Home » Headline, Ide Kreatif!, Studi Kasus!

Saatnya Reality Show!

20 January 2010 One Comment
Hendri Mulyadi Menggiring Bola

Hendri Mulyadi Menggiring Bola

Masih ingat dengan nama Hendri Mulyadi? Itu lo penonton yang masuk ke arena pertandingan sepak bola saat berlangsung laga antara tim Indonesia dengan Oman di ajang kualifikasi Asia 2011 (6/1). Dengan gagah berani dia masuk ke lapangan bola dan menggiring bola ke gawang Oman yang dijaga penjaga gawang Ali-Alhabsi. Hasilnya? Tidak gol sih, namun upaya yang dilakukkannya itu terekam jelas di kamera TV maupun kamera fotografer media cetak. Dia memang tidak mampu menggolkan gawang lawan, namun beritanya jadi healine di surat kabar Nasional terkemuka, Kompas, masuk berita TVOne, Metro TV dan media lainnya.

Pesannya juga amat jelas. Ia, mewakili seluruh pendukung tim merah putih, baik yang menonton langsung di lapangan maupun di rumah, kecewa terhadap permainan yang ditampilkan tim Indonesia.   Saya melakukan itu karena kecewa atas prestasi timnas Indonesia yang tak pernah menang. Selalu kalah, bahkan selalu seri,” tuturnya saat ditanya wartawan di ruang interogasi keamanan yang terletak di area GBK seperti dikutip dari detik.com

Saat Hendri turun ke lapangan

Laode saat disergap polisi

Laode saat disergap polisi

Selain Hendri, ada juga nama Laode Kamaludin. Namanya sontak terkenal ketika aktivis dari LSM Komite Aksi Masyarakat dan Anti Korupsi (KAPAK) meneriaki Wapres Boediono dengan teriakan “Boediono Maling!”, di gelar rapat pansus (12/1) di gedung DPR, Jakarta.  Setelah sempat diinterogasi, ia kemudian dilepaskan. Namun, ia meninggalkan jejak pesan di berbagai media bahwa ia, mewakili beberapa pihak yang seide, kesal baik dengan sikap Boediono maupun pansus.

Seperti yang dikutip dari kompas online:

“Bagi saya Boediono bukan seorang nasionalis yang tinggi tapi antek-antek asing yang merugikan uang rakyat. Akhirnya saya teriakan maling dan saya keluarkan poster (Boediono) dan saya sobek,” tambah dia.  Selain itu, pemicu kekesalan lain menurut Ketua Presidium Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (Kapak) itu adalah para anggota Pansus yang dianggapnya tidak serius mengorek keterangan dari mantan Gubernur BI. “Kami sayangkan Pansus bertanya bertele-tele. Banyak pertanyaan yang tak perlu ditanyakan,” lontar pemuda tambun berkepala botak itu.

Campaign  Reality Show

Tidak saja di dalam negeri, fenomena reality show juga terjadi di luar negeri.  Sekitar bulan November 2009 lalu, nama pasangan Tareq dan Michelle Salahi mencuat di berbagai media dunia ketika keduanya berhasil masuk ke Gedung Putih dan berjabat tangan dengan presiden AS Barrack Obama (http://www.kompas-tv.com/content/view/23688/2/) meski tidak diundang oleh Gedung Putih. Secret Service bagai kebakaran jenggot dan bahkan sempat me-non aktifkan beberapa petugasnya yang bertanggung jawab pada malam tersebut.  Beberapa media bahkan menayangkan acara khusus talk show untuk mereka berdua agar dapat berbagi cerita dengan pemirsa.  Ini juga meninggalkan pesan bahwa Secret Service tidak sehebat yang diduga banyak orang selama ini.

Luar biasa. Dengan aksi reality show ini, seseorang dapat mendadak jadi terkenal dan ide/gagasan yang dicetuskannya dapat membetot perhatian public. Meski tidak dapat dijadikan metode campaign yang berkelanjutan, reality show cukup sukses untuk memberi kejutan sekali yang menohok perhatian public dan media. Tentu jika dibadingkan dengan campaign iklan berbiaya mahal dan kurang efektif karena sering diabaikan audiens, campaign reality show ini bisa jadi alternatif menarik. So, Ingin coba? Kenapa tidak?

*Ditulis oleh Saifullah Kundo, Strategic Content Specialist, Praktisi PR, dan Mantan Wartawan
Editing dan Illustrasi oleh Takhta Pandu Padmanegara

Illustrasi oleh Delio Ionik

Image Source:
jagobola.com
detik.com

Mari berbagi artikel ini:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Blogosphere News
  • email
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Posterous
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter

One Comment »

  • riska said:

    kalau terkenalnya malah berujung jadi negative result bagaimana?

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.