Jangan (asal) Tiru Obama (2)

Silih Agung Wasesa | Digital, Public Relations, Strategi | May 17, 2011 | 1 Comment

Ya, begitu Obama begitu sukses menggunakan facebook dan sosial media lainnya untuk menarik dana kampanye, maka adalah hal mustahil kalau kita meniru mentah-mentah apa yang dilakukan oleh Obama. Jangan memberi uang, wong baca tulisan kita saja belum tentu mau kok.

Ini yang sering tidak dimiliki oleh caleg-caleg politik. Seperti halnya dagang sapi, mereka hanya memikirkan bisa terpilih atau tidak. Dipilih pun menjadi sebuah pilihan, bukan sebuah konsekuensi logis karena kerja keras mereka.

Sehingga, bukan sebuah hal yang mencengangkan ketika caleg-caleg berbondong membuat spanduk, memajang nama besar-besar,  baru menjelang pemilu. Tepatnya setelah Daftar Calon Tetap (DCT) diumumkan oleh KPU. Memang selama ini kemana saja, ketika rakyat butuh makan, butuh bantuan ekonomi, ketika suasana tidak segera kunjung berubah?

Kebanyakan mereka menjawab, kan DCT belum keluar, jadi ya tidak usah kampanye.  Jadi, memang, kampanye hanya untuk dipilih.

Menyedihkan memang. Sudah begitu, mereka dengan mentah-mentah meniru kampanye Obama; dengan harapan bisa mendapatkan efek pemilih seperti Obama.

Tapi ya sudahlah. Begitulah negeri kita untuk saat ini.  Mari kita nikmati, sambil belajar untuk menjadi lebih baik.

Tags:

Category: Digital, Public Relations, Strategi

About the Author (Author Profile)

Graduated from Faculty of Psychology, Gadjah Mada University with further professional education and training in Public Relations both in Indonesia and abroad. Silih has extensive experiences in Brand Public Relations and Marketing Communications. Before joining Asia PR, Silih dedicated his professional skills at Indonesia’s giant automaker Astra International, Bakrie Motor and InterMatrix Communications. He also writes for several publications in marketing, brand and public relations. Silih is a senior lecturer at London School of Public Relations (LSPR) Jakarta, and also receiving guest lecturer from Atmajaya University Jogjakarta, Sahid University and from some other companies. His book entitled “Public Relations of 36 Brands”, published by Gramedia, is launched 2005. The second book entitled “Strategi Public Relations”, collaborated with Jim Macnamara and published by Gramedia, is launched in 2010.

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Alexander Simaremare says:

    GA tau buat e-mail tuh mereka Mas. Anak SD yg punya FB/Twitter aja pasti punya e-mail. Para calon dan anggota dewan terhormat, silahkan “bermain” FB dan twitter deh spy ga kelihatan katrok dan ndeso.

Leave a Reply