Jangan (asal) Tiru Obama (2)
Ya, begitu Obama begitu sukses menggunakan facebook dan sosial media lainnya untuk menarik dana kampanye, maka adalah hal mustahil kalau kita meniru mentah-mentah apa yang dilakukan oleh Obama. Jangan memberi uang, wong baca tulisan kita saja belum tentu mau kok.
Ini yang sering tidak dimiliki oleh caleg-caleg politik. Seperti halnya dagang sapi, mereka hanya memikirkan bisa terpilih atau tidak. Dipilih pun menjadi sebuah pilihan, bukan sebuah konsekuensi logis karena kerja keras mereka.
Sehingga, bukan sebuah hal yang mencengangkan ketika caleg-caleg berbondong membuat spanduk, memajang nama besar-besar, baru menjelang pemilu. Tepatnya setelah Daftar Calon Tetap (DCT) diumumkan oleh KPU. Memang selama ini kemana saja, ketika rakyat butuh makan, butuh bantuan ekonomi, ketika suasana tidak segera kunjung berubah?
Kebanyakan mereka menjawab, kan DCT belum keluar, jadi ya tidak usah kampanye. Jadi, memang, kampanye hanya untuk dipilih.
Menyedihkan memang. Sudah begitu, mereka dengan mentah-mentah meniru kampanye Obama; dengan harapan bisa mendapatkan efek pemilih seperti Obama.
Tapi ya sudahlah. Begitulah negeri kita untuk saat ini. Mari kita nikmati, sambil belajar untuk menjadi lebih baik.
Category: Digital, Public Relations, Strategi




GA tau buat e-mail tuh mereka Mas. Anak SD yg punya FB/Twitter aja pasti punya e-mail. Para calon dan anggota dewan terhormat, silahkan “bermain” FB dan twitter deh spy ga kelihatan katrok dan ndeso.