Home » Cyber PR!, Featured, Headline, Ide Kreatif!, Studi Kasus!

It’s time for YOU, again…

24 January 2010 No Comment

Kebutuhan terhadap keunikan personal kini semakin dipahami berbagai produk dan layanan. Jika kita perhatikan dengan seksama iklan Panasonic terbaru di televisi, maka kita akan menemukan tag line unik yaitu “It’s Your life ”.  Indikasi bahwa perusahaan ini sadar terhadap kebutuhan konsumen yang semakin personal.

Merunut ke belakang, mesin pencari Google sejak beberapa tahun lalu juga sudah memampilkan fitur unik yang memungkinkan penggunanya untuk mengubah tampilan sesuai selera pribadi. Demikian juga dengan berbagai layanan e-mail berbasis situs internet yang semakin personal. Berbagai situs media berita berbasis internet juga semakin banyak yang menyediakan tempat ‘curhat’ bagi para pembacanya. Layanan ini terintegrasi dengan social media seperti facebook, twitter , YouTube dan lainnya. Interaksi menjadi fitur yang wajib ditampilkan. Pembaca harus disediakan tempat berkomentar agar ia tampil unik dan personal melalui pendapatnya. Dalam dunia maya, istilah interaksi ini dikenal dengan Web 2.0 atau oleh praktisi PR yang menggunakan tools social media diistilahkan PR 2.0. Makna 2.0 sendiri mengindikasikan adanya interaksi dua arah antara pengirim pesan dan audiensnya.

Namun personalisasi bukan ada di dunia maya saja. Merunut ke beberapa tahun silam, di Indonesia, dimulai dari Bandung, kemunculan beragam outlet distro di sana juga timbul berkat keinginan konsumen untuk tampil unik. Mereka ingin mengenakan pakaian dan aksesoris dengan model yang lain dari biasa, personal, jarang atau bahkan kalau bisa tak pernah dipakai sebelum maupun sesudahnya oleh orang lain. Ini menegaskan bahwa personalisasi  bukan melulu ada di wilayah dunia maya, tapi juga dunia nyata. Majalah Time sejak Januari 2007 lalu bahkan sudah membaca trend ke arah personalisasi ini dengan artikel utamanya yang berjudul “the man of the year: is You!.

time_person_of_year_2006 copy


Makin Personal, makin Oke

Ya, tak bisa dipungkiri di tengah tuntutan ‘standarisasi’ dunia global, diam-diam keinginan manusia untuk  tampil ‘beda’ dan ‘unik’ menjadi tinggi. Banyak orang sudah lelah dan jenuh untuk berbudaya dengan ‘standar Internasional’. Bekerja sesuai dengan sistem ISO, bergaya dengan model-model lifestyle ‘mainstream’ berkiblat Barat, berprestasi, beretika bahkan berselera sesuai dengan standard mainstream. Budaya massa yang ditumpahkan oleh media televisi membuat kehidupan menjadi seragam. Celana jeans, Coca-Cola, dan KFC adalah beberapa produk massa yang dapat kita temukan dari New York, Jeddah, Pretoria, Tokyo, Jakarta, hingga kota kecil Metro di Lampung, Indonesia. Kerinduan akan keunikan personal  ini tertuang dalam bentuk komunitas-komunitas kecil penggemar sepeda, penggemar makanan, kumpulan bloggers dan sebagainya. Ini membuat kelompok itu menjadi unik di antara masyarakat kebanyakan.

Mass Production? No Way!

China Asean Free Trade Area

China Asean Free Trade Area

Seiring dimulainya era perdagangan bebas Asean China Free Trade Area (ACFTA) 2010, maka keunikan dan personalisasi ini bisa jadi kekuatan kita, kekuatan lokal Indonesia. Berbagai produk mass production berharga murah yang jadi ciri khas produk asal China yang coba tembus pasar kita, kita lawan dengan keunikan personal produk dan jasa kita. Bila ada pakaian jadi impor yang ditawarkan, kita lawan dengan batik tulis yang unik, personal dan berkualitas. Jika ada software impor mahal yang ditawarkan, kita lawan dengan software lokal yang lebih adjustable dan lebih murah atau bahkan gratis. Kita gunakan tools Web2.0 dan mekanisme PR 2.0 untuk campaign produk lokal. Jadi, bagi perusahan yang hanya mengandalkan mass production dan harga murah, berhati-hatilah!  Because now it’s time for YOU (and your personal products and services) to shine, again…..

*Ditulis oleh Saifullah Kundo, Strategic Content Specialist, Praktisi PR, dan Mantan Wartawan
Editing dan Illustrasi oleh Takhta Pandu Padmanegara

Image Source:
http://www.asiaobserver.com/images
http://www.time.com


Mari berbagi artikel ini:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Blogosphere News
  • email
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Posterous
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.