5 (Lima) Buku “Political Branding & Public Relations” untuk Komentar Terbaik

Kenapa Harus PR | Contest, Event | June 27, 2011 | 8 Comments

Share pendapat anda, dan bagi 5 (lima) pemberi komentar terbaik, akan mendapatkan Buku “Political Branding & Public Relations” dari pengarangnya, Silih Agung Wasesa.

————————————————————–

UPDATE: 5 (Lima) pemenang yang berhak mendapatkan buku “Political Branding & Public Relations” karangan Silih Agung Wasesa.

Randhika (randhy_v@xxxx.com)
Angy Sonia (angie_metamorphs@xxxx.co.uk)
Wulan Muhariani (wulanmuh@xxxx.com)
mas-tony (rsultoni@xxxx.com)
Asad (asad.fatchul@xxxx.com)

Buku bisa diambil langsung saat berlangsungnya acara Obrolan Langsat, pada 30 Juni 2011, yang sekaligus dijadikan sebagai acara soft launching buku “Political Branding & Public Relations”.

————————————————————–

Berbicara mengenai politik pencitraan, sebenarnya apakah politik pencitraan identik dengan kebohongan? Benarkah politik pencitraan identik dengan politik uang? Baru kemarin, kita dikejutkan dan dibuat prihatin dengan hukuman pancung yang dijatuhkan kepada Ruyati binti Satubi, seorang TKW di Arab Saudi pada Sabtu (20/6) lalu. Terkesan, pemerintah lamban dalam bertindak. Tentu, kekesalan utama banyak dialamatkan kepada Presiden SBY. Banyak tudingan yang menyatakan bahwa Presiden dan stafnya terlalu mementingkan politik pencitraan dan tidak berbuat banyak mengurus rakyat.

Sampai pada tahap ini, terkesan bahwa politik pencitraan identik dengan pembohongan publik. Menutup-nutupi kebenaran dengan rekayasa citra yang dirancang sedemikian rupa. Namun apakah itu yang dimaksud dengan politik pencitraan yang sesungguhnya? Apakah politik pencitraan meniadakan konsistensi dan disiplin dalam merealisasikan janji-janji partai kepada audiens?

Share pendapat anda, dan bagi 5 (lima) pemberi komentar terbaik — yang telah memenuhi Syarat & Ketentuan — akan mendapatkan Buku “Political Branding & Public Relations” dari pengarangnya, Silih Agung Wasesa.

Buku bisa diambil langsung saat berlangsungnya acara Obrolan Langsat, pada 30 Juni 2011, yang sekaligus dijadikan sebagai acara soft launching buku “Political Branding & Public Relations”.

Waktu:

Kontes ini berlangsung dari Senin, 27 Juni 2011 pukul 14:00 WIB sampai Rabu, 29 Juni 2011 pukul 18:00 WIB.

Syarat & Ketentuan:

1. Follow @kenapaharuspr dan @Silih
2. Like Facebook fan page Kenapa Harus PR, http://www.facebook.com/kenapaharuspr
3. Berikan pendapat Anda dengan memposting comment di bawah ini.

Best luck, dan terima kasih untuk partisipasinya!

 

Tags:

Category: Contest, Event

About the Author (Author Profile)

Started in 2009, Kenapa Harus PR discusses trends and issues in the public relations and communications, marketing, advertising, and social media landscape, specially in Indonesia. The blog also provides resources, tips, and tools for the practice of PR and digital marketing for communications professionals.

Comments (8)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Asad says:

    coba ikuatan ah. am big fan of mr silih!

  2. Asad says:

    pemerintah baiknya punya strategi khusus dalam menjalani politik pencitraan. selalu image negatif dari media-media yang ter-blow up selama ini. padahal (mungkin), ga selamanya pemerintah bertindak salah selama ini.
    apalagi kalo kita bicara tentang DPR. selalu dikaitkan dengan proyek, duit, kekuasaan, dsb. politik pencitraan layak diperjuangakan mereka, terlepas dari output yang mereka hasilkan.

  3. mas-tony says:

    image negatif pemerintah yang terekspose oleh media mungkin disebabkan terlalu banyaknya birokrasi sehingga terkesan lamban dalam mengatasi satu masalah. Kalo pun untuk mendapatkan pencitraan yang baik seharusnya ada ACTION, jangan hanya koar-koar yang tidak ada tindakannya.
    Kepedulian sekarang lebih sering terjadi setelah daripada mencegah, sehingga hal yang sudah terjadi baru diributkan termasuk dibuat satu panja-panja hingga akhirnya tetep mengeruk uang rakyat.

  4. Menurut saya politik pencitraan adalah sama dengan halnya branding di dalam produk. Kemasan memang penting, namun hal tersebut perlu ditunjang dengan isi dari kemasan tersebut.Namun hal yang membedakan adalah political branding terdapat di dunia politik.

    Sebenarnya pencitraan tersebut bisa saja meniadakan konsistensi, mempertahankan konsistensi bahkan meningkatkan konsistensi. Hal ini tergantung dari pelakunya, dalam kasus ini adalah pencitraan dari pemimpin itu khususnya dan tim pendukung umumnya.

    Political branding ini perlu dilakukan, karena ibaratkan perusahaan, image positif sangatlah penting untuk meningkatkan kredibilitas dari politikus tersebut sehingga diharapkan masyarakat dapat tertarik dengan politisi tersebut.

    Jika masyarakat sudah tertarik, apa pun kebijakan yang dikeluarkan, akan lebih mudah bagi kita semua untuk menjalankannya.

  5. Angy Sonia says:

    pencitraan buat analisis boleh. ketika media massa dimiliki kepemilikan pada publik yang mengontrol area publik. media perekaman kejadian publik yang dalam menyediakan ruang publik. Main streamnya alat analisis.

  6. Andhee63 says:

    link berikut cukup menarik,

    http://politikana.com/baca/2011/06/27/memasarkan-partai-politik.html

    berharap buku ini bisa jadi semacam pencerahan untuk strategi2 baru bagi politikus kita. pertanyaanya, apakah politikus2 Indonesia sudah siap untuk bertarung melalui pencitraan yang riil dan bukan imajiner?
    artinya…apakah sudah siap untuk benar2 konsekuen dengan perencanaan pencitraan mereka, atau hanya sekedar “berjualan” sosok mereka untuk kepentingan jangka pendek, siklus 5 tahunan contohnya?

  7. Randhika says:

    Political branding penting dlm dunia politik modern. Persaingan politik yg semakin ketat membuat harus ada terobosan-terobosan baru bg politisi untuk menjual ide2nya. Contoh yg berhasil melakukannya adalah obama dan Presiden SBY. Mereka membentuk tim sukses dgn komposisi layaknya sebuah perusahaan. Konsultan2 politikpun menjamur. Mereka menjual klien2 mereka layaknya menjual suatu produk. Namun, bkn berarti politik tradisional hrs ditinggalkan. Mix antara keduanya merupakan yg terbaik. Dan yg lbh penting lg adalah tidak hanya menjual citra tp jg ide2 segar dan mewujudkan ide2 dan janji2 yg telah disampaikan ketika politisi tersebut terpilih.

  8. UPDATE: 5 (Lima) pemenang yang berhak mendapatkan buku “Political Branding & Public Relations” karangan Silih Agung Wasesa.

    Randhika (randhy_v@xxx.com)
    Angy Sonia (angie_metamorphs@xxx.co.uk)
    Wulan Muhariani (wulanmuh@xxx.com)
    mas-tony (rsultoni@gmail.com)
    Asad (asad.fatchul@xxx.com)

    Buku bisa diambil langsung saat berlangsungnya acara Obrolan Langsat, pada 30 Juni 2011, yang sekaligus dijadikan sebagai acara soft launching buku “Political Branding & Public Relations”.

Leave a Reply