5 Kesalahan Brand dalam ber-Facebook Ria
Siapa yang tidak mengenal Facebook sekarang ini, bahkan 3 tahun belakangan ini beberapa brand ternama sudah mulai masuk ke situs jejaring social terbesar ini dengan berbagai tujuan mulai dari riset pasar, mendongkrak angka penjualan, maupun sekedar branding atau pencitraan merek tanpa melakukan direct selling.
Namun ternyata belum semua brand paham akan fungsi utama dari sebuah situs jejaring social sebesar Facebook yang sebetulnya sangat sederhana yaitu komunikasi dua arah, dan kebelumpahaman inilah yang menyebabkan sebuah brand seringkali melakukan kesalahan yang tidak jarang malah berdampak kontra produktif dengan tujuan awal mereka terjun ke Facebook.
Yuk coba kita lihat beberapa kesalahan yang kerap dilakukan oleh brand yang sudah mau masuk ke Facebook namun sayangnya belum memahami facebook sepenuhnya:
- Masih menggunakan akun profile personal
Semoga sudah tidak banyak brand yang melakukan kesalahan ini, karena sederhana saja itu artinya brand tersebut tidak mengenal aturan yang berlaku di facebook atau bisa dikatakan “brand bandel”. Perhatikan gambar berikut:

Di dalam kotak merah telah sangat jelas dinyatakan bahwa selain untuk urusan pribadi, menggunakan akun profile personal untuk keperluan bisnis, komunitas, organisasi atau apapun merupakan sebuah pelanggaran penggunaan facebook yang cukup keras sampai-sampai beresiko kehilangan akses ke akun tersebut.
- Komunikasi Searah
Kesalahan ini biasanya disebabkan oleh humas brand yang belum paham betul mengenai konsep dasar media jejaring social yang memang khusus didesain untuk meniadakan birokrasi atau batasan-batasan komunikasi seperti yang selama ini terjadi di media-media konvensional seperti media cetak maupun media elektronik seperti televisi dan radio.
Jangan biarkan fans di facebook page merasa terabaikan oleh brand, karena sudah jelas bahwa harapan semua fans ketika ngeklik tombol like di fanpage sebuah brand adalah agar bisa berkomunikasi langsung dengan brand yang awalnya sangat mereka sukai, namun bila fans potensial ini merasa terabaikan maka bukan tidak mungkin bahkan mereka berbalik memberi komentar negatif di facebook.
- Menghapus komentar negatif
Ini bisa dikatakan kesalahan paling fatal bagi sebuah brand dalam melakukan aktifitasnya di facebook, karena tindakan ini belum tentu mengurangi dampak akibat komentar negatif yang ditulis oleh fans, bahkan dampaknya bisa makin parah bila tindakan penghapusan komentar ini dibicarakan oleh yang bersangkutan di tempat lain plus dibumbui oleh rasa tidak senang yang meningkat karena merasa tidak dihargai oleh brand.
- Menggunakan fitur update otomatis dari Twitter
Karakter pengguna di masing-masing media sosial berbeda-beda dan tidak bisa disamakan, kebiasaan pengguna di twitter berbeda dengan pengguna di facebook karena memang masing-masing medianya juga punya fitur yang berbeda-beda. Akan sangat tidak sesuai bila karakter pesan di twitter yang hanya sebatas 140 karakter dimasukan ke facebook page yang kapasitasnya jauh lebih banyak.
- Spamming
Aktifitas ini juga kerap dilakukan oleh brand yang “kurang menghargai” audiencenya di facebook. Bentuk spamming pun bermacam-macam, mulai dari tag foto yang bahkan tidak ada hubungannya dengan produk dan biasanya tanpa seizin yang bersangkutan hingga berupa mengirimkan pesan jualan secara langsung ke dalam inbox facebook. Bila kegiatan ini dilakukan berkali-kali maka bukan image positif yang didapat namun sebaliknya, orang-orang di facebook akan muak dengan kehadiran brand tersebut dan ini tentu tidak diinginkan oleh brand manapun yang masuk ke ranah facebook.
Semoga lima kesalahan di atas tidak lagi dilakukan oleh brand-brand yang sudah cukup lama hadir di facebook, maupun brand-brand yang baru mau nongol di media jejaring sosial terbesar di dunia ini. Karena potensi di media ini masih terlalu sayang untuk dilewatkan apalagi salah dalam pengelolaan bagi brand yang ingin menunjukkan eksistensinya yang secara tidak langsung juga akan meningkatkan angka penjualan yang berujung pada naiknya keuntungan bagi brand itu sendiri.
Category: Digital




wah keren…seuju dengan semua pint diatas. Kadang banyak brand yang hanya spaming dan tak conversation dengan fans. inti dari facebook adalah conversation, ngobrol.
Hasil study beberapa waktu lalu soal update status facebook yang auto update dari twitter kurang mendapatkan enggagment di facebook