Home » Featured, Studi Kasus!

Wahana Kebaikan Alam Aqua: Aktivasi Brand melalui Edukasi Konsumen

6 February 2010 5 Comments

Betapa gembiranya seorang anak dan ayah yang sedang bermain dengan senter sambil menembakkan cahayanya ke layar. Cahaya tersebut dipergunakan untuk mengontrol butiran-butiran air yang harus dimasukkan secepat mungkin ke dalam botol sebuah air mineralnya Pak Tirto Utomo, yang saya yakin 100% Anda semua pernah meminumnya.

wahana aqua

Di sudut lain ada sekelompok anak yang bermain puzzle tentang gunung-gunung besar di Indonesia, ada juga Ibu dan anaknya yang sangat aktif berlari-lari melewati jembatan, dan halang rintang sehingga membuat keringat bercucuran, sampai ada sekelompok anak yang sedang asyik menanam pohon. Kalau haus, mereka tidak perlu khawatir karena hampir setiap lima meter, ada dispenser yang  menyediakan air minum, lengkap dengan gelas  plastik lengkap dengan brandingnya.

wahana kebaikan alam

Yap, itulah program aktivasi Aqua.  Aqua mengadakan aktivasi brand, 30 – 31 Januari lalu, dengan mengadakan Wahana Kebaikan Alam di Plaza Utara Senayan, Jakarta, pukul 6:00 – 20:00 WIB. Acara ini merupakan salah satu rangkaian program AKSI 2010 (AQUA untuk Keluarga Sehat Indonesia).

wahana kebaikan alam

George Yudistira, Marketing Manager, Danone AQUA mengatakan, “Di Wahana Seleksi, pengunjung dapat mencari tahu perbedaan kualitas air berdasarkan sumbernya dengan menggunakan alat peraga modern, menyaksikan demo siklus air, menguji sendiri kadar mineral mata air pegunungan, menyusun puzzle kebaikan alam, dan pengalaman tak terlupakan ketika masuk ke lorong 9-5-1 (pendekatan 9 kriteria, 5 tahapan pemilihan dan 1 tahun penelitian untuk menyeleksi sumber air terbaik). Wahana Seleksi memberi gambaran tentang betapa sangat selektifnya AQUA untuk mendapatkan sumber air terbaik karena kami ingin selalu menyajikan yang terbaik dari alam untuk kebaikan hidup dalam setiap tetes AQUA.” (vivanews.com)

Rangkaian Wahana Kebaikan Alam Aqua, diantaranya,tangkap kebaikan alam, burma bridge, terima kasih alam, panggung cerita kebaikan alam, melukis dengan bahan alam, aquapedia, kreativitas dari alam, bermain dengan binatang, permainan blind soccer, sahabat alam, foto ceria kebaikan alam, permainan alirkan air, permainan jejak petualang, permainan giant puzzle, permainan buta bisu normal, permainan kunci keutuhan air, national geographic indonesia, permainan dinosaurus, aquakustik, boincy castle, permainan buldozer, dan panggung ceria kebaikan alam, yang menyuguhkan penampilan artis-artis Idola Cilik, salah satunya Debo, dan pembawa acara Deni Chandra dan Sarah Sechan.

peta wahana aqua

Edukasi konsumen untuk pasar masa depan

Dalam aktivasi terlihat jelas bahwa Aqua kembali menggenjot aktivitas Below-The-Linenya untuk melakukan pendekatan Brand tidak hanya kepada masyarakat umum, tetapi kepada keluarga yang berfokus pada anak-anak. Kenapa anak-anak? Mereka kan tidak punya buying power yang besar? Justru itu, Aqua ingin membentuk future market. Sehingga pendekatan consumer education dengan konsep edutainment-lah yang dipilih.

Anak-anak ini tidak hanya akan menjadi future market, tetapi juga akan ikut mempengaruhi orang tua mereka dalam membuat keputusan, terutama ketika membeli air mineral kemasan. Disamping itu emotional branding akan tercipta.

consumer education

Dalam consumer education/market education pesan utama yang akan “ditanamkan” dalam kegiatan aktivasi harus sesuai dengan key message yang ingin disampaikan. Key message ini harus mempunyai long-term objective, karena tujuannya adalah pasar masa depan.  Sedangkan, peningkatan sales adalah bonus untuk short-term objective.

Aktivitas-aktivitas consumer education seperti ini sering dilakukan oleh brand-brand besar, seperti Pepsodent, Walls, Toyota, dsb. Saya ingat Jack Trout dalam bukunya di tahun 1996, The New Positioning, menyatakan “PR is the first, advertising second. PR plants the seed. Advertising harvests the crop. The truth is that advertising can’t start a fire. It can only fan a fire after its been started.”

*Ditulis oleh Takhta Pandu Padmanegara, Cyber Public Relations Specialist, Blogger, dan Visual Thinker

Image Source: Foto diambil langsung oleh penulis pada hari Minggu, 31 Januari pukul 08.30 – 13.00

Aktivitas-aktivitas consumer education seperti ini sering dilakukan oleh brand-brand besar, seperti Pepsodent, Walls, Toyota, dsb.

Saya ingat Jack Trout dalam bukunya di tahun 1996, The New Positioning, menyatakan “PR is the first, advertising second. PR plants the seed. Advertising harvests the crop. The truth is that advertising can’t start a fire. It can only fan a fire after its been started.”

Mari berbagi artikel ini:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Blogosphere News
  • email
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Posterous
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter

5 Comments »

  • Arham blogpreneur said:

    Kalau yang ini bisa dibilang jenis experimental marketing.. bukan begitu?

  • pandu said:

    Bisa juga disebut experiental marketing kalau objectivenya brand intimacy. tapi kalau didalamnya ada praktik edukasi konsumen, bisa juga jadi Consumer Education – through Experimental Marketing.

    Yang jelas mungkin bagi keluarga secara umum, experimental marketing ada benarnya, tapi kalau si anak “diinformasikan”, dan “diedukasikan”…
    secara tidak sadar, injeksi informasi mengenai aqua-kebaikan alam, pada akhirnya di tingkat kognitif si anak sudah tertancap..

    sekali aktivasi, dua tiga kali objective terlampaui juragan.. hehehe

  • dian said:

    saya masih suka menuduh apapun program yang diadakan oleh produk yang ada merk-nya adalah upaya jualan.
    huf… maafkan

  • pandu said:

    upaya jualan? memang tujuannya seperti itu mba dian. lebih tepatnya marketing dan tujuannya yah profit. Memang seperti itu tujuannya. Diluar itu, prosesnya lah yang bagi saya menarik.

    Apapun pendapatnya, tetep kunjungin kenapaharuspr yah (lho malah jualan saya)..

  • izzati diniya said:

    saya malah suka dengan program jualan yang seperti ini. banyak nilai tambah buat anak-anak saya. ya fun, ya pendidikan juga. menarik lah, dari pada hard selling yang abis2an melulu jualan produk. hari gini, simbiosis mutualisme aja deh.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.