
<a href="http://hadigunawan.net/it-social-media-marketing-events/social-media-day-jakarta-2010" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/hadigunawan.net/it-social-media-marketing-events/social-media-day-jakarta-2010?referer=');">Social Media Day Jakarta 2010 by Hadi Gunawan</a><br />
<a href="http://cesarsidolisa.wordpress.com/2010/06/30/happy-social-media-day/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/cesarsidolisa.wordpress.com/2010/06/30/happy-social-media-day/?referer=');">Happy Social Media Day to all of us SocMed junkie by Cesar</a><br />
<em>(kalau ada yg ingin ikutan menmbahahkan kasih tau ya)</em></p>
<p><em>*Ditulis oleh <a onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F2010%2F02%2Fwahana-kebaikan-alam-aqua-aktivasi-brand-melalui-edukasi-konsumen%2F');" href="http://padmanegara.wordpress.com/">Takhta Pandu Padmanegara</a>,     Cyber Public Relations Specialist, Blogger, dan Visual Thinker</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/perayaan-hari-social-media-sedunia-di-jakarta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta, gefeliciteerd met je verjaardag!</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/jakarta-gefeliciteerd-met-je-verjaardag.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/jakarta-gefeliciteerd-met-je-verjaardag.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 03:58:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[483]]></category>
		<category><![CDATA[dirgahayu]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta fair]]></category>
		<category><![CDATA[PRJ]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Selamat  Ulang Tahun Jakarta. Sudah tua juga ya,  483 tahun! Kalau diukur dengan rata-rata usia harapan hidup manusia Indonesia yang 72 tahun saja, maka kota ini sudah jadi saksi bisu 7 generasi anak manusia. Luar biasa. Itu berarti kota ini sudah jadi saksi bisu kehidupan dari  kakek buyut kita.  Bagaimana tidak? Jika saja kota ini makhluk hidup, mungkin saja ia turut bersorak saat Fatahilah berhasil menghalau penjajah Portugis, bahkan juga turut memekikkan kata ‘Merdeka’ saat kemerdekaan Indonesia di-proklamirkan, atau bahkan menangis tersedu saat melihat anak-anak bangsa  saling bantai di kawasan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/06/DSC_49002.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-375" title="Jakarta" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/06/DSC_49002-199x300.jpg" alt="Patung Selamat Datang, Jakarta" width="199" height="300" /></a>Selamat  Ulang Tahun Jakarta. Sudah tua juga ya,  483 tahun! Kalau diukur dengan rata-rata usia harapan hidup manusia Indonesia yang 72 tahun saja, maka kota ini sudah jadi saksi bisu 7 generasi anak manusia. Luar biasa. Itu berarti kota ini sudah jadi saksi bisu kehidupan dari  kakek buyut kita.  Bagaimana tidak? Jika saja kota ini makhluk hidup, mungkin saja ia turut bersorak saat Fatahilah berhasil menghalau penjajah Portugis, bahkan juga turut memekikkan kata ‘Merdeka’ saat kemerdekaan Indonesia di-proklamirkan, atau bahkan menangis tersedu saat melihat anak-anak bangsa  saling bantai di kawasan Tanjung Priok.</p>
<p>Usia yang sudah tua, sudah melalui banyak asam getir pengalaman.</p>
<p>Seperti layaknya perayaan ulang tahun, pemerintah kota tua ini bermaksud merayakannya dengan meriah.  Semeriah mungkin. Ada pertunjukan barongsai, ada tanjidor, ada lomba lari dan kegiatan seabreg lainnya yang total mencakup 72 rangkaian acara. Kegiatan dipusatkan di kota tua, kawasan Glodok dan sekitarnya. Selain mendadani kota, PEMDA DKI juga tak lupa mendandani para stafnya. Para PNS di lingkungan PEMDA DKI pada 22 Juni diwajibkan mengenakan pakaian adat betawi.  Waw, cakep deh pokoknye.</p>
<p>Semua upaya dilakukan untuk memupuri ibu tua ini agar terlihat cantik di perayaan ulang tahunnya. Tujuannya, seperti yang diungkapkan Bang Poke (yang Betawi asli) adalah, agar masyarakat Jakarta semakin mencintai kota tua ini. Selain itu juga untuk mencitrakan dirnya sebagai kota jasa yang ramah lingkungan. Namun cukupkah itu semua?</p>
<p>Tidak saudara. Kota tua ini, ibarat kata, sudah terlalu reyot untuk dipupuri sesaat. Pundaknya sudah terlalu sarat dengan beban. Dari atas sampai bawah, semuanya menyimpan masalah. Sebut saja dari udara yang tercemar, lahan pemukiman yang terbatas, banjir yang kerap melanda, kemacetan parah di mana-mana, hilangnya ruang terbuka hijau dan air tanah yang terkontaminasi. Ada sekitar 12 juta jiwa yang beradu sikut mencari rejeki di kota ini. Dari para pekerja kerah biru seperti buruh dan kuli panggul, hingga pekerja kerah putih seperti karyawan dan para dosen hingga pencopet dan koruptor. Jika tidak dikelola dengan baik, bukan citra bagus yang didapat, namun citra keras dan tidak bersahabat. Masih ingat pemeo Ibu Tiri tak Sekejam Ibu Kota? Itu mungkin bisa menggambarkan citra yang melekat pada Ibu yang sebenarnya tidak salah ini.</p>
<p><strong>Hubungan baik untuk citra yang baik</strong></p>
<p>Lalu bagaimana citra Jakarta bagi para penghuninya saat ini? Bicara tentang Citra Jakarta, tentu tak lepas  dari bagaimana pemerintah kota mengelola hubungan public (public relations) dengan penduduknya saat ini. Citra positif hanya dapat timbul dari hubungan yang baik. Sementara hubungan baik tak akan terjalin dengan hanya hubungan sesaat. Tidak juga dengan hubungan semu seperti perayaan tahunan yang menghabiskan dana miliaran saat  perayaan ulang tahun saja. Bukan, bukan itu Bang…</p>
<p>Hubungan baik hanya akan terjalin dengan kepedulian yang tulus. Sudah tuluskan aparat PEMDA kita melayani para penduduknya? Dari yang kecil saja, seperti pelayanan KTP atau pelayanan parkir hingga yang berskala besar seperti penggusuran dan penangangan banjir? Bagaimana penduduk akan peduli membuang sampah pada tempatnya jika petugas sampah jarang datang? Bisa-bisa sampah membusuk di rumah. Jika hujan sedikit saja macet, lalu apakah kira-kira pengguna jalan yakin bahwa pemerintah memang tulus menangani masalah kemacetan di Jakarta? Atau jangan-jangan hanya lips service belaka pada saat musim kampanye. Jangan pula jika ada masalah yang tak tertangani, penduduk lagi yang disalahkan. Semoga tidak begitu adanya.</p>
<p>Terlepas dari sumuknya kota ini dan beragam problematika yang ada, yakinlah bahwa banyak penduduknya yang mencintai kota ini. Hanya perlu sedikit hubungan baik. Hubungan yang tulus dari aparat PEMDA DKI.  Jika itu dijalankan, yakinlah bahwa kita semua akan bahu-membahu mempercantik ibu tua ini hingga bisa panjang umur dan sehat. Jadi, selamat ulang tahun Jakarta, gefeliciteerd met je verjaardag!</p>
<p><em>Ditulis oleh Saifullah Kundo, Strategic Content Specialist, Praktisi PR, dan Mantan Wartawan</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/jakarta-gefeliciteerd-met-je-verjaardag.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi PR: Membangun pencitraan berbiaya minimal dengan hasil maksimal</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/strategi-pr-membangun-pencitraan-berbiaya-minimal-dengan-hasil-maksimal.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/strategi-pr-membangun-pencitraan-berbiaya-minimal-dengan-hasil-maksimal.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 02:20:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi!]]></category>
		<category><![CDATA[jim mcnamara]]></category>
		<category><![CDATA[silih agung wasesa]]></category>
		<category><![CDATA[strategi pr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA["Berapa jumlah liputan medianya? Gimana eventnya sukses, berapa banyak yang datang? Wah, orang PR tuh memang cantik-cantik yah? Frameworknya apa? KPI nya gimana?" Begitulah sekelumit masalah dalam dunia Public Relations di Indonesia. PR sering diasosiasikan dengan banyaknya liputan media, wajah cantik yang menawan, KPI dan Framework yang masih di-nomor dua-kan, tidak ditempatkan pada posisi strategis, dsb, padahal PR adalah strategi dasar pencitraan sebuah organisasi, dimana setiap langkah harus bisa diukur dan diduplikasi secara sistematis. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Berapa jumlah liputan medianya? Gimana eventnya sukses, berapa banyak yang datang? Wah, orang PR tuh memang cantik-cantik yah? Frameworknya apa? KPI nya gimana?&#8221;</p></blockquote>
<p>Begitulah sekelumit masalah dalam dunia Public Relations di Indonesia. PR sering diasosiasikan dengan banyaknya liputan media, wajah cantik yang menawan, KPI dan<em> Framework</em> yang masih di-nomor dua-kan, tidak ditempatkan pada posisi strategis, dsb, padahal PR adalah strategi dasar pencitraan sebuah organisasi, dimana setiap langkah harus bisa diukur dan diduplikasi secara sistematis.</p>
<p>Lain dulu lain sekarang. Semenjak US mengalami krisis global dan dunia, khususnya Indonesia terkena imbas dari krisis tersebut. PR kembali dilirik sebagai solusi dari masalah perusahaan yang sangat ketat menjaga stabilitas keuangannya. Bagaimana tetap mempertahankan efektivitas <em>campaign</em> suatu brand dengan <em>low budget high impact</em> dengan menghasilkan output dan outcome yang maksimal? Apalagi ditambah dengan mewabahnya <em>new media</em> dan jejaring sosial, meminjam istilah dari bukunya Brian Solis, <em>putting the public back in Public Relations</em>.</p>
<p>Sebagai junior yang masih belajar di dunia PR, saya sangat senang ketika Silih Agung Wasesa kembali meluncurkan Buku Strategi PR, merupakan edisi revisi dari buku sebelumnya, yang juga sebagai buku pertama dari PR Magic Trilogy.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a href="http://strategipr.files.wordpress.com/2010/06/buku-strategi-public-relati1.png?w=250&amp;h=370" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/strategipr.files.wordpress.com/2010/06/buku-strategi-public-relati1.png?w=250_amp_h=370&amp;referer=');"><img class=" " title="Strategi PR" src="http://strategipr.files.wordpress.com/2010/06/buku-strategi-public-relati1.png?w=250&amp;h=370" alt="" width="250" height="370" /></a><p class="wp-caption-text">Strategi PR</p></div>
<p>Buku ini patut menjadi referensi praktisi PR Indonesia dan akademisi karena menyajikan kasus-kasus lokal yang dipaparkan secara sistematis dengan bahasa yang ringan, ditambah kehadiran Jim Macnamara yang ikut berkontribusi di buku ini. Jim menulis dengan sangat <em>ciamik</em> di bagian PR Metrics, tentang bagaimana mengukur kinerja PR dan Corporate Communication (sesuatu yang dinanti oleh praktisi PR dan akademisi komunikasi di Indonesia, &#8220;bagaimana ngukurnya yah?&#8221;)</p>
<p>Buku ini juga menjawab judul dari blog ini, <strong>Kenapa Harus PR</strong>? <img src='http://kenapaharuspr.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>*Ditulis oleh <a onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F2010%2F02%2Fwahana-kebaikan-alam-aqua-aktivasi-brand-melalui-edukasi-konsumen%2F');" href="http://padmanegara.wordpress.com/">Takhta Pandu Padmanegara</a>,   Cyber Public Relations Specialist, Blogger, dan Visual Thinker</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/strategi-pr-membangun-pencitraan-berbiaya-minimal-dengan-hasil-maksimal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas Tangan Di Atas: Berbagi, Memberi, dan Meraup Rezeki</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/komunitas-tangan-di-atas-berbagi-memberi-dan-meraup-rezeki.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/komunitas-tangan-di-atas-berbagi-memberi-dan-meraup-rezeki.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 09:05:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[TDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Menjaga Rahasia Bisnis ,menyimpan informasi atau  mengurangi kesempatan kompetitor untuk berkembang, adalah jurus-jurus bisnis yang jamak dilakukan untuk memperbesar usaha sendiri. Bagaimana kalau jurus itu dibalik? Memberikan rahasia bisnis, berbagi informasi dan memberi jalan kompetitor untuk maju?
Itulah value yang dianut oleh komunitas TDA, singkatan dari Tangan Diatas.   Sebuah komunitas yang mendukung anggotanya satu sama lain untuk menjadi wirausaha. Berbeda dengan prinsip kewirausahaan umumnya yang menekankan pada pentingnya menjaga resep produk/jasa, komunitas ini justru menekankan pentingnya konsep berbagi di antara sesama. Di kalangan komunitas ini bahkan ada keyakinan bahwa semakin banyak ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjaga Rahasia Bisnis ,menyimpan informasi atau  mengurangi kesempatan kompetitor untuk berkembang, adalah<a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/05/TDA-2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-361" title="TDA-2" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/05/TDA-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a> jurus-jurus bisnis yang jamak dilakukan untuk memperbesar usaha sendiri. Bagaimana kalau jurus itu dibalik? Memberikan rahasia bisnis, berbagi informasi dan memberi jalan kompetitor untuk maju?</p>
<p>Itulah value yang dianut oleh komunitas TDA, singkatan dari Tangan Diatas.   Sebuah komunitas yang mendukung anggotanya satu sama lain untuk menjadi wirausaha. Berbeda dengan prinsip kewirausahaan umumnya yang menekankan pada pentingnya menjaga resep produk/jasa, komunitas ini justru menekankan pentingnya konsep berbagi di antara sesama. Di kalangan komunitas ini bahkan ada keyakinan bahwa semakin banyak berbagi, maka akan semakin banyak benefit yang didapat. Suatu paham yang berangkat dari rasa bersyukur atas keberlimpahan rezeki yang pasti diberikan oleh Tuhan yang tak terbatas sumber dayanya  melawan asumsi ekonomi umum yang berlaku saat ini tentang perlunya rivalitas karena adanya keterbatasan  sumber daya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas.</p>
<p>Komunitas TDA adalah sebuah komunitas yang dibangun dengan basis dunia maya, terutama mailing list, dan berkembang menjadi kelompok-kelompok kecil bisnis yang disebut dengan Master Mind. Komunitas ini eksis dengan pendekatan 360<sup>o</sup> dalam sistem komunitas mereka. Dikatakan demikian karena komunitas itu, bagikan sentral dari sebuah lingkaran didekati oleh berbagai strategi untuk pengembangan eksistensinya. Selain value berbagi dan menebar rahmat, yaitu keyakinan bahwa berbagi akan memberikan manfaat, komunitas ini juga bergerak dengan konsep master mind dan networking dengan sistem sel.</p>
<p>Didalam master mind ini, dalam kurun waktu tertentu, sebuah kelompok melakukan pertemuan untuk melakukan sharing satu sama lain tentang bisnis masing-masing. Tidak ada rahasia dan resep bisnis yang disimpan. Karena, menjadi kaya dan dermawan adalah nilai-nilai komunitas yang berkembang dikalangan mereka.</p>
<p>Mau tahu bagaimana komunitas ini bergerak dengan sistem sel? Tayangkan pertanyaan di milis TDA bahwa Anda akan memulai usaha, maka bukan hanya jawaban yang Anda akan dapat, tapi juga bimbingan. Bahkan, tidak jarang beberapa orang akan mengajak bertemu untuk memberikan penjelasan detail mengenai lika-liku bisnis anda.</p>
<p>Inilah pertanyaan pertama yang harus dikembangkan, ketika sebuah merek akan mengembangkan atau membutuhkan sebuah komunitas, yaitu keyakinan. Seberapa jauh anggota sebuah komunitas memiliki keyakinan yang sama, hingga satu sama lain merasa ada ikatan emosional yang kuat.</p>
<p>Sejauh ini, kebanyakan merek membangun komunitas hanya sebatas wadah untuk menyalurkan aspirasi bersama. Ujung-ujungnya, wadah tersebut memberikan hanya sekedar kemudahan bagi anggota komunitas. Tapi apakah anggota komunitas merasa memberikan manfaatnya untuk komunitas merek tersebut? Belum tentu. Karena wadah tidak memiliki beliefs. Keyakinan hanya dimiliki oleh anggota komunitas itu sendiri.</p>
<p>Akibatnya bisa ditebak, komunitas tersebut betul-betul hanya menjadi wadah untuk melontarkan uneg-uneg atau mendapatkan diskon.  Tidak ada perasaan aman dan memiliki yang dirasakan antar anggota komunitas. Dan ketika merek mulai mengurangi porsinya untuk terlibat, berkurang pula minat anggota komunitas. Maka secara perlahan, komunitas itu pun menjadi tinggal nama.</p>
<p>Nilai keyakinan komunitas ini lah yang menjawab seberapa jauh eksistensi komunitas bisa bertahan lama. Bahkan, sekalipun komunitas tersebut dibentuk melulu untuk perpanjangan tangan sebuah merek.</p>
<p>Intinya, bangun keyakinan diantara anggota, biarkan mereka berproses untuk menemukan nilai-nilai bersama dalam komunitas. Setelah nilai-nilai mereka menjadi matang, baru lah merek bisa terlibat secara aktif.  Karena, ketika nilai-nilai mereka sudah kuat, dan komunitas tersebut merasa sejalan dengan merek kita, maka mereka akan menjadi brand ambassador yang kuat pula.</p>
<p>Itu juga acuan awal ketika sebuah merek akan mencari komunitas yang solid. Cari komunitas yang nilai-nilainya begitu kental masuk menjadi sikap dan perilaku anggotanya.</p>
<p>Ciri-cirinya mudah, ketika sebuah pengurus komunitas berpikir (diawal pertemuan) tentang berapa materi yang bisa mereka dapat dari merek kita, maka bisa dipastikan bahwa komunitas tersebut tidak memiliki keyakinan.  Sebaliknya, ketika pengurus komunitas melihat ada tidaknya kesesuaian merek kita dengan mereka, nah, itu lah komunitas yang kuat.</p>
<p>Begitu komunitas merasa memiliki kesamaan nilai, hasil yang kita dapat akan menakjubkan. Seluruh sel komunitas tersebut akan dengan sendirinya menjadi bagian dari kita. Mereka akan ikut menjadi endorser merek kita.</p>
<p>Sebuah proses endorsment yang memikat. Apalagi bila kita bisa bertemu dengan komunitas TDA yang sejak berdiri tahun 2006 telah memiliki 4000 anggota di portal, dan 2000 anggota di milis. Belum lagi yang bergerak secara off_line untuk menebar rahmat bagi sekitar.</p>
<p>Penulis Silih Agung Wasesa.</p>
<p>Artikel lain dapat dijumpai pada buku Strategi PR karangan Silih Agung Wasesa</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/komunitas-tangan-di-atas-berbagi-memberi-dan-meraup-rezeki.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>EGP&#8230;!!</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/egp.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/egp.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus!]]></category>
		<category><![CDATA[banner]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[ketua partai]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Ketika melintasi jalan di daerah padat  Gatot Subroto, Jakarta, penulis sedikit terhenyak melihat papan reklame besar yang terpampang di pinggir jalan: “Dukung si Anu, Calon Ketua Partai Anu”.  Gambar reklame itu lengkap dengan tampilan tulisan menarik plus foto calon sedang tersenyum lucu. Luar biasa, berapa ya dana yang digelontorkan untuk menampilkan wajah tersenyum itu di billboard?

Sesampai di rumah, eh si Anu tiba-tiba muncul lagi. Kali ini dalam bentuk iklan yang biasa disetting untuk produk makanan balita namun kini disetting ulang jadi produk politik. Intinya pada akhir iklan berbunyi, &#8220;dukung si ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika melintasi jalan di daerah padat  Gatot Subroto, Jakarta, penulis sedikit terhenyak melihat papan reklame besar yang terpampang di pinggir jalan: “Dukung si Anu, Calon Ketua Partai Anu”.  Gambar reklame itu lengkap dengan tampilan tulisan menarik plus foto calon sedang tersenyum lucu. Luar biasa, berapa ya dana yang digelontorkan untuk menampilkan wajah tersenyum itu di billboard?</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/05/12198090531909861341man-silhouette.svg_.hi-copy.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-358" title="Silhouette" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/05/12198090531909861341man-silhouette.svg_.hi-copy-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Sesampai di rumah, eh si Anu tiba-tiba muncul lagi. Kali ini dalam bentuk iklan yang biasa disetting untuk produk makanan balita namun kini disetting ulang jadi produk politik. Intinya pada akhir iklan berbunyi, &#8220;dukung si Anu agar partai Anu jadi lebih baik&#8221;. Luar biasa, penulis membatin, terbayang kemudian iklan-iklan serupa yang muncul berjamuran saat  musim pilkada tiba. Saat itu tiba-tiba saja saluran TV nasional penuh dengan iklan-iklan dukungan politik untuk pencalonan si anu dari daerah anu.</p>
<p>Kira-kira apa hal pertama yang terlintas di benak kita saat melihat itu semua. Yap benar, EGP alias Emang Gua Pikirin? Bagaimana tidak? Pencalonan ketua partai kok ya menggunakan bilboard yang dipajang di tempat publik sih? Memang publik punya suara untuk mendukung atau tidak mendukung calon tersebut? Begitu juga dengan pilihan calon bupati atau gubernur. Untuk apa pula mereka memasang iklan di TV nasional? Tidakkah lebih baik jika iklan itu ditayangkan saja di TV-TV lokal atau diubah dalam bentuk strategi PR campaign yang ciamik. Walhasil akan lebih tepat guna dan tepat sasaran.</p>
<p><strong>Bungkus rokok versus Organ Tunggal</strong></p>
<p>Penulis teringat sekitar 10 tahun lalu pada saat melakukan Kuliah Kerja Nyata di sebuah desa Blambangan, Lampung Utara. Ada seorang lurah di sana bernama Pak Agus, orang Lampung aseli, meski bernama Jawa. Satu yang menarik dari Pak Agus adalah dia sampai dua kali terpilih sebagai kepala desa di Blambangan. Apa modalnya? Apakah dana jutaan rupiah? Tanah yang tergadai? Ternyata tidak. Cukup beberapa bungkus rokok. Kok bisa? Ya, yang menjadi titik bedanya adalah cara ia membagikan bungkus-bungkus rokok itu. Ia dengan rajin setiap seminggu sekali keliling ke dusun-dusun (bagian kecil dari desa) mengunjungi para kepala dusun di sana. Mengaji atau ta’lim bersama, nonton wayang atau sekadar duduk-duduk bersenda gurau melepas penat sambil mendengarkan masukan warga untuk pembangunan desa ke depan. Tanpa sadar, tanpa teori PR, ia sudah menanamkan citra positif dirinya sebagai kepada desa yang peduli di benak para penduduk dusun. Ini, istilah kerennya sekarang, jadi <em>word of mouth </em>positif bagi dirinya hingga ke seantoro dusun di wilayah Blambangan. Tanpa disadari Pak Agus sudah menjalankan Strategi PR Jangka Panjang secara tepat, pada audiens yang tepat.</p>
<p>Oleh sebab itu ketika musim pilkada tiba dan para calon lain berkampanye jor-joran menggunakan organ tunggal, dangdut bahkan minuman dan uang, untuk menarik simpati warga, namun para penduduk bergeming. Ya, para penduduk desa memang berkumpul, berkumpul untuk sekadar menikmati suguhan gratis itu. Tentu dengan tak lupa mengiyakan ajakan sang penyelenggara untuk memilih dirinya pada saat pencoblosan. Namun apa nyatanya? Bungkus rokok ternyata mampu mengungguli kampanye organ tunggal. Pak Agus menang lagi sebagai kepada desa untuk kedua kalinya&#8230;</p>
<p>Yah, semoga saja ke depan, banyak yang bisa menarik pelajaran dari pak Agus di atas. Dana iklan yang digelontorkan hingga ratusan juta tentu akan lebih bermanfaat jika dibuatkan program pencitraan  jangka panjang yang benar-benar melayani kebutuhan target pemilih. Jika itu terjadi, maka kata ”EGP”  tak akan lagi terlontar saat para pemirsa TV atau pengguna jalan dipaksa untuk melihat iklan-iklan yang tak ada kaitannya dengan mereka. Karena sepertinya, iklan-iklan itu terasa menggangu pemandangan saja&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/egp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook: Data dan Fakta 2010</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/facebook-data-dan-fakta-2010.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/facebook-data-dan-fakta-2010.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 02:35:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cyber PR!]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Research & Metrics!]]></category>
		<category><![CDATA[data dan fakta facebook 2010]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[facebook facts]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Facebook  adalah social media terbesar di dunia, bisa dibilang sebuah negara maya yang terdiri seluruh ras di dunia. Facebook adalah sejarah umat manusia. Berikut adalah Facebook Statistics for 2010]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.facebook.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.facebook.com?referer=');">Facebook</a> adalah social media terbesar di dunia, bisa dibilang sebuah negara maya yang terdiri seluruh ras di dunia. Facebook adalah sejarah umat manusia. Berikut adalah <em>Facebook Statistics for 201o. </em>Terima kasih untuk <a href="http://www.website-monitoring.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.website-monitoring.com?referer=');">website-monitoring.com</a> yang mengarsipkannya dengan baik, thanks berat juga untuk <a href="http://www.digitalbuzzblog.com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.digitalbuzzblog.com/?referer=');">digitalbuzzblog</a> untuk reviewnya. Yu kita sama-sama nikmati infografis dibawah ini:</p>
<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/03/Facebook-Statistics-2010.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-332" title="Facebook-Statistics-2010" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/03/Facebook-Statistics-2010.jpg" alt="Facebook-Statistics-2010" width="536" height="4135" /></a></p>
<p><em>*Ditulis oleh <a onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F2010%2F02%2Fwahana-kebaikan-alam-aqua-aktivasi-brand-melalui-edukasi-konsumen%2F');" href="http://padmanegara.wordpress.com/">Takhta Pandu Padmanegara</a>,  Cyber Public Relations Specialist, Blogger, dan Visual Thinker</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/facebook-data-dan-fakta-2010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ratu Ommaya: Mengusung Values dengan Komunitas</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/ratu-ommaya-mengusung-values-dengan-komunitas.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/ratu-ommaya-mengusung-values-dengan-komunitas.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 10:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok!]]></category>
		<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[Ratu Ommaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Wajahnya sumringah ketika bertemu tim kenapaharusPR di sebuah kafe di Jakarta. “Saya Maya,” katanya ramah. Nama lengkapnya sendiri agak panjang . Ratu Maulia Ommaya Firhah. Di usia yang masih berkepala dua ia sudah menduduki posisi yang cukup tinggi yaitu PR Manager di sebuah perusahaan multinasional, The Body Shop Indonesia.  Jelas ini sebuah prestasi.  Buktinya, iapun dianugerahi sebagai juara pertama alumni award dari universitas tempat ia menimba ilmu ke-PR an yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relation. Ia dianggap berpestasi dan dicalonkan oleh banyak pihak karena dianggap mampu berkarir di dunia PR dengan baik .]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/03/pr-manager-the-body-shop-indonesia-copy1.png"><img class="alignnone size-full wp-image-327" title="pr manager the body shop indonesia copy" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/03/pr-manager-the-body-shop-indonesia-copy1.png" alt="pr manager the body shop indonesia copy" width="392" height="521" /></a><br />
</strong><strong> </strong></p>
<p>Wajahnya sumringah ketika bertemu tim kenapaharusPR di sebuah kafe di Jakarta. “Saya Maya,” katanya ramah. Nama lengkapnya sendiri agak panjang . Ratu Maulia Ommaya Firhah. Di usia yang masih berkepala dua ia sudah menduduki posisi yang cukup tinggi yaitu PR Manager di sebuah perusahaan multinasional, The Body Shop Indonesia.  Jelas ini sebuah prestasi.  Buktinya, iapun dianugerahi sebagai juara pertama alumni award dari universitas tempat ia menimba ilmu ke-PR an yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relation. Ia dianggap berpestasi dan dicalonkan oleh banyak pihak karena dianggap mampu berkarir di dunia PR dengan baik .</p>
<p>Sementara, tentang The Bodyshop sendiri adalah perusahaan yang unik karena sarat dengan berbagai kampanye nilai (values) yang membela kaum perempuan maupun lingkungan. Tentu masih kuat tertanam di benak kita kampanye dari merek ini yaitu ‘against animal testing’ lalu ada juga kampanye “stop kekerasan dalam rumah tangga”. Pendekatan kampanye seperti ini cukup unik karena ternyata dapat juga menopang pemasaran produk. Lalu bagaimana pendekatan ini dilakukan di Indonesia? Apa saja yang sudah dilakukan oleh The Bodyshop sejak  18 tahun lalu berada di Indonesia?</p>
<p>Pada sore yang basah oleh hujan itu, diselingi wedang jahe dan kudapan gorengan, kami berbincang-bincang tentang banyak hal.  Tentang diri, cita, cinta, karir, komunitas dan green campaign.  Berikut petikannya:</p>
<p><strong>kenapaharusPR: Bisa cerita sedikit tentang komunitas yang dikembangkan the Bodyshop Indonesia?</strong></p>
<p><em><strong>Maya:</strong> Ya, the Bodyshop Indonesia sangat peduli dengan values-values yang stands for women (membela kaum perepmpuan). Semisal dengan mengangkat value tentang KDRT, lalu tentang HIV AIDS.</em><br />
<strong><br />
Teknisnya bagaimana?</strong></p>
<p><em>Dalam mengusung setiap values, kami bekerjasama dengan NGO. Misalkan dalam mengusung values tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) the Bodyshop bekerja sama dengan Unicef. Lalu saat mengusung  values tentang korban HIV kami bekerjasama dengan Komnas Perempuan. Dalam mengusung values ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk peduli bahwa ada yang bisa kita kerjakan untuk kebaikan bersama.</em></p>
<p><strong>Bagaimana mengaitkan kampanye ini dengan produk?</strong></p>
<p><em>Nah, kami mencoba mengajak konsumen untuk turut serta dalam kampanye ini dengan pembelian produk. Hal yang pasti, 100% dari hasil penjualan produk ini kami sumbangkan untuk gerakan kampanye tersebut kepada NGO yang pendamping kami.</em></p>
<p><strong>Bagaimana komunitas terbentuk melalui kampanye ini?<br />
</strong><br />
<em>Selain mengajak para konsumen untuk turut serta membeli produk, kami juga memberikan edukasi dengan menyebarkan leaflet atau mengajak konsumen untuk bersama-sama mengisi petisi. Hingga saat ini beberapa values yang sudah kami kampanyekan di Indonesia adalah Green Campaign terutama tentang bahaya Global Warming, Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Bantu kaum Perempuan yang terkena HIV-AIDS. Untuk kampenye Green Campaign sendiri bahkan kantor kami di Bintaro  sempat memenangkan Juara Pertama Green Office 2009 serta mampu menularkan semangat untuk peduli dengan lingkungan ini kepada warga masyarakat di sekitar Bintaro.</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p style="margin: 0pt 0pt 10pt;"><span style="font-family: Calibri;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<div id="__ss_3363296" style="width: 425px;"><strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a title="Mengusung Values dengan Komunitas" href="http://www.slideshare.net/padmanegara/mengusung-values-dengan-komunitas" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/padmanegara/mengusung-values-dengan-komunitas?referer=');">Mengusung Values dengan Komunitas</a></strong><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=meettheprpractitioner-thebodyshopindonesia-100308041253-phpapp02&amp;stripped_title=mengusung-values-dengan-komunitas" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=meettheprpractitioner-thebodyshopindonesia-100308041253-phpapp02&amp;stripped_title=mengusung-values-dengan-komunitas" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<div style="padding:5px 0 12px">View more <a href="http://www.slideshare.net/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/?referer=');">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/padmanegara" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.slideshare.net/padmanegara?referer=');">Takhta Pandu Padmanegara</a>.</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/ratu-ommaya-mengusung-values-dengan-komunitas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Confucious: Ajaran Nasionalisme ala Cina</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/confucious-ajaran-nasionalisme-ala-cina.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/confucious-ajaran-nasionalisme-ala-cina.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 04:35:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi!]]></category>
		<category><![CDATA[movie review]]></category>
		<category><![CDATA[resensi film]]></category>
		<category><![CDATA[strategi komunikasi dengan film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Memang wajar kalau Cina disebut sebagai pusat peradaban disamping Timur Tengah dan Eropa pada jaman dulu. Ajaran Kong Qie, yaitu Konfusiusisme, murid dari Lao Tse ini sudah ada dari masa sebelum masehi dan masih relevan untuk diterapkan di dunia yang serba kacau ini. Kebaikan, kejujuran, kesopanan, cinta tanah air dan sesama adalah nilai-nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em> </em></p>
<div id="attachment_317" class="wp-caption alignleft" style="width: 222px"><em><em><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/03/poster_confucius_01.jpg"><img class="size-medium wp-image-317 " title="poster confucius" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/03/poster_confucius_01-212x300.jpg" alt="Confucius Movie Poster" width="212" height="300" /></a></em></em><p class="wp-caption-text">Confucius Movie Poster</p></div>
<p><em>Memang wajar kalau Cina disebut sebagai pusat peradaban disamping Timur Tengah dan Eropa pada jaman dulu. Ajaran Kong Qie, yaitu Konfusiusisme, murid dari Lao Tse ini sudah ada dari masa sebelum masehi dan masih relevan untuk diterapkan di dunia yang serba kacau ini. Kebaikan, kejujuran, kesopanan, cinta tanah air dan sesama adalah nilai-nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. </em></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="560" height="340" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/fjrX1UZXI_A&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="340" src="http://www.youtube.com/v/fjrX1UZXI_A&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Film yang disutradarai oleh Mei Hu, dan diperankan secara total oleh Chow Yun-Fat sebagai Kong Qie ini memang sarat akan nasionalisme.  Dalam film ini karir politik Kong Qie di kerajaan Lu diperlihatkan oleh sang sutradara, bagaimana dari seorang walikota menjadi seorang menteri hukum dan kemudian menjadi pengganti perdana menteri. Confucious menentang ajaran-ajaran feodal, perbudakan, kekerasan pada wanita dan anak, korupsi, dan politik kotor.</p>
<p>Seperti film kolosal Cina lainnya, saya pasti terkagum-kagum melihat <em>setting </em>cerita ini yang ditata dengan sangat detail sehingga penggambaran era Cina sebelum masehi terlihat sangat indah dan menawan. <em>Mis en Scene </em>(pengadegan) yaitu pencahayaan, pewarnaan, koreografi gerak kamera, pemilihan <em>angle</em> kamera dan pemain-pemainnya sangat baik diterapkan oleh Mei Hu.</p>
<p><strong>Naik dan Datar</strong></p>
<p>Kekurangan pada film ini terletak pada membangun suasana untuk penonton. Pada awal film, penonton awam akan mulai beradaptasi dengan para tokoh yang muncul satu per satu dalam setiap adegan, kemudian penonton juga akan berusaha memahami situasi hubungan Kerajaan Lu dengan kerajaan lainnya. Setelah itu, barulah suasana film terbangun dengan sangat baik, penonton akan tertawa dengan kecerdikan Kong Qie, dan bagaimana penggambaran perang dengan <em>Special Effect</em> yang menarik.</p>
<p>Akan tetapi pada saat pertengahan film menjelang akhir, penonton akan merasa bosan karena suasana setelah naik di awal berbenturan dengan suasana datar di tengah menuju akhir dari film ini. Ini cukup membuat penonton mengantuk sesaat, mulai bermain handphone mereka atau sekedar mengecek kembali apakah snack mereka masih cukup sampai akhir film atau tidak.</p>
<p><strong>Strategi Komunikasi Pemerintah Cina</strong></p>
<p>Dana pembuatan Confucious ditanggung seluruhnya oleh pemerintah Cina. Dalam film sangat jelas terlihat propaganda-propaganda nasionalis dan cinta tanah air negara adikuasa baru ini untuk rakyatnya (dan mungkin untuk masyarakat dunia).</p>
<p>Film Confucious merupakan salah satu implementasi dari strategi komunikasi pemerintah Cina untuk mengangkat semangat Nasionalisme rakyat Cina. Bagaimana seorang rakyat harus rela berkorban untuk negaranya, kesetiaan, dan menunjukkan bahwa <em>The Great Empire of China </em>akan bangkit.</p>
<p>Saat ini, Cina memang sudah menguasai ekonomi dunia, lihatlah barang-barang Cina, meskipun kualitas masih nomor dua, tapi kehadirannya yang ada dimana-mana di seluruh belahan dunia ini membuat ekonomi barat dan timur dibuat pusing. Para ilmuwan Cina yang ada di seluruh dunia diajak untuk kembali ke negaranya memperkuat penelitian di Cina. Terlihat juga bagaimana ketidakberdayaan Google yang ditunggangi oleh pemerintah AS melawan tekanan pemerintah Cina untuk menanamkan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi macet di tengah jalan. Hebat!</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan Indonesia, seberapa jauh sih apresiasi pemerintah Indonesia terhadap dunia film dan apakah dalam strategi komunikasi, film masuk didalamnya? Tanya saja kepada rumput yang bergoyang, dan mungkin rumput yang bergoyang akan menjawab “Pemerintah Indonesia justru sudah membuat film dengan dana milliaran, dan berhasil membuat rakyat bingung, investor bingung, dan membuat penonton muntah semuntah-muntahnya?”</p>
<p>“Memang filmnya film apa?”</p>
<p>“Itu loh film Pansus Century dan Politikus Genit!”</p>
<p><em>*Ditulis oleh <a onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com/?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F');pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com?referer=http%3A%2F%2Fkenapaharuspr.com%2F2010%2F02%2Fwahana-kebaikan-alam-aqua-aktivasi-brand-melalui-edukasi-konsumen%2F');" href="http://padmanegara.wordpress.com/">Takhta Pandu Padmanegara</a>, Cyber Public Relations Specialist, Blogger, dan Visual Thinker</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/confucious-ajaran-nasionalisme-ala-cina.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengontrol Reputasi Brand di Social Media</title>
		<link>http://kenapaharuspr.com/mengontrol-reputasi-brand-di-social-media.html</link>
		<comments>http://kenapaharuspr.com/mengontrol-reputasi-brand-di-social-media.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 03:58:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kenapaharuspr (author)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus!]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[brand reputation]]></category>
		<category><![CDATA[crisis management]]></category>
		<category><![CDATA[damage control]]></category>
		<category><![CDATA[mario teguh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kenapaharuspr.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Karena kejadian motivator Mario Teguh yang menghebohkan dunia twitter dengan komentarnya dan akhirnya menutup akun twitternya, saya jadi ingin sharing tentang damage control di social media... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/control-brand-reputation-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-311" title="control brand reputation copy" src="http://kenapaharuspr.com/wp-content/uploads/2010/02/control-brand-reputation-copy.jpg" alt="control brand reputation copy" width="532" height="384" /></a></p>
<p>Karena kejadian motivator <a href="http://www.detiknews.com/read/2010/02/21/111840/1303690/10/sebut-wanita-perokok-tak-layak-dinikahi-mario-teguh-dikecam-di-twitter" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.detiknews.com/read/2010/02/21/111840/1303690/10/sebut-wanita-perokok-tak-layak-dinikahi-mario-teguh-dikecam-di-twitter?referer=');">Mario Teguh yang menghebohkan dunia twitter</a> dengan komentarnya dan akhirnya menutup akun twitternya, saya jadi ingin sharing tentang <strong>damage control di social media</strong>.</p>
<p>Sebagai pemilik bisnis online yang berlandaskan service, dan memutuskan untuk terjun total di social media, saya dan <a href="http://Kutukutubuku.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/Kutukutubuku.com?referer=');">Kutukutubuku.com</a> tentu tak luput dari kesalahan yang memungkinkan customer komplain langsung di social media yang bisa dibaca dan menyebar ke ribuan orang dalam sekejap.</p>
<p>Karena saya anggap kita sebagai personal juga mempunyai posisi sama dengan brand, maka saya coba kasih beberapa tips sesuai pengalaman selama ini untuk mengontrol reputasi brand di social media:<br />
<strong>Respond Quickly.</strong> Meskipun hanya untuk bilang, “mohon menunggu kami segera melakukan pengecekan.”</p>
<p><strong>Lakukan Perbaikan. Don’t Argue</strong>. <em>It only make things worst &amp; make you look bad already</em>. Jika ada satu orang yang complain/mengkritik bisnis Anda, dekati dan selesaikan masalahnya secara personal baik via email atau DM. Minta maaf terlebih dahulu, bahkan jika Anda belum mengetahui duduk perkaranya. Jika ternyata Anda yang benar atau jika masalah sudah diselesaikan, customer akan kembali ke social media dengan komentar positif untuk brand Anda tanpa diminta.</p>
<p><strong>Have Conversation.</strong> Jika Anda diserang dari segala arah seperti Mario Teguh, meskipun Anda pikir yang Anda katakan di twitter itu benar dan tak ada salahnya, Anda tetap harus berbesar hati untuk melihat pendapat orang banyak, dan melakukan conversation untuk menerima pendapat mereka. Kembali lah ke twitter dan rebut kembali hati para follower dengan twit-twit yang bermanfaat.</p>
<p><strong>Siapkan Crisis Management Plan.</strong> Untuk damage besar yang terlanjur terjadi pada satu customer, siapkan special plan untuk recover ‘kerugian’ apapun yang dialami customer</p>
<p><strong>Awasi channel social media yang Anda miliki.</strong> Untuk bisnis, sebaiknya ada staf khusus yang dilatih untuk mencermati channel-channel social media yang Anda miliki untuk mendeteksi potensi krisis secara dini. Jangan lupa untuk mengajari staf Anda menggunakan bahasa-bahasa yang layak untuk mendinginkan situasi</p>
<p><em><strong>Ada yang mau menambahkan?</strong></em></p>
<p><em>*Ditulis oleh <a href="http://www.salsabeela.com/about/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.salsabeela.com/about/?referer=');">Aulia Halimatussadiah (Ollie)</a>, Pemilik <a href="http://Kutukutubuku.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/Kutukutubuku.com?referer=');">Kutukutubuku.com</a>, <a href="http://Heartyboutique.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/Heartyboutique.com?referer=');">Heartyboutique.com</a>, <a href="http://tukusolution.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/tukusolution.com?referer=');">TukuSolution.com</a>, Novelis dan Blogger</em></p>
<p><em>Editing dan Ilustrasi oleh <a href="http://padmanegara.wordpress.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/padmanegara.wordpress.com?referer=');">Takhta Pandu Padmanegara</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kenapaharuspr.com/mengontrol-reputasi-brand-di-social-media.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
